25 : Kalut

1116 Words

Awalnya Divya berkata ingin menguji Raga, tetapi pada kenyataannya menjadi beban pikiran untuknya. Ia menoleh pada Raynar yang memasukkan es krim ke dalam mulut. Ingin sekali menelepon Raga, hanya saja gengsi sudah di ujung langit dan rasa ingin menguji berada pada posisi satu di tujuan hidup. Divya mengerang, sembari menggelengkan kepala untuk menghapus semua pikiran aneh di kepala. “Kamu kenapa?” Permana menegur. “Hm?” Divya menatap pria itu. “Nggak apa-apa.” “Cerita,” kata pria itu, sedikit memaksa, “suamimu dan selingkuhannya berulah lagi?” Divya menghela napas kasar, temannya itu sangat mudah menebak apa yang ada dalam kepalanya. “Bukan suamiku, tapi selingkuhannya. Aminah kabur dari rumah, dugaan sementara pergi ke Jakarta.” “Kamu takut dia ketemu Raga?” tebak Permana. Meskipu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD