Jonathan datang ke kantornya sebelum jam makan siang tiba. Baru saja dia akan memasuki ruangannya, suara Felly lebih dulu menginterupsi langkah kakinya. Sayangnya, Jonathan lebih memilih melanjutkan kembali langkahnya. Mau tidak mau Felly pun mengikuti Jonathan memasuki ruangan. “Fell, mana berkas yang harus aku tanda tangani?” tanya Jonathan tanpa basa-basi setelah menduduki kursi kebesarannya. “Hanya ini, Joe.” Felly menyerahkan berkas yang akan ditanda tangani oleh Jonathan. “Joe, mengenai pembicaraan kita kemarin malam yang belum selesai, sebaiknya kita lanjutkan sekarang saja sambil makan siang,” pintanya sambil memerhatikan Jonathan membubuhkan tanda tangan. “Terserah,” balas Jonathan malas. “Baiklah, aku bersiap dulu. Jam makan siang lima belas menit lagi,” ucap Felly sebelum me

