Tasya yang sedang duduk duduk di balkon rumah merasa terkejut ketika Bik Mirna yang masuk ke kamar nya tanpa mengetuk.
"Nyonya ... nyonya" teriak Bik Mirna dengan wajah panik nya
"ada apa?" Jawab Tasya
"ada bingkisan nya ini , ini " Bik Mirna memberikan sebuah kotak warna coklat yang ukuran tak terlalu kecil dan juga tak terlalu besar.
Ketika Tasya ingin mengambil nya tiba tiba Bik Mirna menarik nya kembali dan berjalan menjauh dari Tasya.
"kenapa bibik kesana, berikan sini"
"nggak nya biar bibik aja yang buka , soalnya bagaiamana jika isi nya bom .. tuan dan yang lain nya pasti akan sedih sedangkan saya kan hanya sebatang kara tak ada yang sedih jika saya pergi"
"ihh bibik kok gitu , sini berikan.. bibik kebanyakan nonton drama deh"
"nggak nya !"
Bik Mirna membuka kotak itu dengan perlahan di raba nya isi dalam kotak itu yang ternyata isi nya sebuah kunci, handphone dan secarik kertas.
"hanya ini nya" ucap Bik Mirna sambil memberikan kunci HP dan surat itu ke Tasya.
"kunci apa ya ni bik?"
"coba baca nya surat nya mana tau kan ada cerita nya"
"oh iya bentar ya bik"
Tasya membuka Surat tersebut dan memulai membacanya dengan perlahan.
ini aku maaf aku belum bisa pulang Alexi sedang di rawat sekarang dan ini kunci restoran mu besok caffee mu sudah bisa di buka. dan minta pak Roni untuk mengantar mu kesana karena aku tak bisa.
Gunakan Hp yang aku berikan ini untuk menelpon ku dan buang HP lama mu!.
"Caffee?" tanya Bik Mirna ke Tasya karena ia belum tau tentang caffee
"Iya bibik besok temani Tasya kesana ya"
"Baik nya.."
Keesokan harinya Tasya sudah siap dengan pakaian nya ia bangun lebih awal dari biasa nya karena ia sudah tak sabar untuk membuka caffee yang selama ini ia idamka walau Niko tak ada disamping nya ia mencoba kuat dan sabar mungkin Alexi lebih membutuhkan nya sekarang dari pada Tasya.
"ayok bik" ajak Tasya setelah turun dari tangga
"nya sarapan dulu atuh"
"nanti aja bik, aku sudah nggak sabar mau buka caffee"
"tapi nya..."
"tenang aja bik"
"hmm baiklah"
Mereka berdua berjalan keluar yang ternyata pak Roni sudah siap dengan mobilnya di depan pintu rumah.
"Sudah siap nya?" Tanya Pak Roni.
"sudah pak , ayok pak kita berangkat"
"baik nya"
Perjalanan yang tak cukup jauh , membuat mereka sampai dengan cepat.
Disana sudah ada pak mansyur dan beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan Tasya.
"selamat datang nyonya Tasya"
Tasya membalas nya dengan senyuman.
"wahhhh cantik banget pak, dari luar aja saya sudah suka" ucap Tasya Antusias
"mari nyonya masuk , kami akan membawa nyonya berkeliling keliling"
Tasya mengangguk dan mereka semua pun masuk kedalam caffee . caffe itu di beri nama Rotella caffee nama yang unik namun sebelum nama itu di putuskan ada sebuah percecokan yang terjadi .
3 Minggu sebelum caffe jadi....
Di kebun belakang rumah, dua sejoli pasangan suami istri sedang duduk duduk santai di ayunan.
"mau kamu kasih apa nama caffe itu?" Tanya Niko
"saya bingung"
"gimana Simple coffee"
"ahh terlalu simple"
"Ribet Caffee?'
"ais tuan"
"jadi mau apa?'
"saya lagi mikir"
"gimana kalau Tata Caffee?"
"aku nggak setuju"
"kenapa?"
"cuma ada nama kamu di situ"
"kan itu caffee saya"
"ya karena itu aku nggak setuju"
"jadi apa?"
