Hari kepulangan Bu Ratna dari rumah sakit tiba lebih cepat dari yang Celine perkirakan. Dokter memastikan kondisinya stabil, hanya perlu kontrol rutin dan menjaga pola makan serta istirahat. Bagi Celine, kabar itu seperti angin segar sekaligus badai kecil. Ia berdiri di depan ranjang ibunya sambil membereskan tas berisi pakaian dan obat-obatan. Jemarinya sibuk, tapi pikirannya berlarian ke arah yang lain. Apa setelah ini Edward akan kembali ke dunianya yang sibuk? Hampir seminggu terakhir, pria itu berubah jadi sosok yang berbeda. Ada di sisinya setiap pagi, membelikan sarapan, mendengarkan keluh kesah, bahkan rela tidur di kursi keras rumah sakit hanya supaya tidak meninggalkannya sendirian. Dan Celine, meski berusaha keras menyangkal, tidak bisa membohongi dirinya sendiri—ia menyukai

