bab 15

1343 Words

Pagi di rumah sakit selalu datang dengan ritme yang berbeda dari rumah biasa. Aroma antiseptik masih tajam, bunyi sepatu perawat berganti-ganti shift menjadi musik latar, sementara cahaya matahari menembus kaca jendela besar, menyinari ruangan dengan cahaya kuning lembut. Celine terbangun lebih pagi dari biasanya. Rambutnya sedikit berantakan, tubuhnya pegal karena semalaman tidur dengan posisi duduk di kursi samping ranjang ibunya. Selimut tipis yang menutupi tubuhnya jatuh perlahan, dan baru saat itu ia sadar—itu bukan selimut miliknya. Itu jaket Edward. Masih hangat, dan masih dengan aroma kayu manis yang khas. Ia menoleh, dan menemukan Edward yang ternyata sudah bangun lebih dulu. Pria itu berdiri di dekat jendela, tubuhnya disinari cahaya pagi. Dengan kemeja sederhana yang kusut kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD