26 : Intens

1154 Words

Belum sanggup untuk bertatap muka dengan Permana, Divya memilih meminta izin libur kerja hari ini. Seharian berada di rumah, yang Divya lakukan adalah merawat tanamannya. Sudah satu bulan lebih ia tidak berlama-lama di taman. Seperti kembali ke hari-hari di mana ia belum bekerja, Divya kadang merasa rindu dengan waktunya yang begini. Namun, itu bukan alasan untuk berhenti bekerja. Hari sudah menjelang sore, sebentar lagi Raga akan pulang. Biasanya pria itu yang lebih dulu sampai di rumah dibanding dirinya, sekarang Divya yang menjadi penunggu. Bukan untuk bersikap romantis, tidak akan. Divya lakukan ini karena ada banyak hal yang akan ditanyakan pada Raga. Sesuatu yang lebih intens, bukan hanya soal rasa. Selama ini Divya belum menemukan jawaban atas rasa penasarannya itu. “Div,” panggil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD