Manis

1040 Words
Setelah berpamitan dengan pak mansyur Tasya dan Niko kembali ke mobil.  Di perjalanan. sudah beberapa kali Niko dan Tasya pergi berdua, dan setiap pergi Niko mulai memperhatikan gerak gerik Tasya. dari ia di mobil , ketemu orang lain. semua nya sudah hapal di mata Niko. Baginya Tasya adalah wanita pendiam namun tetap ramah dan tak lupa ia juga wanita yang sangat menjunjung tinggi sopan santun dan hal itu pula yang sangat di sukai oleh Niko.  Namun ketika mereka sedang berdua Tasya akan kembali menjadi seorang introvert baginya, ia tak akan bicara jika tak di panciing oleh Niko.  Di mobil hobi nya hanya melihat keadaan luar jendela dari pergi sampai pulang. Karena itu Niko selalu mengajak nya ngobrol. "mau makan?' tanya Niko "nggak tu eh mas" "nggak lapar? benar?" Tanya Niko lagi "iya tuan" "yaudah kamu temani aku makan saja" "mas lapar?" "hm" Tasya tak melanjutkan bertanya namun Niko masih ingin ngobrol. "kamu mau kan nemani aku makan?" "iya mas" Dan topik bicara mereka berhenti sampai disitu sampai ketika mobil Niko sampai ke tempat yang dituju nya , yang ternyata adalah tempat kemarin mereka pergi. "mas..." ucap Tasya sesaat Niko ingin menepikan mobilnya "hm" dehem Niko tanpa menoleh ke Tasya "jangan disini ya..." bujuk Tasya tiba tiba yang membuat Niko memutar kan wajah nya ke arah Tasya "kenapa?" "saya malu" "apa nya yang buat kamu malu, kita bayar bukan minta jadi tak perlu malu" "bukan gitu tapi, apa kamu lupa apa amnesia si mas, jangan disini plisss" ucap Tasya dengan wajah nya yang memelas  "aku mau nya disini" ucap Niko dengan pendirian nya yang tak bisa di bantahkan "ayok turun" ajak Niko Tasya tak sangguo lagi untuk membujuknya akhirnya mereka turun bersama dan masuk ke dalam kedai tersebut. Niko memilih tempat mereka kemarin. yang ternyata hanya tempat itu yang kosong. dari awal masuk sampai ke tempat makan Tasya terus memperhatikan sekitarnya ia takut jika bertemu dengan bapak tukang parkir kemarin lagi. "Kamu mau makan apa?" Tanya Niko  "saya masih kenyang mas" "jangan bohong" "saya serius mas" "gimana mau makan jika perasaan aku tak tenang gini,dasar laki laki tak peka" maki Tasya dalam hati Ibuk pemilik kedai mendekat ke arah mereka sambil membawa catatan yang sering di pakai nya untuk mencatat pesanan pelanggan nya.  "ehh kalian yang kemarin kan ya?" Tanya ibuk tersebut "iya buk" ucap Tasya malu malu namun berbeda dengan Niko yang dari tadi sibuk dengan handphone nya. "mau pesan apa?" Tanya ibuk itu  "mas kamu mau makan apa?' Tanya Tasya "yang kemarin" "pesan 1 porsi capcai nya ya buk sama nasi nya juga ya buk" "mas kamu mau minum apa?" Tanya Tasya ke Niko "teh hangat" "teh hangat satu sama jus alpukat nya satu ya buk" Jelas Tasya ke ibuk penjual "baik di tunggu ya mba mas" "iya buk terimakasih ya buk" ucap balik Tasya 25 menit kemudian akhrinya makanan mereka berdua sampai juga di atas meja.  Namun Niko masih sibuk dengan Handphone padahal tadi aja maksa mau makan disini. "mas" panggil Tasya "Hm" "makan nya udah ada ni" "iya" "ayo dimakan"  "nanti" "nanti dingin nggak enak lagi" "aku lagi sibuk" "hmmm, boleh aku suapin?" ucap Tasya  Niko yang tadi sibuk dengan Handphone nya sekarang berubah alih menatap Tasya. "Kenapa?" Tanya Tasya yang masih belum tau bencana apa yang akan di hadapaknanya setelah berucap tadi. "yaudah suapin aku"  "hm?" jawab Tasya dengan mata melotot, akhirnya dia sadar  "Ya tuhan apa yang baru saja aku ucap tadiiii , Tasya sadar Tasya !!" maki nya dalam hati "lupa? tadi kamu yang tawari, cepat suapin"  "iya" ucap tasya dengan wajah melaas nya. Tasya mencampurkan setengah porsi dari capcai yang ada ke dalam nasi. "aaaa" Niko sudah siap dengan mulut nya terbuka menerima Nasi campur capcay dari Tasya. Tasya langsung memasuk kan sesuap nasi itu ke dalam mulut Niko.  setelah beberapa suap Tasya baru tersadar bahwa banyak orang yang melihat ke arah mereka.  "wahhh romantis sekali ya, pengantin baru ya mba?" Tanya ibuk ibuk yang duduk di dekat Tasya Tasya hanya membalas nya dengan tersenyum malu malu.  cepat cepat ia menyuapkan Niko, agar mereka cepat pula pulang kerumah dari pada jadi bahan tontonan mak mak di sini.  setelah habis se porsi Niko malah ingin nambah. "mass" cegah Tasya "kenapa?' "kamu mau makan lagi?" "iya" "makan nya dirumah kan" Tanya Tasya takut takut akan jawaban dari Niko "menurut kamu?" "dirumah" "nggak lah , disini" "ahh kamu serius" "sejak kapan aku nggak serius" "tolong makan dirumah aja ya" "aku mau makan disini!!"  "tapi kamu makan sendiri saya nggak mau nyuapin kamu lo mas"  "kalau nggak disuapin kamu yang aku suapin" "lah kok gitu?" "ya terserah aku lah" "tapi saya malu mass" "emang kamu telanjang sekarang sampai malu" "mas ya kali" "plis pliss jangan makan disini ya" "TASYA" "MASSS" mereka yang sdang berdebat pun jadi tontonan para pembeli yang lain. "wah romantis ya, pengen jadi muda lagi" "suami nya ganteng istri nya cantik .. penasaran anak mereka nanti gimana" "wahhh aku mau suami nya" "di shoppee ada nggak ya?"  "hahhaha" kurang lebih seperti ini lah percakapan para pembeli dan pelanggan lain yang ada di sekitar mereka. Tasya yang mendengar mereka pun tlangsung menutup muka nya pertanda ia malu. "kamu kenapa?" Tanya Niko "saya malu" "aisss" kesal Niko karena sudah berapa kali istri nya itu berucap malu di hadapan nya. "saya mau pulang" ucap Tasya pelan  "ya sudah kamu tunggu sini aku bayar dulu" Tasya mengangguk setuju dan Niko pun langsung meninggalkan nya. tak lama Niko kembali setelah membayar makan mereka.  "ayok pulang" NIko menjulurkan tangan nya ke arah Tasya Tasya meraih tanga Niko , dan mereka pulang dengan bergandengan. mereka menempuh perjalan pulang tak butuh waktu lama karena jarak kedai itu dengan rumah mereka hanya beberapa KM. sesampai nya dirumah. "terimakasih" ucap Tasyaa sebelum ia membuka pintu mobil "hanya itu?" "terus?" "ah sudahlah" NIko menyerah dan ia memilih untuk turun duluan lalu di belakang nya ada Tasya yang membuntutinya dari belakang.  sesaat mereka sampai di dalam rumah betapa terkujutnya Niko dan Tasya , ketika mama dan papa Niko sudah berada di ruang tamu dengan Alexi yang duduk di seberang mereka yang sedang tertunduk seperti sedang menangis.  Niko yang baru sampai langsung berlari ke arah Alexi. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung .... Malam malam update ya Author orang nya :)  setelah pekerjaan kantor baru deh masuk ke dunia halu xixixi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD