Disebuah rumah bangunan model kuno berlantai dua, namun tetap terlihat megah, dua orang laki- lakindan perempuan sedang menyantap makan siang mereka dengan khidmat, hanya dentingan sendok dan garpu beradundengan piring yang terdengar. Mereka adalah Mr. & Mrs. Green.
Pelayan dengan sigap menyiapkan menu penutup mulut berupa puding buah segar.
" Silahkan kalian istirahat jika semua sudah selesai disiapkan. Makan saja semua yang sudah kita masak tadi. " Ucap Mrs. Alexa Green kepada dua orang asisten rumah tangga yang sedang melayani mereka
" Baik Nyah! Kalau begitu kami permisi dulu." Jawab mereka
" Nanti biar piring- piring kotor ini saya yang bersihkan, kalian nikmati saja makan siangnya."
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan tuan dan nyonya mereka. Mereka mempunyai 10 orang asisten rumah tangga yang bertugas dengan keahlian masing- masing, mulai dari Security, rukang kebun, sopir pribadi, bersih- bersih rumah, mencuci baju, kecuali memasak dan mencuci pakaian dalam telah dikerjakan oleh Mrs. Alexa sendiri. Tidak etis katanya jika pakaian dalam dipegang orang lain, sedangkan untuknurusan memasak, akan lebih afdol jika keluarganya makan dari hasil masakannya sendiri, agar lebih dicintai, dan itu terbukti benar, sebab suami dan anaknya akan protes jika Mrs. Alexa tidak memasak, mereka bilang bahwa masakan ibunya tetap nomor satu dibanding masakan koki terkenal. Kini berkurang saru orang asisten rumah tangganya, Bik Siti, yang sekarang bertugas menjaga dan membersihkan apartemen tuan muda mereka, yaitu Victor Hutama Green.
Untuk memu makanan, keluarga Green juga tidak pernah membeda- bedakan antara majikan dan pembantu. Kecuali ketika selera mereka tidak sama karena kebanyakan orang kampung tidak bisa makan makanan orang bule seperti mereka, maka Mrs. Green mengijinkan asistennya itu memasak menu lain yang dirasa mereka semua suka dan tentuny tidak boleh kurang gizi. Oleh sebab itulah, asisten rumah tangga disini awet- awet dan bahkan ada yang pengabdiannya dilanjutkan oleh anaknya, seperti Bik Yah yang sudah sakit- sakitan dan kini digantikan oleh anaknya Nur. Bahkan pengobatan Bik Yah juga ditanggun oleh keluarga Green.
" Apa kamu sudah berbicara dengan Victor sayang?" Tanya Mrs. Alexa Green kepada suaminya sambil menyodorkan potongan puding buah ke suaminya itu.
" Sudah sayang, dan dia akan segera menyelesaikan berkas- berkasnya." Jawab Mr. Green sambil menyuapkan satu sendok penuh puding buah itu kemulutnya.
" Tentang Vreux?" Mr. Green sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan istrinya ini.
" Dia sudah kuperingatkan, tapi mungkin dia tidak akan mendengarkanku kali ini. Apalagi Vreux sendiri akan kembali. Dia pasti akan menanyakannya." Ucap Mr. Green
" Bagaimanapun juga, kita tidak akan penah bisa menutupi selamanya sayang. Kebenaran pasti terungkap. Dan sekarang Vreux sudah berhasilmengembalikan semuanya seperti semula. Meskipun harus mengorbankan Olla dan Sam. " Nada Mrs. Alexa terdengar getir ketika dia menyebutkan nama Olla dan Sam.
Mr. Green menghentikan kegiatan memotong pudingnya, kemudian tangan kirinya menggenggam tangan istri tercintanya itu.
" Karena itu aku tidak ingin Victor ikut terlibat. Jika sekarang dia mengetahui kebenarannya, kurasa sekarang sudah aman." ucapnya lembut.
" Dan dia sama sepertimu, insthink nya sungguh tajam. " Mr. Green melanjutkan sambil terkekeh.
" Itulah cinta sayang, semoga memang benar adanya. " Jawab Mrs. Alexa sambil tersenyum hangat. Mereka kemudian kembali menghabiskan potongan puding terakhir. Mrs. Alexa kemudian mengangakat peralatan makan yang kotor dan mencucinya.
" Heehh..kasian Sukma, pasti dia sangat tersiksa atas kepergian putrinya. Seperti aku yang tersiksa kehilangan Sam. Percayalah Sukma, mereka baik- baik saja." Desah Mrs. Alexa. Setelah selesai merapikan semuanya, dia menyusul suami tercintanya yang sudah lebih dulu bersantai ditaman belakang.
*
Sementara itu...
" Waaahhh..ramai sekali! Aku tak menyangka restonya akan seramai ini! " Pekik Bella, matanya berbinar- binar.
" Apakah kita akan cepat dapat makanannya? Perutku sudah sangat lapar! " Tanya Victor sambil melepaskan seatbeltnya.
" Tenang saja, aku sudah memesan menu makanan dan tempat untuk kita berdua waktu perjalanan tadi. " Jawab Bella girang, dia turut senang karena usaha teman kuliahnya dulu sangat ramai. Kemudian mereka keluar dari mobil, seperti biasa, Victor selalu membukakan pintu untuk Bella. Kemudian masuk ke dalam resto itu.
" Bella!" Jerit seorang wanita berlari mendekati Bella, tanpa menyadari kehadiran Victor disitu. " Ya ampuunnn lo makin cantik ajaa..! " Lanjutnya sambil cipika cipiki heboh.
Victor langsung berdehem supaya Bella tidak lupa bahwa perutnya sudah sangat keroncongan. Sontak wanita yang heboh tadi langsung ternganga melihat makhluk tampan berdiri disampingnya. Seperti biasa, Victor hanya memasang wajah dingin.
" Oh iyaa..mana tempat duduk gue Res? " Tanya Bella setelah sadar dari kehebohannya tadi kepada Resty, sahabatnya semasa kuliah dulu.
" Disana, gue sediain tempat spesial buat lo! " Kata Resty Antusias.
Merekapun berjalan memasuki rumah makan begaya Joglo tersebut, dari depan sudah banyak orang yang duduk makan di tempat yang disediakan, masuk ke lorong sebelah kiri, adalah tempat makan dengan tema lesehan terbuka, sambil makan mereka bisa menikmati taman dan kolam ikan koi serta mendengarkan gemericik air yang dibuat sedemikian rupa menyerupai air terjun dan sungainya, ada taman bermain anak- anak juga, jadi para orang tua bisa makan dengan tenang sambil mengawasi anak mereka bermain, disitu juga ramai orang makan siang bersama kolega ataupun bersama keluarga. Sedangkan Sebelah kanan adalah gedung bergaya Joglo juga dengan pintu yang terbuat dari kayu berukiran apik dan tertutup.
" Ini adalah gedung yang dipersiapkan buat pesta pernikahan Bel, baru selesai dibangun. Memang tidak semewah di hotel bintang lima, tapi nggak kalah juga loohh..dan gue harap, lo yang jadi pengantin pertama yang nikah disini." Ucap Resty tulus langsung diamini Bella. Diam- diam Resty melirik Victor yang berjalan disamping Bella, namun hanya wajah dingin yang tersaji disana.
Mereka berjalan lurus, hingga akhirnya sampai pada pelataran yang luas, di pinggiran terdapat gazebo- gazebo membentuk letter O, dan di setiap gazebo terdapat taman bunga warna- warni yang tertata apik, rumput yang disusun berpetak- petak menyerupai sawah memanjakan pengunjungnya menikmati buaian alam buatan itu. Akses menuju masing- masing gazebo adalah jalan setapak terbuat dari paving berbentuk persegi lima di tata rapi. Ditengah- tengah terdapat meja panjang dan besar terbuat dari semen yang diukir dan di cat menyerupai kayu yang baru ditebang begitupun kursinya juga dibuat sedemikian rupa berjajar mengelilingi meja tersebut, mungkin bisa menampung 20- 30 orang.
" Naahh..sampailah kita! " Resty berhenti disebuah gazebo yang terbuat dari bambu bermodel rumah panggung tersebut, gazebo tersebut berada disisi paling pinggir dan paling pojok berhadapan dengan kolam ikan koi yang langsung tembus dengan kolam koi area lesehan tadi.
" Waow! Keren banget Res! Ini persis banget kayak suasana dirumah nenek lo yang pernah kita kunjungi! " Bella sangat mengagumi bangunan rumah makan temannya itu.
" Vic, lo naik dulu ya, gue mau ke tolilet" Dijawab anggukan oleh Victor.
" Hei bule! Lo bule kan?! " Teriak seorang laki- laki sambil berlari mendekat ke Victor.
" Aaahh..iya lo bule tetangga gue dulu! Lo lupa sama gue?! " Tanya lelaki itu setelah dekat dengan Victor, nampak Victor mengingat- ingat namun tidak berhasil.
" Gue Armand, tetangga lo dulu! Yang kadang suka main bertiga sama Olla! " Terang lelaki itu.
" Armand?! Waahhh gila lo! Baru sekarang nongol?! Lemana aja lu bro?!" Sontak Victor memeluk Armand dan dibalas oleh Armand, dua sohib kecil itu saling berpelukan.
" Sama siapa lo? Yuk naik." Tanya Armand ke Victor sambil naik ke Gazebo, diikuti oleh Victor.
" Sama temen, lagi ke toilet. "
" Oohh..cewek pasti? Pacar lo? Atau malah istri lo?!" Cerca Armand
" Brisik lo! Ntar lo juga tau!" Armand terkekeh.
*
" Itu tadi sipa Bel? Cakep banget? Calon?! " Tanya Resty sambil senyum- senyum.
" Eh gue bilangin mas Armand lo ya bilang cowok lain ganteng! Biar di tukar tambah sama bebek lo ntar! Haahahahaha. " Jawab Bella mendelik sewot ke sahabatnya itu.
" Yaelaaahh.. bilangin ajaaa..ngadu sana ngaduu!" Bibir Resty manyun lima centi, membuat bell gemas ingin menguncir bibir sahabatnya itu.
" Yaitu si Victor, yang sering gue ceritain ke elo! "
" Oooohhh..cakep juga yaa.kenapa gak lo embat aja sih?" Tanya Resty heran.
" Iisshh..ngawur aja lo! Gue nggak berharap lebih Res! Dan juga, gue dan dia sama- sama sedang menjaga hati. "
" Sampai kapan Res?" Tanya Resti trenyuh mendengar tutur shabatnya itu. Dia bertanya, bukan berarti dia tidak mengerti kisah sahabatnya itu. Dia hanya berharap, sahabatnya segera menemukan tambatan hati.
" Gue masuk dulu Res." Langkah mereka terhenti depan toilet yang juga bernuansa kuno, namun tetap menggunakan fasilitas modern.
" Oke. Gue bilang ke karyawan gue dulu buat anterin makanan pesanan lo!" Bella mengangguk dan masuk kedalam toilet.