"Tani Caffee aja"
"he?"
"iya Tasya Niko caffee"
"saya nggak setuju"
"lah kenapa?"
"saya nggak mau punya hubungan dengan tuan setelah kita bercerai, dan saya juga nggak mau ganti nama caffee saya setelah itu.. gimana jika tuan malah menuntut ganti rugi pelanggran kepemillikan nama karena ada nama tuan di caffee saya?"
Niko jadi gemas dengan perilaku Tasya yang begitu polos.
"aku nggak akan"
"saya hanya jaga jaga saja tuan"
"jadi kau mau nya apa?"
"hmm , saya sudah mutuskan bagaimana jika Rotella caffee?"
"artinya apa?"
"Roda"
"Roda?"
"iya Roda tuan ,saya ingn caffee itu terus berjalan dan berporeasi selama nya selayak nya roda" ujar Tasya dengan seyum yang mengembang di bibirnya
Sebab itu lah nama Caffee ini jadi Rotella.
Lama Tasya berkeliling keliling di Caffee nya , ia begitu puas dengan hasil yang di berikan oleh pak Mansyur.. tak salah jika Niko membayar nya mahal sebab hasil yang diberikan pun lebih dari ekspetasi yang Tasya pikirkan.
"terimakasih banyak pak Roni, pak Roni sudah mengabulkan apa yang saya mau" ucap Tasya tulus
"iya sama sama nyonya saya juga senang jika nyonya senang dengan hasil yang saya berikan"
"baiklah 20 menit lagi toko ini akan saya bu-
"maaf saya terlambat" ucap seseorang yang baru saja masuk dari pintu depan dengan membawa beebrapa orang di belakang nya
"i-iya?" tanya Tasya yang sedikit kaget dengan kedatangan pria itu
"mungkin nyonya sudah mengenal saya tapi lebih baik nya lagi saya memperkenalkan langsung di depan nyonya.. saya Yoga saya sekretaris pribadi tuan Niko. dan tuan Niko meminta saya untuk kemari membatu nyonya dalam opening caffee milik nyonya" jelas Yoga panjang lebar.
"oh begitu kah? tapi siapa mereka ?" tunjuk Tasya kepada orang orang yang ada di belakang Yoga
"mereka adalah pegawai nyonya"
"ha?! kenapa banyak sekali"
"tuan yang memerintah saya"
"tapi kenapa sebanyak ini.. saya kan bisa sendiri dan saya juga cuma butuh 3 orang saja cukup"
"tapi tuan minta nyonya hanya memperhatikan dan memerintah saja, nyonya tak perlu turun melayani apa lagi sampai kedapur"
"tapi ini caffee ku"
"tuan yang bilang nya"
"aisssss" kesal Tasya
Tasya pamit sebentar ke belakang ia berencana ingin menelpon Niko lewat HP yang diberikan Niko kemarin hari.
Lama telpon tersebut berdering sampai ketika suara pria yang menginterupsi
"Halo" ucap Tasya
"Hm"
"kenapa mereka banyak sekali mas, saya hanya butuh 3 orang"
"aku tak ingin kau turun bekerja!" ucap Niko dengan nada dingin
"tapi ini caffee saya mas"
"turuti perintah ku atau caffee itu aku tutup kembali sebelum opening" ancam Niko
"kok kamu gitu.."
"aku sibuk, turuti perintahku atau pulang"
"ah iya baiklah"
setelah itu Niko menutup panggilan duluan .
Tasya kembali ke ruang depan, disana masih ada Bik Mirna Niko pak mansyur dan lain nya yang masih masih setia menunggu Tasya.
"baiklah 15 menit lagi caffee nya kita buka" ucap Tasya
"baik nya" ucap mereka serempak
Semua pekerja sudah di bagi tugas oleh Tasya, dan tentu nya Tasya hanya mendapati pekerjaan memerintah saja.
Baru 20 menit toko di buka sudah ada sepasang pasangan muda mudi masuk ke dalam toko.. yang membuat mood Tasya kembali naik hanya karena melihat pelanggan nya itu.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung