Chap 36

1410 Words
Lama perjalanan mereka menuju rumah sakit cuaca malam yang dingin di tambah hujan lebat dan petir yang terus menerus menggelegar di langit malam.  Tasya terus mengenggam tangan Niko berharap pria itu tak down. dan Tasya tau bahwa  pria itu sangat mencintai ayah nya.  sesampai nya di rumah sakit "terimakasih pak dan apa saya boleh tau nama bapak siapa?" ucap Tasya sebelum turun "Heri nama saya heri " "sekali lagi terimakasih pak" ucap Tasya lalu menuntun Niko untuk turun dan masuk kedalam rumah sakit. sesampai nya di lobi Tasy alangsung ke arah customer service menanyakan tempat dimana sang ayah mertua sedang dirawat. setelah ia dapatkan ternayta ayah Niko sedang di operasi.  Tasya dan Niko langsung menuju ke arah yang di beritahu oleh suster yang menjaga tadi. ketika mereka sudah sampai disana ternyata sudah ada mama Linda yang sedang menangis di kursi tunggu di tambah di temani oleh para bodyguard nya yang terus menjaga. Niko berjalan menuju ke arah mama Linda dan  memeluk nya  "NIkoooo.... Nikoo papa ko... papa" ucap mama Linda di sela sela tangis nya "iya ma.. papa pasti kuat .. mama tau kan papa gimana sayang nya sama kita . dan nggak mungkin papa akan meninggalkan kita" ucap Niko yang mencoba menguatkan sang mama padahal saja tadi dia sudah down  lebih dulu. "Tapi papa.. papa" "mama jangan nangis lagi..." Niko terus menerus menenangkan sang mama agar tak sedih. namun karena shock dan kecapek an mama Linda pun pingsan seketika . "panggil suster" ucap Niko dengan nada memerintah ke bodyguard nya dan Tasya yang masih berada di sana pun mendekat ke arah Niko yang mencoba membantu mama Linda setelah suster datang Niko langsung menggendong mama nya masuk ke ruang perawatan agar mama nya istirahat terlebih dahulu. ruang inap itu bersebalahan dengan ruangan yang nanti nya jadi tempat perawatan sang ayah ketika selesai di operasi.  setelah mama nya di psangkan infus dan sebagai nya Niko duduk disamping mama nya dan mengenggam erat tangan sang mama sambil terus merapalkan do'a. Tasya tau dari wajah nya yang tetap dingin.. pria itu menyimpan kesedihan yang mendalam. Tasya duduk di sofa tak jauh dari Niko.  pakaian nya yang tadi nya basaha lama kelamaan mengering ditubuhnya.  Tasya keluar lalu menghmapiri bodyguard yang berada di samping pintu masuk kamar.  "permisi" ucap Tasya pada salah satu bodyguard berpakaian baju setelan hitam yang berada di dekat nya Bodyguard itu menyaut dan mengahap ke Tasya "maaf apa saya boleh minta tolong?" Bodyguard perawakan tinggi tersebut menutkan alisnya, ia tak kenal wanita yang ada didepan nya ini namun ia juga tak berani menghalng wanita ini karena ia tadi datang bersama dengan tuan Niko. "hmm mungkin bapak bodyguard belum kenal saya , tapi saya istri mas Niko" "owh maaf nyonya saya tak tau , maaf .." ucap bodyguard itu penuh sesal karena telah melihat sang nynya dengan sebelah mata, karena selama ini mereka tau nya sang tuan belum menikah.  "iya nggak papa , tapi apa saya bisa minta tolong?" "iya silahkan nyonya" "boleh ambilkan saya handuk dan pakaian untuk mas Niko" "oh iya tunggu sebentar ya nyonya saya ambil di mobil biasa nya tuan Niko selalu menyimpan" ucap bodyguard itu langusng undur diri dari hadapan Tasya Tak lama sang bodyguard kembali dengan pakaian dan handuk yang diminta Tasya. "terimakasih pak bodyguard" ucap Tasya tulus lalu kembali masuk kedalam ruangan dan mengampiri Niko yang masih duduk dengan posisi yang sama. "mas..." panggil Tasya pelan sesaat ia sudah disamping Niko Niko melirik ke arah Tasya lalu kembali menatap mamanya "kamu ganti baju dulu ya, pakaian kamu basah" ucap Tasya dengan suara lembut nya seolah masalah mereka berdua sudah tak ada. bersikap dewasa adalah pilihan nya sekrang Niko sedang butuh dia dan dia pun harus menjalankan tugas nya menjadi seorang istri sekarang. "aku tak papa" "tapi pakaian kamu basah, nanti kamu sakit" "aku nggak papa Tasya, kamu duduk saja disana jangan ganggu aku" "aku yang kenapa kenapa... bagaimana jika kamu jatuh sakit juga mas, siapa yang akan menemani papa dan mama mu?"  Niko lama berpikir  "kalau kamu nggak mau beranjak biar aku yang mengelap tubuhmu"  Niko tak mnolak di tarik ya Tasya ke arah dofa karena tak mungkin jika ia melakukan nya di hadapan sang mama dan lagian ia juga masih telalu capek utnuk sekedar ke kamar mandi. Tasya dengan telaten mngelapa rambut Niko yang masih basah lalu membuka pakaian nya dan mengelap nya juga.  