“Berhenti di sana!” peringat Divya, matanya penuh dengan ancaman. “Div, ka—” “DIAM!” Ia tidak ingin mendengarkan apapun dari pria itu. “Urusan kita ada di pengadilan agama, bukan di rumah ini.” “Mas—” “AKU BILANG DIAM!” interupsi Divya lagi. Detik kemudian terdengar isakkan dari arah punggungnya, bisa ia kenali itu adalah Kayla. Sungguh, Divya tidak ingin anak-anaknya melihat kejadian ini. Namun, ia pun tak bisa menghindari ketika melihat pria itu mencoba untuk mendekat ke arah mereka. “Div, semuanya bisa diomongin baik-baik,” bujuk Alena. “Baik-baik?” Divya menatap sengit sahabatnya itu, “lo nggak tahu apa yang guerasain, Al. Bukan cuma sekali, dia ulangi dosanya tanpa mikirin perasaan gue!” Alena terdiam, Divya kembali memindai tatapan ke arah Raga. Sudah jelas di sini, Alena tah

