29 : Peringatan

1308 Words

Divya melepaskan pengikat rambutnya setelah selesai memasak. Dua hari berlalu setelah menjemput Charles dari bandara, hari-hari Divya di apartemen Permana bisa dikata tidak sepi lagi karena ada Charles bersamanya. “Mbak, ini serius Mbak udah punya anak dua?” Charles menatap Divya dari atas sampai bawah. “Iya, ya kali Mbak bohong,” sahutnya. “Tapi, kok, masih ramping gitu?” Charles menyendokkan nasi ke piringnya dan piring Divya. “Suaminya Mbak nggak ngasih makan lebih apa?” “Mana ada.” Divya tahu betul Raga bagaimana, meskipun menjadi pengkhianat, tetapi yang namanya kebutuhan keluarga selalu tercukupi. Selama hidup dengan pria itu, Divya tidak pernah merasakan kekurangan dalam hal makan. Jika itu soal trendi, sampai kapan pun orang-orang pasti merasa tidak cukup. Divya sendiri bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD