Lelah

1101 Words
"Ada apa! kita belum selesai" Niko menahan tangan Tasya agar wanita itu tak pergi  "maaf tuan" ucap Tasya sebelum keluar dari mobil Niko mengejar Tasya sampai kedalam rumah.  "Ada apa !!" teriaknya saat Tasya sudah di genggaman nya..  "Tuan tolong lepaskan" ucap Tasya mencoba menarik tangan nya dari genggaman Niko  "tidak sebelum kau jelaskan"  "Ini nggak benar tuan"  "apa yang nggak benar !!" ucap Niko dengan suara nya yang meninggi   "Kita!!"  "Ha!?" "sudahlah tuan, tuan kembali ke nona Alexi saja. saya sudah lelah"   "Lelah? kau tak ngapa ngapain!! aku yg bekerja!! "  Tasya kesal karena Niko masih tak mengerti maksud nya bicara. di tinggalkannya Niko sendiri di ruang tamu lalu masuk ke dalan kamar nya dan tak lupa ia mengunci pintu nya dari dalam.   "TASYA!! TASYA!! BUKA PINTU NYA!! "teriak Niko dari luar   "Nggak! " teriak Tasya kembali  "kalau kamu nggak buka saya dobrak!" ancam Niko   "satu du- saat Tasya ingin membuka pintu nya tak lama kemudian ada suara nona Alexi mengintrupsi.   "sayang... kamu kenapa sii ribut sekali malam malam gini" ucap Alexi sambil menghampiri Niko yang masih mamtung di depan pintu kamar Tasya  "sudah kamu kembali ke kamar saja" ucap Niko   "tapi sayanggg... " Rengek Alexi  "ALEXI!! " bentak Niko tiba tiba yang membuat ibu hamil di depan nya mulai berlinangan air mata. Alexi merasa pedih.. bisa bisa nya Niko membentak nya padahal ia sedang hamil sekarang.   "kamu ngebentak aku" ujar Alexi yang sudah menteskan air mata nya Niko baru sadar dengan apa yang dilakukan nya. cepat cepat ia memeluk Alexi agar wanita nya itu tak menangis.   "sayang maaf... maaf ya" ucap Niko sambil menenangkan Alexi yang terus menangis "Kamu jahat, kamu lebih memilih wanita ini daripada aku !!"  "bukan gitu" "jadi apa!! bukti nya tadi aja kamu bisa bentak aku, padahal kamu tau aku sedang hamil anak kamu" "maaf ya, aku khilaf" "khilaf!!" Alexi meloot menatap Niko yang sekarang sudah berubah jadi cengengesan "sayang maaf, yaudah kita kembali ke kamar" ajak Niko sambil dituntun nya Alexi untuk berjalan sedangkan Tasya yang masih di belakang pintu dari tadi mendengar percakapan kedua sejoli itu. ada rasa pedih yang menusuk jantung nya berkali kali.  masih basah kecupan itu d**a nya tapi Niko bisa bisa nya secepat itu melupakan nya.  "kamu disini hanya istri pajangan jangan berlagak seperti istri beneran Tasya!!" ucap nya menekan kan pada dirinya. Tak lama pintu nya kembali di ketuk oleh seseorang  Tok...tok.. tok..  Tasya diam ia takut jika itu Niko "Nyonya ini bibik" ucap Bik Mirna pelan  Tasya perlahan bangkit dari tempat nya dan membuka pintu untuk Bik Mirna "nyonya sakit?" tanya Bik Mirna setelah ia masuk ke dalam kamar Tasya "tidak bik" Jawab Tasya lalu ia memilih untuk duduk di sofa yang ada di kamar nya. "tapi wajah nyonya pucat" "nggak kok bik" "mau bibik pijat?" "lagi nggak deh bik, bibik boleh tolong buat kan tasya Jahe hangat aja nggak?" "boleh nya, bibik ke dapur dulu ya nanti bibik bawakan untuk nyonya" "iya bik, tasya mandi dulu ya" "iya nya,bibik Permisi" setelah kepergian Bik Mirna Tasya masuk ke dalam kamar mandi ia membasuh tubuh nya dengan air hangat.  . . . Keesokan hari nya Niko dan Alexi sudah siap di meja makan. "Tasya mana bik?" tanya Niko ke Bik Mirna "Nyonya seperti nya sakit tuan" "sakit?" "iya tuan" Niko yang ingin beranjak dari kursinya ditahan oleh Alexi "sayang mau kemana?" "ke kamar Tasya bentar" "dia nggak papa kok sudahlah, kamu disini saja ya temani aku makan" "tapi sayang" Jurus maut pun di lancarkan oleh Alexi agar kekasih nya itu tak menjenguk ke kamar Tasya. "Sayang ini kemauan anak kamu looo... dia mau nya disuap sama kamu" rengek Alexi "ha?" "iya, kamu tau kan kalau ibu hamil itu suka ngidam" "tap- "kamu mau anak kita ngileran, aku mah nggak" "yaudah nanti ya setelah aku ke kamar Tasya" "kamu nii!!! kamu sayang anak kamu apa dia si!!"  "sayang..." "udah deh terserah kamu, biarin anak kamu ileran biarin.." Ketus Alexi yang hendak pergi namun di tahan lagi oleh Niko "yaudah iya sini aku suapin, bumil ngambekan mulu dari tadi malam" "kamu siii" Alexi kembali ketempatnya dan sesi makan suap suapan pun berlangsung ... setelah makan selesai Niko langsung segera pamit untuk kerja namun sebelum ituia menitipkan Tasya ke Bik Mirna, agar di bawa ke rumah sakit terdekat. . . . semenjak ada Alexi hidup Niko sedikit berubah , karena biasa nya jika pagi hari hendak berangkat kerja Tasya akan selalu ada didepan rumah mengantarkan nya kerja namun sekarang sudah nggak.  Alexi? wanita itu sangat tidak tau cara memuliakan suami.. ia hanya tau uang uang dan uang. meyiapkan pakaian kerja Niko saja ia tak minat dan Niko pun tak ingin dibuat pusing oleh nya jadi ia yang menyiapkan sendiri karena tak mungkin jika ia meminta Tasya yang melakukan nya karena sekarang mereka sudah tak sekamar dan lagian di kamar ini ada Alexi ta takut malah jadi boomerang perang. "lo kenapa bos?" tanya Yoga yang baru saja masuk ke ruangan Niko  "nggak" "lo nggak mau cerita ke gue" "nggak ada yang mau diceritain juga" "serius" "hm" "gue dengar Alexi sudah dirumah lo" Niko yang tadi nya sedang fokus dengan Laptop nya sekarang beralih menatap Yoga yang sedang duduk santai di sofa depan meja kerja nya.  "kenapa? lo pikir gue ngga tau apa" "sorry" "sorry buat apa?" "sudahlah aku sedang malas berdebat" ucap Niko pula "ya deh bos, tapi setidak nya lo harus cerita ke gue kenapa dia bisa kembali?" "dia nelpon gue" "serius?!" Tanya Yoga yang sungguh tak percaya dengan perilaku wanita buaya bisa bisa nya ia memulai hubungan yang sudah ia sendiri buang. "hm" "terus lo angkat?" 'kalau nggak , nggak mungkin kan aku sama dia balik" "tapi kenapa? lo kan tau dia sudah ninggalin lo" "Alexi nggak seperti yang lo pikir selama ini, dia ninggalin gue karena ada alasan" "apa alasan nya?" "mama yang minta dia untuk pergi" "dan lo percaya" "ya iya lah" "bos bos" Yoga geleng geleng mendengar kepolosan dari Bos nya , bisa bisa nya ia percaya dengan wanita jelmaan buaya putih itu. "dan dia hamil" "WHAT!!!" Yoga kembali ternganga dengan penjelasan bis nya barusan ini "aku senang sekali dia kembali dan nggak menggugurkan anak ku" ucap Niko dengan polos "Bos aku cuma mau kasih saran ke kamu kalau kamu mau bisa terima jika tidak  bisa usir aku . gini bos sebelum kamu percaya sama orang kamu harus tau dulu dia gimana , dan tolong jangan lepaskan berlian untuk batu kali" ucap Yoga  "Pergi"  "hm" Yoga undur diri untuk keluar >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  Selamat hari minggu para pembaca Author yang berbahagia semoga selalu happy terus yaaaa :) dan jangan lupa isi weekend nya dengan baca cerita cerita Author
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD