Benar juga, pikir Queeny. Jika mengabaikan sikap Saskia yang membuatnya naik darah, pesta itu adalah kesempatannya untuk menghindar dari Yusuf meskipun cuma beberapa jam. "Oke, deh. Kita akan datang," kata Queeny membuat Marlina menatap terkejut, seangkan Saskia terparangah bahagia. "Beneran lo dateng?" histeris Saskia. "Iya. Gue sama Marlina. Kenapa muka lo gitu, lagi nyusun rencana buat bully kita, ya?" tebak Queeny membuat histeris Saskia berakhir. Saskia bersikap biasa saja. Dia berdehem. "Enggak kok, jangan suudzon dulu. Ya udah, makasih ya kalau mau dateng. Gue nggak akan apa-apain lo, kok." Lalu dia pergi dari tempat itu. Menyisakan MArlina yang masih menatap tak menyangka ke arah Queeny. "Lo yakin mau dateng?" tanya MArlina akhirnya. "Nggak ada salahnya, 'kan? Daripada di ru

