Queeny hanya diam. Beberapa mahasiswa menatap kasihan ke arahnya. "Lain kali, jangan sia-siakan posisi kamu sebagai manusia sosial. Minta bantuan kalau kamu berkemungkinan terlambat, minimal memberi alasan," jelas Yusuf. Terdengar sangat menyinggung masalah pribadi mereka di telinga Queeny. "Besok-besok janga terlambat lagi dan jangan keras kepala!" Queeny menunduk dalam. "Saya tidak butuh kamu, kamu yang butuh saya," sambung Yusuf membuat emosi Queeny semakin menjadi-jadi. "Silahkan keluar dari kelas ini. Temui saya setelah kelas ini selesai nanti." Tanpa pikir panjang, Queeny langsung keluar dari kelas itu. 'Ish, ya Allah ... mana tadi gue jalan kaki sampe ke kampus, di kampus malah nggak boleh mausk kelas. Argh! Pak Yusuf nyebelin!' gerutu Queeny. Queeny duduk di tempat duduk yan

