Pagi hari
Tasya terbangun terlebih dahulu karna ada sesuatu yang begitu berat sedang melingkar di pinggangnya dan tak disangka bahwa itu adalah tangan kekar milik Niko .
" aaaaa........" teriak Tasya dan mencoba untuk melepaskan diri dari dekapan Niko
"diamlah ini masih terlalu pagi untuk ku" ucap Niko dengan ciri khas suara pria yang baru bangun pagi dan kembali memeluk Tasya lebih erat lagi
" tuan Niko lepaskan aku...."ucap Tasya frustasi karna Niko tak kunjung melepaskannya
"jika kau berontak akan aku pastikan kau berada dibawah kungkungan ku pagi ini, kau tau bukan tadi malam aku belum sempat meniduri mu" ucap Niko
"haa...!!!"
"kau tak perlu kaget seperti itu nona tasya,sekaramg kembali tidur ini masih terlalu pagi untuk ku " ucap nya kembali dengan mengaratkan tubuhnya dengan Tasya.
"tuan tolong lepaskan saya, saya mau kekamar mandi"
" aku tak mau"
" ya sudah saya buang air di sini" ancam Tasya
" coba saja kalu kau tidak mau membuat tubuh mu remuk seketika" ancam Niko lagi
" tuan aku tidak bercanda aku benar benar mau kekamar mandi"
" ais kenapa kau cerewet sekali sih, sudah pergi sana" Niko melepaskan eratan nya di pinggang tasya dan mendorong nya yang hampir membuat gadis tersebut jatuh dari Ranjang.
"terimakasih tuan " ucap tasya lalu mangkir ke kamar mandi dengan cepat
setelah buang air Tasya keluar kamar mandi namun ia tidak menemukan niko di ranjang yang semula ia tiduri tadi .
"kemana pria tukang ngancam tadi " ucap Tasya kesal karena memikirkan ancaman demi ancaman yang diucapkan laki laki tadi yang tiada hentinya .
karna Tasya tidak menemukan niko ia pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu .
dilain tempat niko sedang sibuk berbicaradengan seseorang lewat telpon genggamnya .
"kemana pria itu aku lapar tau sudah seharian aku belum makan" gerutu Tasya ketika ia keluar dari kamar mandi
" hei kau mencariku" goda niko yang baru saja keluar dari pintu samping yang mana itu adalah pintu penghubung dengan ruangan pribadinya.
" tuan!! sejak kapan tuan di sana ??" kaget Tasya , baru sehari ia tinggal dengan Niko namun jantung nya seperti nya tak akan bertahan lama, pikirnya.
" hei ini kamar aku terserah aku dong mau dimana, apa aku perlu memberi tau mu"
"maaf tuan bukan gitu"
" ah sudahlah ayok makan" ajak niko dan menarik tangan tasya untuk keluar
mereka keluar kamar dengan bergandengan layaknya sepasang suami istri .
tiba diruang makan udah ada beberapa maid yang sudah berbaris rapi menunggu kedatangan niko dan tasya
"selamat pagi tuan dan nona" ucap bi mirna dan beberapa maid yang ikut membungkuk ketika tuan nya sampai diruang makan
Tasya melepas gandengan niko karena ia merasa risih dilihat oleh maid-maid .
Niko tidak memperdulikan itu ia langsung saja duduk tanpa mengajak Tasya, Tasya si manusia polos ini pun ikut berbaris di sebelah para maid maid itu karena menurut pemikiran nya ia bukanlah nyoya di rumah ini jadi tidak pantas saja jika ia duduk di tempat makan itu bersama Niko dan juga Niko tidak mengajaknya untuk duduk .
Niko yg melihat Tasya yang malah ikut berdiri di samping maid membuatnya kesal , ditariknya Tasya kembali dan diduduknnya gadis nakal itu disampingnya agar ia tak lari .
"ambilkan makanan ku!!" perintah niko telak menatap Tasya disampingnya
bi Mirna yang biasanya melayani niko ketika makan pun tau tugasnya namun ia malah dihentikan oleh niko.
"bukan kamu tapi dia" tatap Niko ke arah Tasya yang masih diam mematung dikursinya.
"saya?" tanya nya sambil menunjuk dirinya
" kau budek?"
"ahh... baiklah" tasya mengambil nasi dan beberapa lauk lalu memberikan nya ke niko
"wahh... kau ingin buat aku jadi om om perut buncit gitu" ucap Niko setelah melihat setumpuk nasi dan lauk yang menggunung di hadapannya.
"heh.. maaf tuan saya tidak tau seberapa porsi anda"
"ambil yang baru, dan ini untuk mu" disodorkannya piring nasi itu kehadapan Tasya.
" tapi ini terlalu banyak" tolak Tasya
"salah sendiri kenapa ambil sebanyak ini, yasudah makan saja mubazir"
"ternyata orang kaya ada juga yang pelit" gerutu tasya kesal dalam hati
" heh kamu ngapa bengong aku lapar ni"
" iya tuan" tasya kembali mengambil nasi dan lauk untuk niko namun disini ia mengambilnya dengan takaran yang tidak begitu banyak menurut nya dan kembali memberinya ke niko.
"ini mah kedikitan tasya, yasudah nanti waktu makan malam aku gak mau segini lagi!! lkamu harus belajar sama bi mirna!" gerutunya kembali
"iya"
sesi makan pagi yang udah kelewat jam karna celotehan niko yang tiada hentinya itu akhirnya selesai dan mereka bisa makan dengan tenang.syukurlah
setelah makan niko tanpa basi lagi ia langsung meninggalkan tasya sendiri diruang makan, tasya yang sudah hapal dengan sikap pria tersebut hanya geleng geleng pasrah dan ia memutuskan untuk membersihkan meja makannya tadi bersama niko namun ketika ia ingin membersihkan meja makan tersebut ia dihentikan oleh bi mirna.
" gak apa apa bik biar saya saja yang membersihkan ini" ucap tasya
" gak nona ini sudah jadi tugas bibi sama maid maid disini, nona ikut tuan ke kamar saja"
"gak bik biar saya saja ya , saya bukan nyonya atau pun nona disini, jadi saya berhak membersihkan bekas makan saya" jelas tasya
"tapi kan nona akan jadi nyoya"
"heh ?" terkejut sudah gadis itu bagaimana bik mirna tau.
"iya , tuan sudah kasih tau ke bibi kalau nona sama tuan akan menikah dalam waktu dekat ini"
"jadi beneran?"
" kenapa nona? "
" gak bik cuman... "
" tuan Niko orangnya baik kok bibi jamin"
"iya bik, yasudah saya lanjut cuci piring dulu ya "
"Nona..."
"gak apa bik sekarang kan aku masih nona disini belum jadi nyoya jadi biar aku aja ya yang cuci piring "
Bi mirna sudah tidak sanggup melawan keras kepala calon nyoya baru ya itu hanya menggeleng geleng dan membiarkannya mencuci piring sesuai keinginannya .
ia dan beberapa maid yang lain membantu tasya mengangkat piring piring tersebut untuk dicuci oleh tasya dan tidak berapa lama akhirnya sesi cuci piring tasya pun selesai.
"yeay akhirnya selesai" ucapnya girang
" iya nona"
"bibik nanti mau masak apa ? " tanya Tasya sambil mengelap tanganya
"biar kami saja ya nona , kalau tuan tau gimana ?"
"gak apa apa bik,tuan Niko tak akan marah kok"
"tapi nona ..."
"yasudah lah bi terserah dia saja , dia emang keras kepala !!" ucap niko yang tiba tiba nongol di ruang makan
"maaf tuan"
"ehhh bibik kenapa mintak maaf, bibik kan gak salah apa apa "
"gara gara kamu tu bibi jadi mintak maaf " tuduh niko
" bibikk gak usah mintak maaf kan gak ada salah apa apa , tuan juga kenapa tiba tiba nongol gitu "
" ya terserah aku dong... kuingatkan sekali lagi takut kau lupa bahwa ini rumah aku !! "
" iya maaf tuan" ucap Tasya pasrah
" digituin aja jawabnya singkat dasar baperan "
"saya gak baperan tuan, saya cu-
"sudahlah, aku mau pergi keluar kamu jangan coba coba kabur !! kalau mau apa kamu perlu kasih tau aku dulu!
"Iya"
"yaudah bye".
................................
To be Continue Guys
alhamdulilllah udah episode 3 semoga kalian suka ya :)
mohon support Like dan Comment nya ya di cerita cerita ku ini
insyallah aku akan update tiap hari namun tidak janji :)
see you soon