Chap 53

1061 Words
Selagi mereka berdua berdebat, Bik Mirna yang sudah sadar 5 menit yang lalu kembali merasa pusing karena nyonya dan tuan nya yang tak berhemti beradu argumen. apa mereka lupa dimana mereka sekarang. Bik Mirna mencoba memanggil nyonya nya namun sang nyonya tak menggubrisnya karena sedang berdebat dengan sang suami karena lelah di anggurkan Bik Mirna kembali memejamkan matanya dan berharap perdebatan yang sedang berlangsung Live di depan nya ini berakhir sudah. Dan benar saja handphone milik Niko bergetar, pria itu segera menganggkat nya sebab nama yang tertera di layar ponsel nya tak memungkin kan untuk tak dijawab. Tasya yang di tinggal langsung berbelok ke arah Bik Mirna, sesaat ia berbalik ia terkejut sebab Bik Mirna sudah sadar. "Ya ampun bibik sudah sadar" ucap Tasya lalu ia segera berjalan ke arah sisi ranjang Bik Mirna "iya nya" jawab Bik Mirna dengan suara lemah. "alhamdulillah, maaf ya bik , gara gara Tasya bibik jadi sakit gini" ucap Tasya penuh penyesalan dengan wajah sendu nya. "iya nggak papa nya, kan ini juga pekerjaan bibik. kenapa di bawa keruma sakit nya? ke puskesmas kan bisa" "tenang aja bik ada mas Niko.. masa bibik di bawa ke puskesmas. percuma dong bibik kerja sama orang kaya jika masih ke puskesmas kalau sakit" ucap Tasya "makasih ya nya" ujar bibik tulus "kok sama aku bik, yang biaya in ini semua mas Niko" "tapi kan kalau bukan nyony- "ah bibik" "nyonya baik baik saja?" tanya Bik Mirna sambil mengelus punggung tangan Tasya "baik kok bik" jawab Tasya sendu "nyonya benar kok" "apa nya bik?" "yang nyonya ucapkan tadi, bibik setuju.."  "ahh... makasih ya bik.. bibikk dengar semua?" "maaf nya.. soalnya bibik panggil panggil nggak ada yang dengar.. maaf ka- "nggak papa kok bik , yang salah kami bukan bibik bisa bisa nya berantem di tempat umum" potong Tasya "Kalau nyonya sayang sama tuan, nyonya harus memperjuangkan nya nyah" "nggak kok bik" "bibik hanya kasih saran ke nyonya, bibik setuju semua yang nyonya pilih" "terimakasih bik, selalu di pihak Tasya" "sama sama nya" . . . Hari ini Alexi sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter yang merawat nya. ia di bantu oleh pembantu dan salon mama mertua nya. mama Linda "Niko mana , Al?" Tanya mama Linda "nggak tau ma" "kok nggak tau? Niko tak kemari semalam" "nggak ma" "ya ampun anak itu !!!" berang Mama Linda, ia pun langsung memencet nomor telpon anak tunggal nya dan memanggil nya tak berselang lama panggilan nya di sambungkan "iya ma" ucap Niko di seberang "KAMU DIMANA?" ucap mama Linda aka mama NIko dengan suara lantang "kenapa ma?" "kenapa!! kamu nggak tau kalau Al hari ini pulaang ha !! NIKO !!" "tau tau, iya aku sudah di rumah sakit bentar lagi kesana" "kamu bohong !!" "mama kenapa nggak percaya banget si sama anak sendiri" "gimana mau percaya kalau kamu suka nya bohong" "bentar lagi aku sampai, aku tutup ya" ucap Niko sebelum menutup panggilan telpon. Ya gimana gak cepat sampai barang tu Niko emang di rumah sakit yang sama. ia hanya butuh waktu 2 menit untuk sampai ke kamar Alexi yang berada di lantai 5. Sebelum masuk pria itu pastikan untuk mengatur emosi nya terlebih dahulu, sebab amarah nya terhadap Alexi tempo hari masih membekas. "aku sampai" ucap Niko setelah masuk keruangan Alexi yang benar saja bahwa di sana ada mama nya yang sedang memakan buah bersama Alexi di samping nya. "mama pikir kamu bohong" ucap Mama Linda sambil merangkul anak tunggal nya dengan manja. "mama mah kebiasaan emang" "yaudah ayok pulang" ajak mama Linda yang di jawba anggukan pasti dari Niko dan Alexi. mereka berempat pun segera meninggalkan ruangan inap yang sudah di tempati kurang lebih 3 hari. sesampai nya di parkiran Niko seperti biasanya akan membuka pintu untuk Alexi. wanita itu duduk di samping Niko sedangkan mama nya duduk di belakang berbarengan dengan perawat Alexi. Di perjalanan mereka tak banyak bicara hanya diam. "kapan kalian akan menikah?" celetuk mama Linda, mama nya itu sellau menanyakan perihal pernikahan ke Niko. dan selalu di jawab oleh Niko sebentar lagi padahal pria itu sedang ragu sekarang. "lagi dipersiapkan ma" ucap Niko asal "syukurlah, mama senang jika kamu cepat menikah dengan Alexi dan menceraikan istri kamu itu"  Niko tak menjawab ia hanya berdehem saja, sedangkan Alexi wanita itu bak sudah berada di langit ke tujuh setelah Niko bilang jika ia sudah mempersiapkan pernikahan mereka.  bahkan wanita itu sempat berpikir untuk tak melanjutkan aksi memisahkan Niko dengan Tasya, namun setelah di pikir pikir ia harus melakukan itu sebba Tasya adalah bomerang baginya sekarang. dan bisa saja wanita itu meledak. sesmapai nya dirumah Niko menggandeng Alexi masuk kedalam rumah sampai ke kamar mereka. dan setelah sampai di kamar mereka Niko melepaskan gandengan nya lalu segera masuk ke kamar mandi.  Alexi tak peduli yang terpenting ia dan Niko akan menikah secepatnya, ia sudah tak sabar jika anak yang di kandung nya akan menjadi perwaris dari perusahaan Hartanto Group di mana Perusahaan ini adalah perusahaan terkaya di Indonesia bahkan perusahaan Hartanto Group sangat di takuti oleh perusahaan luar karena kuat nya pertahanan mereka. Setelah keluar dari kamar mandi Niko langsung di peluk oleh Alexi sebab wanita itu sudah menunggu nya sejak tadi. "kamu masih marah?" tanya Alexi dengan menggesek gesekan tubuh nya di tubuh Niko. "sudah lah, aku mau makan" ucap Niko yang ingin melepaskan ALexi dari tubuh nya namun ntah dapa kekuatan dari mana wanita itu menahan tubuh Niko. "aku minta maaf, jangan marah lagi ya sayang" Niko menjawab nya dengan berdehem ia sedang capek berdebat sebab baru 30 menit yang lalu ia habis berdebat dengan istri sah nya Adara Tasyani Hartanto. "kamu masih marah ya?" "aku lapar" "gimana kalau kita makan satu sama lain saja" ajak Alexi sambil terus menggesakan tubuhnya dengan tubuh Niko, bahkan tangan nya yang liar sudah menangkup milik Niko. Niko yang emang dari sana nya pria normal ia emang sudah tak tahan dari tadi namun karena egois ia bisa menahan nya, tapi sekarnag tidak ia menarik tubuh ALexi lalu memba wanita nakal itu ke atas ranjang. dan ritual malam mereka pun terjadi, Niko yang tadi nya lapar tiba tiba saja sudah kenyang.  dan setelah melakukan penetrasi berulang kali Niko merebahkan tubuh nya yang lelah di sebelah Alexi lalu tidur sambil memeluk tubuh polos wanita yang sudah sejak beberap menit yang lalu sudah tertidur.  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>   To be continue.. Semoga suka maaf jika tak sesuai ekspektasi kalian jangan lupa Like dan komentar nya yaaa... :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD