bab 21

1320 Words

Malam di rumah kecil itu semakin sering dipenuhi suara tawa. Meski Edward masih dikejar urusan bisnis dan tekanan dewan direksi, ia tetap berusaha menjaga satu hal: waktu bersama keluarganya. Celine menyadari perubahan itu—dan perubahan itulah yang menjadi penyembuh luka lama di hatinya. Suatu malam, setelah makan malam sederhana dengan sop ayam buatan Celine, Edward mengajak istrinya keluar ke halaman belakang. Bu Ratna sudah masuk kamar lebih dulu, memberi ruang bagi keduanya. “Cel, ayo ikut aku,” ucap Edward sambil menggenggam tangan istrinya. “Ke mana? Jangan bilang kamu mau ajak aku kerja lembur di ruang kerja kamu,” jawab Celine dengan senyum menggoda. Edward tertawa kecil. “Kali ini bukan kerja. Aku mau kasih kamu sesuatu.” Mereka berjalan ke halaman. Lampu taman kecil menyinar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD