Marah

1245 Words
Sore ini Niko pulang cepat karena ia ingin mengecek keadaan tasya karena sejak tadi siang ia menelpon rumah namun tak ada jawaban dan mau nelpon Tasya ia tak tau nomor HP nya. sesampai nya dirumah, suasana rumah sepi seperti tak berpenghuni.  Niko masuk mencari Tasya ke kamar nya namun yang dicari ternyata tak ada di tempat. ia kembali ke dapur mencari Bik Mirna, Ternyata Bik Mirna sedang sibuk mencuci sayuran. "Bik tasya kemana?" Tanya Niko terburu buru "ohh nyonya , nyonya tadi pergi tuan sama ibuk" "sama mama? kemana bik? kenapa nggak bilang ke aku" "tadi kata ibuk tuan sudah kasih izin " "aisss, oh iya Alexi?" "nona Alexi sejak dari tadi pagi belum pulang tuan" "ha !! kemana dia?" "nggak tau tuan, nona Alexi tak bilang apa apa saat pergi" "kemana lagi dia!! nggak tau lagi hamil apa !!" berang Niko karena kelakuan kelayapan kekasah nya itu yang tak bisa hilang bahkan ketika sekarang ia sedang hamil pun.  Niko langsung meninggalkan tempat dan segera menelpon mama nya namun yang ditelpon tak kunjung mengangkat. "Aisss kenapa pada nggak angkat si!!" kesal nya "bik , bibik ada nomor Tasya?" tanya Niko sesaat ia kembali ke dapur "ada tuan , bibik pernah tulis di buku telpon" ucap Bik Mirna lalu segera ke meja telpon dan memberi nomor Tasya ke Niko. "terimakasih bik" Niko mengetik nomor Tasya satu persatu lalu mengklik tombol telpon,lama telpon nya berdering sampai ketika suara wanita menginterupsi. "Halo" jawab Tasya sesaat setelah mengangkat telpon Niko "dimana?" tanya Niko to the point "lagi diluar sama nyonya tuan" "dia bukan nyonya kamu, kamu dimana?" "aku nggak tau" "kasih HP nya ke mama" "nggak bisa" "kenapa !!!" "mama lagi sibuk ngobrol dengan teman nya jadi aku takut" "TASYA!!" "iya iya sebentar" Lama Niko menunggu sampai ketika Mama Linda menjawab nya. "ada apa si Niko mama lagi sibuk" "mama bawa Tasya kemana !!" "ya ampun kamu heboh kali lah , mama tak melukai istrimu kok!! dia baik baik aja sekarang" "Ma kasih tau aku dimana !!" "mama lagi sibuk" ucap mama nya lalu mematikan sambungan telpon dari Niko. "Hp kamu matiin saja" ucap Mama Linda ke Tasya setelah mengembalikan HP Tasya Niko yang masih kesal karena telpon nya dimatikan sama mamanya secara sepihak. ia sekarang sedang menelpon asisten nya ya siapa lagi kalau bukan Yoga. "ada apa bos?" "lacak nomor yang aku kirim barusan" "oke.. emang nomor siapa?" "lacak saja, jangan banyak tanya" "iya sebentar lagi dikerjai" "5 menit !!"  "Hm" Niko mematikan sambungan telpon nya , dan benar saja tak lama ia mematikan telpon nya pesan masuk dari Yoga , dan ternyata asisten nya itu sudah menemukan tempat di mana Tasya sekarang berada.  Niko langsung mengambil kunci mobilnya dan menancapkan mobilnya menuju lokasi tersebut. tak lama setelah itu ia sudah sampai ditempat diaman Tasya berada. Tempat itu tenryata sedang ramai orang ternyata sedang ada pesta ulang tahun, Niko tak peduli ia masuk tanpa takut di cari nya Tasya di mana mana namun sang istri juga tak nampak bahkan mama nya juga. dan ketika ia melihat ke arah kolah di sana ia meilhat Tasya. disana Tasya sedang melayani orang orang yang sedang mengantri minum yang sedang di tuangkan nya ke dalam gelas gelas kecil , layak nya seperti seorang waitress. Darah Niko naik seketika , ingin sekali di hancurkan nya tempat ini. "TASYA !!!!" teriak Niko yang membuat seisi ruangan menatap ke arah nya Tasya yang di panggil langsung menghentikan kegiatan menuangkan air itu, tubuh nya bergetar takut ketika menatap mata Niko yang penuh amarah sedang berjalan ke arah nya. sesaat Niko sampai di depan nya di bantingnya semua alat yang ada di depan Tasya, lalu ditariknya istri nya itu untuk pergi dari tempat itu. Mama Linda yang berada di sana hanya diam , ia takut jika anak nya itu akan mengenali nya dan balik marah ke arah nya, karena ia pikir Niko tak akan semarah ini karena ia tau Niko tak mencintai istrinya. sebab itu ia bias berbuat seperti ini. "Awww.." rintih Tasya saat Niko menarik tangan nya dengan kasar "DIAM" ucap NIko dingin  Tasya menutup rapat bibir nya sampai mereka sudah berada di dalam mobil. "jelaskan" ucap Niko masih dengan wajah yang sulit di bacakan "apa?" "Jangan pura pura tak tau Tasya!!" "saya serius, apa tuan marah karena saya bekerja disana? atau karena saya tak pamitan?" "ke dua nya" "maaf" "jelaskan, aku tak butuh maaf mu" "Tadi nyonya kerumah" "dia bukan nyonya mu" "maksud saya mama linda tadi kerumah terus ngajak saya ke luar" "terus kenapa nggak telpon aku?" "kata mama linda , mama linda sudah izin dengan tuan" "kau percaya?" "iya kan mama Linda mama tuan" "aissss..." "terus kenapa jadi waitress disana !! sudah bosan hidup ha !!" "bukan gitu, tadi kata teman mama Linda mereka butuh orang untuk bantu bantu yaudah mama Linda menawarkan saya dan saya pun merasa nggak masalah jadi saya bantu aja tuan , kasihan juga kan jika nggak ada yang bantu" ucap Tasya dengan wajah polosnya "kamu bodoh atau gimana sih ha !!"  "maaf tuan" "kamu tu hanya dipermaikan disana !! masih nggak ngerti juga !! " "maaf" "sudah lah, besok kalau mau pergi telpon aku dulu !! kamu ngerti!!"  "iya tuan" "dan berhenti panggil aku tuan !! aku bukan tuan kamu !!" "jadi?" "panggil aku seperti yang kamu panggil kemarin" "yang mana?" "pikir sendiri" Ucap Niko lalu ia melajukan mobil nya. Tasya yang duduk di samping nya hanya diam saja , ia lebih menikmati suasana luar lewat kaca disampingnya. "tu- eh mas" "hm" "boleh ke caffe dulu?" tanya Tasya "mau ngapain ? baru kemarin ke sana" "tapi aku pingin" "yaudah" Niko membelok an mobil nya menuju caffeee milik Tasya.  sesampainya di Caffee Tasya dengan penuh semangat langsung keluar dari mobil tanpa menunggu Niko. saat ia masuk ternyata banyak dari para pekerja yang sedang sibuk bekerja dan tanpa ia ketahui bahwa ada sebuah balok kayu yang hampir saja menimpa nya namun tak jadi karena ia segera ditarik oleh Niko. "awww.." ringis Tasya sesaat wajah nya terbentur dengan d**a bidang milik Niko. saat ia sadar buru buru ditariknya kembali tubuh nya menjauh dari Niko. "maka nya hati hati" ujar Niko "maaf mas" ucap Tasya sambil mengelus elus d**a nya , yang dari tadi berdetak tak normal. dari kejauhan pak mansyur mendatangi ke pasangan suami istri itu. "selamat datang tuan Niko dan nyonya Tasya" "iya pak Mansyur" jawab Tasya "apa ada yang bisa saya bantu?" "nggak pak , ini istri saya hanya mau mampir lihat caffee kata nya, dia bilang sudah tak sabar untuk buka" Tasya sungguh merasa tersanjung ketika Niko mengenalkannya ke orang orang bahwa ia adalah istrinya , padahal kan tak perlu lagian mereka 6 bulan lagi akan pisah jadi sia sia saja bukan. "sabar ya nyonya bentar lagi caffee ice cream nyonya akan segeraa siap" "iya pak saya dengan senang hati akan menunggu hasil nya" jawab Tasya dan tak lupa senyum manis di bibirnya. "Oh iya nyonya selagi kami menyiapkan tempat dan dekor kami juga menunggu menu yang nyonya siapkan" "menu?" tanya Tasya yang bingung "iya menu? nyonya jualan masa nggak pakai menu" "iya jug aya pak ,baiklah nanti dirumah saya desain menu nya dan setelah itu saya kirim ke bapak lewat mas Niko" ucap Tasya "Baik nyonya" "yaudah pak kami berdua pamit, selamt bekerja ya pak" ucap tasya  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  Hari ini author update dua chapter semoga terhibur yaaa... cuaca dingin gini emang enak nya selimutan dan ditambah baca cerita dari author heheh selamat membaca dan jangan lupa besok author akan update lagi ..:)  dari dunia Halu  -Pearl
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD