Selesai makan Queeny pamit kembali ke apartemen. Di apartemen Queeny bolak-balik memikirkan harus bersikap bagaimana jika nanti bertemu dengan Sarifah dan Malik. "Lo, dari tadi mondar-mandir, kenapa sih?" tanya Marlina heran. "Mar, bentar lagi Umi sama Abi mau ke sini." "Wah, lo pasti bingung ya nanti harus gimana?" Queeny duduk di samping Marlina. "Nah, lo tahu!" "Udah jangan khawatir, lo jadi diri lo aja, apa adanya! Lagian lo masih muda masih belajar gimana caranya buat jadi istri, ya padahal kenyataannya kamu belum bisa jadi istri Pak Yusuf," terang Marlina dengan wajah menggoda. "Ah lo ya." Queeny memindahkan bantal ke atas kedua pahanya. "Ya iya, jadi istri itu kan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan suami. Masak? Ah lo mana bisa masak! Nah itu PR lo jadi mesti belaja

