Chapter 85

1712 Words

“Mengapa wanita tua itu selalu saja menggagalkan rencanaku?!” Felly marah saat rencananya tidak tepat mengenai sasaran. Dengan tangan gemetar Felly kembali menuangkan minuman beralkohol di dalam botol ke gelasnya. Sesekali dia marah dan tertawa secara bergantian karena tindakannya tadi setidaknya berhasil membuat Cindy terluka. “Mama, aku sudah berhasil membalas dendamku. Meski dia tidak mati, tapi aku yakin wanita yang telah menggantikan posisimu di samping laki-laki yang sangat Mama cintai saat ini pasti tengah bersedih. Wanita itu pasti akan menderita setelah mengetahui putri semata wayangnya sekarat.” Setelah mengatakan itu Felly kembali tertawa sambil menggeram. “Apakah Mama tahu? Salah satu di antara mereka pasti sedang berada di ambang batas dan bersiap saat malaikat maut menjemp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD