Selama lebih dari empat jam kemudian, Queeny menghabiskan waktu di kamar Yusuf. Setiap kali dia mendengar suara mesin mobil, dia berubah tegang. Takut Yusuf yang datang dan terkejut karena dia tiba-tiba berada di dalam kamarnya. Queeny sendiri sangat enggan berada di kamar ini, dia tidak akan melakukannya jika tidak karena terpaksa. Tepat saat senja datang, Yusuf pulang. Seperti dugaan Queeny, lelaki itu terkejut setengah mati melihat Queeny duduk di depan meja bersama alat-alat make up yang sudah ditata rapi. "Numpang semalem," kata Queeny saat melihat keheranan Yusuf dari balik cermin. Yusuf melepas jasnya. Berusaha mengalihkan pandangan dari Queeny. "Tidak berhasil berbohong? Karena itulah kamu akhirnya mau satu kamar dengan saya?" Queeny menoleh dengan ekspresi kesal. "Saya nggak m

