Chap 90

1076 Words
“Kalau lo?” Bella berbalik bertanya pada Niko, rasa penasaran nya yang dari tadi ia tahan sekarang sudah tampak di permukaan. “Im fine. As you see” ucap Niko sambil menyeruput kopi di depan nya. “Istri lo?” “Gue cerai” “Ke 2 kali?” “Lo tau?” “Sure, gue sama lo sama sama pengusaha yang cukup terkenal ya walaupun lo yg paling terkenal dan karena terkenal nya lo jadi tiap masalah masalah yang lo hadapi pasti cepat banget nyebar dan itu sudah nyampe ke telinga gue” “Kalau lo tau kenapa malah nanya, belum puas?” “Bukan gitu, kan kalau nanya lebih real” “Hm, ada lagi?” “Are you okey?” “Okey” jawab Niko “Kalau lo butuh sesuatu bilang aja sama gue, pasti gue bantu kok. Seperti dulu lo bantu gue” “Okay thank ya” “Iya” Niko hendak pergi namun di tahan oleh Bella. “Ada apa?” Tanya Niko “Boleh gue numpang? Gue nggak bawa mobil” “Asisten lo?” “Mereka mau ke konstruksi” “Yaudah” “Thanks” Mereka sama sama ke mobil Niko yang berada di tempat parkir. Di perjalanan “Bisa nanti mampir bentar nggak?” Ucap Bella “Kemana?” “Ke PG anak gue” “Anak?” “Bukan anak kandung” “Tunjuki aja jalan nya” “Oke” ***** Tasya dan anaknya, Via. sekarang sedang dalam perjalan menuju ke sekolah baru Via, gadis kecilnya itu selalu merengek ingin bersekolah. Karena itu Tasya menuruti nya toh yang di minta Via bukan lah hal yang buruk. “Nanti jangan nakal ya, turuti kata ibu bapak guru” “Siap maa..” Walaupun Via tinggal di jepang selama 5 tahun, namun bahasa yang dipakai oleh Tasya dalam mendidik Via tetap lah bahasa Indonesia. Karena itu Via bisa 2 bahasa indonesia dan jepang. Dan Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Playgroup. “Selamat datang mama Via” ucap buk guru yang sedang berada di depan gerbang menerima anak murid yang datang. “Iya buk, may tanya saya kemana dulu ya?” Tanya Tasya “Mama ke ruang ibuk kepala sekolah aja, ruangan nya ada di lantai dua” “Baik, terimakasih buk” ucap Tasya begitu pula yang di lakukan oleh Via. Tasya dan Via menyusuri sekolah yang luas nya seperti playgroup pada umumnya. “Ma Sekolah Via besar banget ya?” “Iya, Via suka nggak?” “Suka banget ma, makasih ya ma” “Sama sama” Mereka pun sampai di ruang kepala sekolah, sebelum masuk Tasya mengetuk pintu terlebih dahulu. Setelah ibuk kepala sekolah membuka pintu dan mempersilahkan nya masuk barulah ia masuk. “Selamat datang mama Via” sapa ibuk kepala sekolah saat mereka sudah sama sama duduk di sofa ruang kepala sekolah “Iya buk” “Sebentar ya buk, nanti guru nya Via datang kemari” “Baik buk” “Via ...” panggil ibuk kepala sekolah “Iya ibuk” jawab Via malu malu. Seseorang masuk, dengan postur tak terlalu tinggi, memiliki lesung pipi dan kulit sawo matang khas indonesia. Dia berdiri di samping ibuk kepala sekolah. “Perkenalkan ini wali murid nya via” ucap Ibuk kepala sekolah “Perkenalkan saya ibuk Talia, wali kelas Via nanti ma” ucap ibuk Talia sambil menjulurkan tangan nya dan di balas oleh Tasya “Iya buk, saya mama Via. Nama saya Tasya. Saya tititp Via ya buk” “Iya ma” Setelah perbincangan singkat Via dibawa oleh ibuk Talia ke kelas nya. “Kalau gitu saya juga permisi buk”ucap Tasya “Iya ma” ******* Setelah sampai di parkiran sekolah “Boleh minta tolong lagi nggak?” “Hm?” “Temani gue masuk” “Buat apa? Lo aja” “Pleaseee” “Nggak” “Sekali ni doang, besok besok gue nggak minta lagi kok” Niko mendenguskan napasnya kasar lalu keluar dari mobil dan begitu pula Bella, wanita itu begitu semangat sampai sampai ia hampir terjatuh. “Kemana?” “Jemput anak gue” “Gue tunggu di dalam, kan cuma jemput” “Eh eh tunggu dulu” Bella menahan lengan Niko “Temani gue masuk” “Ngapain” “Kepala sekolah manggil, dan gue nggak tau kenapa” “Hm oke” Bella dan Niko masuk beriringan menuju ruang kepala sekolah. Sampai di depan pintu ruang kepala sekolah Tasya keluar dari sana. Dan betapa terkejutnya Niko begitu pula sebaliknya Tasya. “Tasya” ucap Niko Tasya tak menjawab ia malah memilih pergi dari sana, Niko pun mengejar nya. “Sya ... Tasya” teriak Niko Tasya tetap tak menjawab, ia berlari menjauh dari Niko dan berharap pria itu tak menemui nya. Saat sampai di depan pintu mobil tasya pun buru buru masuk namun segera di tahan oleh Niko. “Tasya” “Mas lepas” “Kamu mau kemana ha?! Mau kabur lagi!!” “Mas tolong” “Nggak, aku nggak bakal ngelepas kamu lagi!! Nggak Tasya” “Aku mohon” “Aku bilang nggak!!” Niko menarik Tangan Tasya untuk keluar dari mobil dan membawa nya menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari mobil Tasya. “MASUK”perintah Niko “Nggak mau” “Masuk atau aku paksa” “Mas kamu nggak berubah!!” “Aku nggak pernah berubah!! Masuk” perintah nya lagi Tasya dengan berat hati masuk ke mobil Niko. Dan Niko pun segera menutup mobil nya. Dan menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah. Di perjalanan sekolah Niko dan Tasya sama sama tak bersuara. Keduanya memilih bungkam sampai akhirnya.Niko memakirkan mobil nya disebuah rumah. “Rumah siapa ini mas?” “Rumah aku” ucap Niko dengan aura dingin nya “Mas aku nggak mau!! Jangan paksa aku mas tolong” “Aku nggak akan maksa kamu kalau kamu tidak berontak dan kabur lagi” “Mas aku sama kamu sudah nggak ada lagi hubungan” “Hubungan di antara kita masih ada” “Kita sudah cerai mas, apa kamu lupa?” “Aku akan menikahi mu lagi” “Mas ...” pekik Tasya “Aku pikir setelah aku pergi 5 tahun kamu sudah berubah tapi ternyata sama aja, kamu masih egois” “Kenapa kamu pergi ? Kenapa? Dan dimana anak anak kita?” “Anak kamu sudah nggak ada mas” >>>>>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD