Pindah

1034 Words
1 Jam sebelum Niko dan Tasya pulang. Alexi yang baru saja sa,pai dirumah setelah dia ntar oleh teman teman nya. ia masuk ke dalam rumah seperti biasanya. namun ketika ia menapak kan kaki nya ke arah ruang keluarga betapa terkejutnya ia ketika melihat orang tua Niko yang sedang duduk duduk santai di ruang keluarga.  Mama Niko yang hendak pergi ke dapur terkejut ketika melihat Alexi yang sedang berdiri mematung tak jauh dari mereka. "ALEXI !!" teriak mama Linda Alexi tak menjawab ia masih mematung di tempatnya. "KAMU MAU APA KEMARI" bentak mama Linda lalu berjalan mendekat ke arah Alexi dan diikuti oleh papa NIko di belakang nya. "ma" panggil papa Niko namun bak seperti kesetanan mama Linda terus berjalan ke arah Alexi dan setibanya ia di depan Alexi langusnglah di jambaknya rambut wanita itu dengan sekuat hatinya. Papa Niko pun dengan cepat mencoba meleraikan kedua nya namun mama Linda tetap saja tak mau melepaskan nya. "ma sakkit.." ringis Alexi "Sakit? bisa kau merasakan sakit ha!" "ma tolong lepaskan" rintih Alexi lagi sambil memegang rambut nya yang terus di tarik oleh mama  Linda. "kau pikir aku akan melepaskan mu secepat ini !!" "ma kumohon aku sedang hamil" ucap Wanita itu dan mam yang mendengarnyapun langsung melepasnya. dan berbalik menatap nya dengan tatapan tak percaya "apa yang kau bicarakan?" Tanya Papa buka suara  "aku hamil pa" "hamil? anak siapa?" tanya balik mama "Niko ma" "kau serius!!" "iya ma" "aku tak percaya" "Niko sudah tau ma makanya aku tinggal disini"  "baiklah kita duduk saja dulu dan tunggu sampai Niko pulang" ajak Papa hartanto sambil menuntun istinya untuk kembali ke sofa. "Bik tolong siapkan teh hangat" teriak pak Hartanto Bik Mirna yang emang dari tadi sudah berdiri di dekat dapur pun teriak menyaut pernitah dari pak Bos besar nya. "iya tuan" "sudah berapa bulan?" tanya Pak Hartanto "sudah 3 bulan pa" "dia bukan anak Niko pa" saut mama Linda tak suka dengan penuturan Alexi "kita dengarkan Niko nanti ma" tak lama Bik Mirna kembali dengan membawa teh hangat. "untuk dia bik" ucap Pak Hartanto Bik Mirna meletakkan teh hangat tersebut di depan Alexi. "minumlah" ucap Pak Hartanto "terimakasih pa" 14 menit kemudian NIko dan Tasya pulang, Niko yang baru sampai langsung terkejut dengan keberadaan mama papa nya ditambah Alexi yang terlihat menangis dengan menunduk kan kepala nya.  ia berlari dan duduk di sebelah Alexi lalu merangkul wanita itu. Mama Linda yang ingin membuka suara lagi di tahan oleh pak Hartanto di sebelah nya. "kamu tak apa?" tanya Niko pada Alexi Alexi mengangguk an kepala nya pertanda baik baik saja sedangkan Tasya wanita itu masih tertegun di tempat nya. "Tasya duduk nak" ucap Pak Hartatnto lembut dan di balas anggukan oleh Tasya.  wanita itu memilih untuk duduk di sofa yang berbeda dengan Niko. "Niko" panggil pak Hartanto pada anak semata wayng nya itu. "iya pa" "bisa kamu jelaskan ke mama papa ini semua" "baik pa" Niko menarik napas dalam dalam sebelum membuka suara.  "Sebulan yang lalu Alexi kembali , Alexi bilang ke Niko kalau ia sedang hamil anak Niko. karena itu Niko tak bisa melepaskan nya pa" ujar Niko  "apa benar Alexi?" "iya pa" "kamu gimana Tasya?" Tasya yang masih diam, hanya menatap pak Haratanto dengan bingung. "tak apa , beri tau papa apa mau mu, apa kamu menerima Alexi dirumah ini. sebab jika kamu tak menerima nya ia harus pergi. kamu nyonya nya"  "PAPA" teriak Niko  "papa sedang yak meminta pendapat mu Niko jadi tolong diam" "Tasya?" "s-saya, hm sepertinya, bohong jika saya memberikan izin ke wanita lain untuk tinggal serumah dengan saya apalagi harus berbagi suami dengan nya. namun saya juga tak bisa egois jika ada darah daging suami saya di dirinya"  "ma pa boleh Tasya kembali ke kamar" tambah Tasya yang sudah tak sanggup menahan air matanya yang tiba tiba saja membendung tak karuan. "iya" jawab Pak Hartanto menyetujui  "Niko pendapatmu?" "Niko tak mungkin jauh jauh dengan Alexi pa dia sedang hamil" "apa kamu mau membawa bomerang ke kehidupan keluarga kecilmu?" "bukan gitu pa, Niko yakin Tasya bisa ngerti kok" "sekarang papa kembalikan persoalan ini ke kamu, bagaimana jika pacar Tasya kembali dan Tasya meminta untuk mempoligamimu , apa kamu terima?" "papa kok gitu" "hanya contoh tapi kamu marah kan, sama dengan kondisi Tasya sekarang. namun dia tak marah bukan denganmu, papa beri saran denganmu bawa Alexi keluar dari rumah ini. beri ia perawatan dan penjagaan tambahan di tempat lain maka dua hati tak akan terluka" ucap papa Niko sesambil memperhatikan wajah anak nya yang masih diam ditempatnya. "Papa sama mama pamit, kami tak akan mencampuri urusan keluargamu lagi , dan papa harap kamu bijak dengan keputusan mu" ucap papa lalu mengajak istri nya meninggalkan rumah anak nya. walaupun mama Linda awalnya menolak namun paksaan dari Pak Hartanto meluluhkan hatinya. setelah kepergian orang tua Niko barulah Alexi mengeluarkan unek unek nya . "kamu pilih aku atau dia !!" ucap nya dengan suara meninggi "aku menuruti kata kata papa" "apa !!"  "kita tak bisa tinggal bertiga , aku akan meminta bik Mirna untuk mengemas barangmu" "apa katamu !! jadi kamu lebih memilih dia dari pada aku !! kamu mengusir ku !! kamu tega " kesal Alexi sambil memukul mukul d**a bidang Niko  "aku akan selalu pulang ke apartemen, kumohon jangan menangis ya" ucap Niko sambil menenangkan Alexi. 'Kasihan sekali nyonya, tuan lebih menyayangi wanita itu dari pada nyonya. padahal nyonya lebih baik dari dia' gumam Bik Mirna yang tak sengaja mendegar obrolan Niko dan Alexi . . . 1 minggu berlalu rumah menjadi sepi kembali NIko sudah jarang pulang karena ia lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Alexi di apartemen nya. "nyonya sedang apa?" tanya Bik Mirna kepada nyonya yang sedangtermenung di di ayunan "lagi menung bik" jawab Tasya dengan senyuman terbaiknya. "sabar ya nyonya" "kapan ya bik aku bisa bahagia? bisa tertawa lepas tanpa harus memikirkan beban hidupku ... kapan ya bik" Tasya menatap ke langit langit mencoba mencari jawaban nya. Bik Mirna mengerti di rangkulnya nyonya nya. Tasya pun menjadi lebih sendu dan ia menangis tersedu sedu di pelukan Bik Mirna.  "untung saja ada Bik Mirna , jika tidak mungkin aku akan kesepian di rumah sebesar ini" gumam nya disela sela tangisnya >>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung lagi everybody :) ayok lah klik love dan komen komenya yaaaaaaaaaaaaa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD