Diperjalanan
"jadi kita mau makan dimana?" Tanya Niko
"terserah tuan" Jawab Tasya
"kamu yang pilih"
"kan tuan yang mau makan"
"Tasya sekali aja kamu nurut bisa nggak" ucap Niko yang sedikit kesal karena Tasya yang selalu membantah nya.
"iya iya" jawab Tasya yang sedikit kesal karena dia kalah dari berdebat dengan Niko
"jadi dimana?"
"Disana" tunjuk Tasya asal karena ia juga bingung mau makan dimana
"dimana?"
"itu warung pinggir jalan sana"
"ha? disana? kamu serius?"
"iya tuan . tadi kan tuan yang tanya saya mau makan dimana, jadi saya mau nya makan disana"
"Tapi tidak disana juga, restoran banyak Tasya dekat sini kenapa harus disana si"
"emang kenapa tuan? apa beda nya dengan yang direstoran, ahh iya cuma beda tempat nya aja kan, tapi kalau soal rasa saya pikir sama saja dan disana lebih murah lagi "
"aku punya banyak uang jadi kau tak perlu pikir tentang uang!!"
"iya saya tau"
"jadi bener mau makan disana?" tanya Niko sekali lagi memastikan
"iya tuan" jawab Tasya pasti
Niko menyetir mobilnya ke warung pinggir jalan yang Tasya tunjuk tadi, di parkirkan nya mobilny di pinggir jalan dekat dengan warung itu.
lalu mereka turun berbarengan.
"ayok tuan"
"jangan panggil saya tuan jika kita diluar dan berdua" ucap Niko pelan sambil menggandeng tangan Tasya
berbunga bunga sudah hati wanita itu, sejak kapan Niko menjadi seromantis ini
"apa nona Alexi kurang ya?" pikir Tasya dala hati
Mereka memilih untuk duduk di pinggir karena hanya ada satu tempat itu yag kosong, Tasya memesan nasi goreng dan Niko Capcay.
"ada apa tuan?" Tanya Tasya karena Niko yang dari tadi gelisah tak tentu
"nggak"
"apa tuan baru kali ini ke tempat seperti ini"
"hm"
"ahh pantes saja"
"tuan coba deh nanti pasti tuan ketagihan"
Niko melotot menatap Tasyas, Tasya yang diplototin hanya diam tanpa menjawab ia bingung salah apa ia sampai sampai sang tuan suami melototinya seperti itu.
"sekali lagi panggil aku seperti itu" ucap Niko dingin
"ahh iya maaf" jawab Tasya sambil menggaruk garuk lehernya yang tentu nya sedang tak gatal.
15 menit kemudian pesanan mereka sampai.
"mari dimakan mba mas"
"terimakasih buk" ucap Tasya tulus
"sama sama" ucapb ibuk tersebut lalu segera pamit karena masih banyak pelanggan yang perlu di layani nya.
"ayo dicicip m-mas" ucap Tasya yang sedikit gugup ketika memanggil Niko dengan sebutan mas
"hm"
Niko mengambil sesuap nasi yang dicampurnya dengan capcay miliknya dan mengunyah nya pelan.
"gimana enak kan?" tanya Tasya
"tidak buruk"
"ahh bilang saja enak" ucap Tasya seperti mengejek
Niko tak mengubris nya ia malah sibuk menyantap nasi dan capcai miliknya.
mereka pun menjadi diam dan mulai untuk makan.
setelah selesai makan NIko dan Tasya langsung keluar untuk membayar makanan mereka yang tentunya Niko yang bayar dan Tasya menunggu di sampingnya.
Setelah membayar Niko ingin berjalan ke arah mobil namun di tahan oleh Tasya.
"ada apa?" taya Niko
"boleh aku beli itu?" Ucap Tasya sambil menunjuk gulali yang tak jauh dari nya.
"yaudah ayok"
"benarkah"
"hm"
"yeay" ucap Tasya sambil ingin berlari namun segera di tahan oleh Niko
"kenapa?"
"kalau kamu berlari kita tak jadi beli"
"ahh iya iya maaf" ucap Tasya
Niko menarik tangan Tasya dan membawanya ke tempat gulali yang di inginkannya.
setelah sampai Tasya langsung mengambil gulali nya yang berwarna merah dan biru masing masing satu.
dan Niko yang bertugas membayar semua nya.
setelah itu mereka langsung kembali kedalam mobil.
di dalam mobil
"terimakasih" ucap Tasya tulus
"hm"
"terimakasih" ucap tasya lagi
"hm"
"terimakasih"
"iya iya sama sama" jawab Niko yang sedikit meninggikan suara nya yang tentu saja membuat Tasya menjadi tertawa terbahak bahak karena menurut nya Niko lucu.
"kenapa kenapa kamu ketawa?"tanya Niko sambil mencubit kedua pipi milik Tasya yang tentu saja membuat wanita itu langsung berhenti tertawa
dan mereka berakhir denganbertatap tatapan satu sama lain.
Niko mengelus pipi Tasya yang sekarang sedang merah padam seperti udang rebus. ia tau bahwa wanita nya itu sedang malu dan itu membuat nya menjadi lebih lucu dan menggemaskan.
Niko mendekatkan wajah nya ke Tasya , diraup nya bibir ranum milik Tasya awal nya Niko hanya menyatukan bibir mereka namun lama kelamaan ciuman itu manjadi lebih agresif. yang membuat Tasya menjadi sulit untuk bernapas karena keaktifan dari Niko.
Niko melepaskan bibir nya dari Tasya agar Tasya dapat mengambil oksigen terlebih dahulu setelah itu di raupnya kembali bibir Tasya namun sekarang ia ingin lebih dari sekedar ciuman.
Tangan nya mulai liar diatas tubuh Tasya di lepasnya kaitan BR* milik Tasya , di remas nya gundukan kembar milik Tasya yang membuat sang empunya mendesah pelan.
yang membuat Niko menjadi lebih semangat untuk bermain dengan nya.
ketika mereka sedang asyik bermain tiba tiba saja ketukan dari kaca mobil milik Niko mengejutkan mereka berdua.
Niko langsung menghentikan permainan nya dan di tutupnya kembali pakaian milik Tasya dan merapikan posisi duduk nya.
di buka nya kaca mobilnya, ternyata yang mengetuk kaca mobil nya adalah tukang parkir.
"ada apa ?!" tanya Niko yang wajah nya sudah dingin dan kesal
"maaf mas jika ingin bermain jangan disini, disini jalanan banyak orang yang lalu lalang" ucap tukang parkir itu lalu pergi meningnggalkan mereka berdua, Tasya sangat sangat malu mendegar penuturan dari tukang parkir itu ditutop nya wajah nya dengan tangan nya.
Niko yang tau itu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan yang sedang ramai.
"maaf" ucap Niko
Tasya tak menjawab , ia sekarang sedang malu bisa bisa nya mereka main di pinggir jalan ramai.
"aisss Tasya di mana otak mu !!!" ucap nya dalam hati
Niko tak peduli yang dipikirkan nya adalah cara menuntaskan hasrat nya yang sudah ON, mereka sudah terlanjur basah bermain dan sekrang ia sedang ngac*ng. jika tak di tuntaskan ia bisa pusing dan sulit tidur.
Sesampainya digarasi rumah Niko langsung menarik Tasya yang berada disamping nya untuk duduk di atas pangkuan nya.
"TUAN!!" ucap Tasya yang masih terkejut dengan kelakuan Niko yang tiba tiba.
"kita belum selesai" ucap Niko dan tanpa basa basi di raupnya kembali bibir milik Tasya dan dengan sangat agresif di lumat nya yang membuat Tasya lagi lagi sulit untuk mengimbangi permainan nya.
tangan Niko tak diam dibukanya kembali pakaian atas milik Tasya dilepas nya BR* yang tadi dan dibuang nya sembarang, lalu kecupan nya berubah posisi dari bibir Tasya ke gundukan menantang di hadapan nya.
Tasya mengerang beberapa kali ketika Niko yang sangat fasih bermain disana. ketika mereka ingin masuk ke kegiatan inti distu Tasya mulai tersadar dengan apa yang mereka lakukan.
Tasya menarik dirinya jauh dari Niko walau awalnya Niko tak melepaskan nya namun dengan kekuatan ntah dari mana ia menjauh dari Niko.
dipakai nya kembali pakaian yang dilepas oleh Niko tadi.
"ada apa kita belum selsai !!!" ucap Niko yang mencoba menghentikan Tasya
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
tengah malam author lanjut nulis :)
semangat semangat dan selamat weekend untuk para readers author