bab 18

1176 Words

Udara malam masih menempel di kulit ketika mobil mereka melaju perlahan meninggalkan keramaian pasar malam. Celine duduk diam di kursi penumpang, matanya masih menatap keluar jendela, seperti enggan benar-benar melepaskan sisa cahaya warna-warni yang tadi membuat hatinya hidup kembali. Di tangannya, boneka kecil hadiah dari Edward masih ia genggam erat, seolah takut lenyap jika dilepaskan. Edward menoleh sekilas ke arah istrinya. Ada sesuatu di wajah Celine malam itu yang membuatnya semakin yakin—ia telah mengambil keputusan tepat untuk membawa mereka keluar. Senyum samar, mata yang berkilat meski tampak letih, dan genggaman kecil di boneka itu cukup jadi bukti bahwa ia berhasil menyentuh hati yang selama ini terasa jauh. “Capek?” Edward membuka percakapan pelan, khawatir ia mengganggu l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD