sinar matahari perlahan masuk ke celah dari jendela besar rumah mewah yang sekarang sedang di tempati oleh Alexi.
sepsanag insan manusia terlihat masih tertidur pulas dengan nasfas masih terdengar mendengkur halus saling berbpelukkn satu sama lain nya tentunyya dalam keadaan polos tanpa pakaian.
sang wanita yg sekarang sedang hamil itu merasa nyaman berada dipelukan sang kekasih dimana hal yang seperti ini sudah lama tak mereka lakukan lagi , sebab Niko yang sudah jarang menyempatkan waktunya untuk Alexi.
Niko menggerak kan badan nya kesana kemari.
"Tasya" ucap pria itu yang masih dalam keadaan tidur yang sontak saja membuat wanita yang sedang di peluk nya merasa sakit hati bagaimana tidak pria nya menyebitkan wanita lain di saat mereka sedang berpelukan begini dan di tambah semalam mereka sudah bercinta lebih dari 3 kali karena mengingat Alexi yang sedang mengandung jika tidak mungkin Niko akan melanjutkan nya sampai ke ronde ke 7. sebab Niko selalu merasa kurang puas jika hanya sebentar.
Alexi berdiri lalu segera ke kamar mandi, wanita itu membasuhi tubuh nya yang lengket akibat pertarungan bercinta semalam.
Alexi yang sudah selesai mandi pun ia keluar dengan Bathrobe nya , dan saat ia melangkah keluar ia melihat Niko yang sudah sibuk dengan HP nya. bahkan tak peduli dengan Alexi.
Bumil itu segera ke walk in closet nya , ia mengganti pakaian nya. sebelum keluar ia mengambil pomsel nya dan mengirim pesan ke seseorang.
Alexi
Lo sudah memikirkan rencan itu?
Rega
Ohhh.. kenapa harus terburu buru ? Honey
Alexi
Gue bukan Honey loo, Najis..
Rega
Yaelah .. siapa juga yang mau sama lo
Alexi
Jadi sudah dapat rencena nya?
Rega
Nanti kita ketemuan di Café XX, gue certain disana. Dan ingat jangan telat gue ada kunjungan hari ini!
Alexi
Ok
setelah membalas pesan terakhir dari Rega , Alexi buru buru memasukkan handphone nya ke saku celana lalu segera keluar.
"sayang , nggak mandi?" Tanya Alexi sambil berjalan ke arah Niko yang masih sibuk dengan HP nya
"nanti" jawab Niko datar
"kamu kenapa si?" Alexi mencoba menggoda pria itu lagi pagi ini.
"Al jangan macem macem, kamu lagi hamil . aku nggak mau ya anak kita keluar sebelum waktu nya" peringat Niko dengan suara datar nya
"kamu kenapa sih , sekarang berubah banget .. nggak seperti dulu !! kamu nggak manjain aku lagi !!" kesal Alexi dengan nada suara yan agak tinggi
"aku lagi malas berantem Al"
"kamu sudah cinta kan sama istri kamu?"
"bukan gitu"
"terserah deh" ucap wanita itu lalu segera pergi
.
.
.
5 Jam kemudian
Alexi berlari dari arah kamar nya menuju keluar rumah
"Nona jangan berllari" ucap Bik Ratih asisten pribadi yang Niko pekerjakan untuk merawat Alexi jika ia tak ada.
Alexi tak menjawab ia acuh saja lalu segera masuk ke mobil TAxi yang sudah ia pesan sejak 15 menit yang lalu, karena nggak mungkin jika ia pakai sopir yang dipekerjakan oleh NIko bisa bisa nanti sopir ini ngadu lagi.
ALEXI POV
"cepat ya pak" perintah ku pada pak sopir yang seperti nya usia nya 50 tahun ke atas.
tak berapa lama taxi yang aku tumpangi sudah sampai di Cafe yang tadi di beritahu Rega, dokter Gila itu.
Alexi segera masuk dan mencari sosok pria yang ingin ia ketemui, dan benar saja Rega sudah menunggu nya di pojok ruangan dengan kopi yang seperti nya sebentar lagi akan habis.
"LAMA" ketus Rega sesaat Alexi menjatuhkan bokongnya di atas kursi tepat di depan Rega.
"maaf, tadi ada mama nya Niko , nggak mungkin kan gue kabur. bisa bisa nggak jadi diangkat mantu nya gue"
"ya udah lo pesan dulu aja" perintah Niko dengan wajah nya yang masih kesal
Alexi mengangkat tangan nya sebelah, dan seorang pelayan yang ada diketnya pun segera mendekat.
"mau pesan ya buk?" tanya pelayan itu
"iya"
"ini menu nya"
"nggak usah, gue pesan spageti sama Ice Lemon"
" Ice Lemon ? gila lu ya " ujar Rega yang tidak habis pikir dengan jalan pikir wanita di depan nya
"emang kenapa?"
"waktu lo cek kedokter kandungan lo di jelasin kan apa apa aja yang boleh dan nggak boleh dimakan dan di minum oleh ibuk hamil!"
"ntah lupa gue" jawab Alexi
"ganti"
"siapa lo nyurih nyruh gue ganti!"
"gue bukan siapa siapa lo tapi gue sudah mengucap janji kedokteran!! gue nggak bisa tutup mata kalau lihat kek ni di depan gue !!"
"tapi gue pengen ice Lemon"
"ganti ! lo mau anak lo kenapa kenapa !! dan lo nggak jadi nikah sama Niko" ancam Rega
"iya iya"
"air mineral saja"
"baik mba mas , mohon tunggu ya pesanan nya seang di proses" ucap pelayan tersebut lalu segera pergi
"sekarang lo cerita"
.
.
.
TASYA POV
"ah lelah nya" ucap wnaita itu seelah menyeka keringat yang terus bercucuran di dahiya.
"mba kalau capek duduk aja" ucap karyawan nya Risa
Tasya meminta Risa untuk memanggil nya mba, sebab ia sudah menganggap gadis berumur 19 tahun ini seperti adiknya sendiri. Risa punya sifat yang easy going, Lucu penuh semangat. rasanya hanya duduk di samping Risa energi sudah terkumpul penuh.
"nggak kok kan sudah lama aku nggak kesini"
"mba kemana aja? jangan jangan bulan madu ya..." tuduh Risa
"ih kamu nih, nggak kok aku beberapa hari ni sibuk bolak balik rumah sakit"
"mba sakit?" Tanya Risa dengan wajah oenuh khawatir nya.
"nggak bukan aku ris, itu mertua aku sama bibik dirumah"
"ta tuhan yang kuat ya mba"
"terimakasih dedek Risa gemes" ucap Tasya
Sesaat mereka sedang bersenda gurau satu sama lain Handphone Risa tiba tiba bergetar. dan gadis itu langsung terkejut dengan nama yang tertera di layar Handphone nya.
Bismillah, semoga dia nggak ngomel karena aku ngajarin yang sesat ke istri nya monolog Risa.
Tuab Bos:
“dimana?
Risa
Di café tuan bos
Tuan Bos a.k.a Niko
Tasya mana?
Risa
Di samping saya tuan
Tuan Bos
Beri HP kamu ke dia
Risa
Baik tuan
"Nyonya ini" ucap Risa lalu memberi handphone nya ke Tasya.
Tasya :
Halo?
Niko :
Kenapa aku telpon nggak diangkat
Tasya :
Maaf HP aku di atas
Niko:
Ambil Hp kamu Tasya!!
Tasya :
Iya mas , maaf.
Niko :
Nanti pulang aku jemput
Tasya :
Aku sama pa-
Niko :
Tidak ada penolakan !
Ucap Pria itu lalu menutup panggilan telpon nya
"makasih ya Ris, oh iya aku pamit ke atas dulu." ucap Risa lalu segera mangkir keruangan nya sebab ia malas harus berdebat kembali dengan suami nya. hanya perihal nggak megang HP.
>>>>>>>>>>
To Be Continue