Queeny keluar kamar agar Sarifah tidak khawatir. Saat dia membuka pintu, dia melihat sebuah salep tergeletak di samping vas di atas meja samping pintu. Itu pasti ulah Yusuf. Dia menoleh ke arah koMalikr, dan ke arah pintu kamar Yusuf, laki-laki itu sudah tidak terlihat. Queeny ragu-ragu mengambil salep itu. Akhirnya dia mengambilnya dan membawa ke kamar untuk mengolesi telapak tangannya dan menutup luka dengan kain kasa lagi. Barulah dia keluar kamar untuk menuju ke ruang makan. "Gimana? Sudah dipakaikan salep?" tanya Sarifah sambil mengedikkan dagunya ke arah telapak tangan Queeny. "Sudah, Umi," sahut Queeny dengan nada sangat rendah. Dia bisa melihat sudut bibir Yusuf agak membengkok ke atas. Queeny duduk di samping Yusuf. Berusaha memalingkan pandangan sejauh mungkin dari suaminya i