Niko sangat nyaman diperlakukan seprti itu oleh Tasya dan hal inilah yang sangat disukai oleh Niko dari Tasya. sifat ke ibuan Tasya membuat hati nya galau meninggalkan perempuan ini.  setelah menegeringkan tubuh Niko Tasya memakaikan Niko oakaian yang tadi nya didapat dari bodyguard. "mas yang celana kamu ganti sendiri ya?" "selesaikan apa yang kamu tawarkan tadi Tasya" "ta-tapi" ucap Tasya ragu ragu  "ya sudah nggak usah di ganti" ucap Niko yang hendak beranjak namun di tahan oleh Tasya "ya sudah kamu berdiri" Tasya merasa ia akan menelanjangin suami nya disini. adegan panas tapu di tempat dan suasana yang salah. 'Tasya tolong kontrol dirimu' ucap nya dalam hati  ia pun membuka celana Niko perlahan dengan membuka kancing celana nya dan yang paling membuat deg deg an adalah membuka resleting celana Niko. "apa kamu mau tarik resliting ya sendiri?" Tanya Tasya yang wajah nya sudah merah karena malu Niko tak menjawab  dan Tasya mengalah di tarik nya perlahan resliting celan apria yang berkedok suami nya itu. dan ketika di tariknya tentu saja ia daat merasakan sesuatu dibalik sana. setelah itu selsai Tasya menutupi pinggang Niko dengan handuk.  "mas lalau celan dalam kamu sendiri ya...:" ucap Tasya pasrah dengan wajha nya yang lucu  "iya" Niko mengalah karena ia jug asudah tak tahan dnegan wajah merah Tasya..  'kenapa harus di keadaan seprti ini' kesal Niko dalam Hati  setelah memakai celana dalma nya Niko kembali dibantu oleh Tasya memakai celana nya dan setelah selesai tasya hendak menjauh dari Niko namun ditahan oleh pria itu "pakaian kamu"  "hm?" "pakaian kamu basah Tasya" "sudah kering kok mas" "ganti" "tapi aku nggak punya pakaian ganti dan lagi..." "kamu dapat pakaian aku gimana?" "minta tolong sama bodyguard yang ada di luar" "lakukan sama yang kamu lakukan itu sekarang" "tapi aku nggak papa kok mas" "kamu memaksa aku buat ganti baju tapi kamu malah keras kepala menolak sekarang" "bodyguard kamu pasti tak punya pakaian perempuan.." "suruh mereka cari..." "kasihan mas di luar hujan" "lebih kasihan mana sama aku.. gimana kalau kamu sakit.!! siapa yang nanti nya rawat aku " ucap Niko dengan nada nya yang tinggi namun terasa lembut di telinga Tasya. "iya iya iya aku keluar sebentar" ucap Tasya lalu ia pun keluar kembali mencari Bodyguard tadi yang ia minta i tolong.  "maaf pak bodyguard" ucap Tasya  "iya nyonya ada apa?" Tanya bodyguard itu "apa saya boleh minta tolong lagi" ucap Tasya ragu ragu "apa nyonya" "gini pak, apa boleh saya pinjam Hp bapak?" "boleh nyonya ini"  "sebentar ya pak" Tasya mengetik nomor yang ia tuju dan dalam satu dering telpon itu pun diangkat  "ini nyonya kan...nyonya.... nyonya dimana ... bibi mencari nyonya pulang pulang rumah terbukan bibik pikir ruma kemalingan" ucap BIk Mirna yang seperti nya sekarang sedang khawatir di ujung telpon sana "iya ini Tasya bik , maaf bik Tasya lupa ngabarin. Tasya bisa mintak tolong gak buat siapin pakaian ganti buat Tasya , Tasya lagi di rumah sakit Papa Mas Niko masuk rumah sakit dan pakaian Tasya lagi basah sekarang. dan lagi tolong buatkan makanan bik untuk mas Niko. mas Niko dari tadi belum makan"  "baik nya .. bibik siapin sekarang rumah sakit dimana nya? biar bibik antar" "nggak usah bik , bibik pasti capek kalau kesini. nanti dijemput sama Bodyguard mas Niko aja bik" "baik nya" "Tasya tutup ya bik , makasih banyak bik" "sama sama nya" Panggilan telpon tersebut terputus Tasya menegmbalikan Hp milik bodyguard itu. "terimakasih pak Bodyguard" ucap Tasya tulus sembari mengembalikkan Hp nya. "sama sama nya" "oh iya pak tolong ambilkan yang saya pesan tadi ya kerumah saya" ucap Tasya "rumah nyonya dimana?" "Oh iya, sini pak saya tuliskan alamat nya" Tasya menulis alamat rumah nya di HP milik pak Bodygurad itu kembali. "Baik nya, saya meluncur sekarang" "iya terimakasih ya pak dan hati hati jalanan di luar sedang hujan dan pasti nya licin " "siap nya, saya permisi" ucap Pak Bodyguard tersebut lalu segera mangkir dari hadapan Tasya. Tasya pun juga kembali masuk keruangan rawat inap milik mama mertuanya. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  ayok lanjut yuk  ke Chapter selanjutnya pasti nya lebih seru lohh jangan bosan bosan ya baca cerita dari Author:) Salam kenal dari Author dari dunia halu ciptaan Author Pearl     
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD