•SPS4.Jajan bareng di kantin?•

1290 Words
Jam pelajaran pertama pun dimulai. Kelas XII MIPA 3 hari ini pelajaran Matematika. Pelajaran yang disukai oleh murid-murid pandai dan tidak disukai oleh murid-murid yang tidak pandai. Guru yang mengajar Matematika kelas XII MIPA 3 pun memasuki kelas.Siapa lagi yang tak mengenalnya dia adalah Bu Susi guru tergalak SMA Pelita Bangsa. Jika memberikan tugas dan Pr pun tak tanggung-tanggung. Apalagi hukumannya jika tidak bisa mengerjakan soal dan tidak mengerjakan Pr. "Selamat Pagi semua."sapa Bu Susi. "Pagi bu."kompak sekelas. "Sudah berdoa belum?"tanya Bu Susi. "Belum bu. "jawab kompak sekelas. "Silahkan ketua kelas pimpin doa. "perintah Bu Susi kepada Adit ketua kelas. "Baik bu. Di tempat duduk siap gerak berdoa mulai. "ucap Adit dengan tegas. Semua siswa/siswi kelas XII MIPA 3 pun menundukan kepala dan berdoa menurut agamanya masing-masing. "Berdoa selesai duduk istirahat gerak. "ucap Adit. Siswa/siswi kelas XII MIPA 3 dan Bu Susi menegakkan kepala kembali. "Assllamualaikum Wr.Wb mari kita mulai pelajaran di pagi hari ini. "ucap Bu Susi "Waalaikumsallam Wr.Wb."jawab kompak sekelas. Bu Susi pun memulai pelajaran dan menjelaskan materi-materi Matematika yang belum dipahami. Dua jam setengah berlalu... Kringgg... Bel tanda istirahat pun berbunyi. Siswa/siswi pun berhambur keluar kelas untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan. "Akhirnya bel bunyi juga pusing gua dengerin Bu Susi sama Pak Yayan ngomong. Dah pelajaran pertama Matematika habis itu suruh mikir hukum lagi. "eluh Dira. "Lebay banget sih lo ayo kekantin keburu bel,habis ini kan olahraga. "ajak Manda. "Kuylah."jawab Dira. Manda dan Dira pun berjalan keluar kelas menuju kekantin. "Gilaaa Bu Susi tadi apa gak capek ya mulutnya ngomong gak brenti-brenti. "ucap Alan. "Apalagi Pak Yayan tadi udah ngejelasin gak ada komanya lurus terus gak brenti."sambung Alan. "Habis ngitung terus ke hukum rasanya ahh mantap." ucap Vanno. "Nah kan apalagi tadi Pak Yayan ngedektenya cepet banget nih tangan rasanya kek mau copot. "ucap Alan. "Dah lah mending kita ke kantin habis ini kita pelajaran olahraga biar nanti gak lemes. "ajak Vanno. "Gaya lo lemes.Yok lah berangkat. "jawab Alan. Vanno dan Alan pun berjalan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan dari tadi. Dikantin... "Manda lo nyari tempat gua pesen makanan ya. "ucap Dira. "Oke."jawab Manda. "Lo pesen apa? "tanya Dira. "Samain aja biar gak lama. "jawab Manda. "Siappp."ucap Dira. Manda pun menyari tempat duduk yang kosong. Sedangkan Dira memesan makanan. Beberapa menit kemudian... "Diraaa sini. "panggil Manda. Dira yang menyadari jika namanya dipanggil pun menghampiri. "Gua cariin dari tadi. "ucap Dira. "Baru juga dapet tempat duduknya Dir. Eh mana makanannya? "tanya Manda. "Nanti dianterin sama bu kantin. "jawab Dira. Suasana kantin memang ramai tapi tak sermai setelah kedatangan Most wanted sekolah. Siapa lagi kalau bukan Devanno dan Alan. Suasana kantin pun menjadi riuh. Banyak kaum hawa yang berteriak-teriak alay. Biasalah anak cewek kalau liat cogan kaya gimana. "Devanno ganteng banget sih kamu sini duduk samping aku masih kosong kok. "teriak salah satu siswi dengan centilnya. "Alannn ganteng banget sih kamuu."teriak siswi lainnya. "Devanno aku padamu. "siswi lainnya pun tak kalah juga. Dan masih banyak lagi siswi alay yang teriak-teriak tidak jelas. "Dir rame banget sih tuh cewek kurang kerjaan apa gimana mau banget ngabisin suara buat cowok kek begitu. "ucap Manda kesal. "Namanya juga Most wanted Nda kaya gak tau aja udah Most wanted, anak pemilik sekolah, pinter, good boy lagi siapa yang gak mau coba. "jawab Dira. "Iya juga sih tapi kok gua benci banget ya liat muka tuh cowok pengen gua cakar deh,kegantengan banget. "ucap Manda. "Awas lo Nda jangan terlalu benci ntar jadi cinta baru tau rasa lo. "ucap Dira. "Hidih amit-amit dah Dir mendingan gua gak punya pacar mending gua Ta'Aaruf aja. "jawab Manda. "Hilih sok-sokan Ta'Aaruf lo,jadi cinta baru tau rasa lo. "ucap Dira. "Bodo ah Dir lo dari tadi bikin keselmu mulu deh. "ucap Manda kesal. "Lah ngambek nih orang. "ucap Dira. "Maaf-maaf. "sambung Dira. "Iya. "jawab Manda. "Nah gitu dong kan cantik. "ucap Dira. "Emang gua cantik dari lahir. "jawab Manda denga percaya dirinya. "Iyain dah biar seneng. "pasrah Dira. Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. "Ini neng bakso sama es tehnya. "ucap bu kantin. "Makasih bu. "ucap Manda dan Dira Kompak. "Sama-sama neng. "jawab bu kantin. Setelah mengantarkan pesanan Manda dan Dira bu kantin kembali ke tempat berjualannya. Dilain sisi... "Van penuh nih tempat. "ucap Alan. "Masa ya kita nungguin dulu. "sambung Alan. Kebetulan meja ditempat Manda dan Dira masih kosong dan muat untuk dua orang lagi. "Nah itu ada yang kosong muat buat dua orang lagi. "ucap Vanno. "Mana?"tanya Alan. "Itu tempatnya Manda sama Dira. "tunjuk Vanno kearah tempat duduk Manda dan Dira. "Yakin kita duduk disana? Emang dibolehin? "tanya Alan "Daripada kita gak dapet tempat duduk makan sambil berdiri mau lo? "tanya Vanno. "Ya enggak juga sih yaudah lah ayo kesana sekarang. "jawab Alan. "Yok. "ucap Vanno. Vanno dan Alan berjalan menuju tempat Manda dan Dira. Sesampainya ditempat duduk Manda dan Dira,Vanno meminta izin terlebih dahulu. "Haii boleh gabung gak? "tanya Vanno. Sebelum Dira menjawab sudah didahului oleh Manda. "Emang gak ada tempat duduk yang lain?"tanya Manda balik dengan sinis. Sabar Van cewek emang gitu orang sabar tambah ganteng. Batin Vanno. "Kalau ada ya gua gak minta izin duduk disini. "jawab Vanno. Manda pun melihat kekanan dan kekiri. Memang benar tempat duduk di kantin sudah penuh semua. "Udah lah Nda bolehin aja kasian juga mereka. "ucap Dira kasihan. "Oke."jawab Manda. "Makasih ya Nda. "ucap Vanno. "Hmm. "jawab Manda dengan deheman. Vanno pun duduk disebelah Manda dan Alan duduk disebelah Dira. "Van lo mau pesen apa biar gua yang pesenin?"tanya Alan. "Samain aja deh biar cepet. "jawab Vanno. "Oke. "ucap Alan sambik beranjak dari tempat duduknya untuk memesan makanan. Mereka bertiga duduk dalam kesunyian.Hanya suara dentingan sendok dan anak-anak kantin lainnya. Tidak ada dari mereka yang membuka percakapan. Lima menit kemudian... "Dorr... diem-diem bae.Betah amat sih kalian gak ngomong dikelas aja rame banget ini diem-diem aja. "ucap Alan. "Apaan sih lo Lan ngaggetin orang aja. Mana pesennya? "ucap Vanno. "Entar dianterin sama bu kantin males gua ngantri dah alay-alay lagi ceweknya. "jawab Alan. "Kasian.Biasanya juga tebar pesona. "ucap Vanno sambil terkekeh. "Bodo ah lo nyebelin. "jawan Alan. "Dih ngambek kek anak mama aja. "ucap Vanno. "Lah emang anak mama masa ya anak kucing. "jawab Alan kesal. "Udah-udah kalian malah pada berantem kek anak kecil aja. "Lerai Dira. "Noh dia duluan yang mulai. "tunjuk Alan ke Vanno. "Lah kok gua,kan lo duluan yang ngaggetin. "jawab Vanno tak mau kalah. "Lo berdua bisa diem gak sih kek anak kecil. "ucap Manda dengan datar. "Noh liat bu bos marah. "ucap Alan. "Iya-iya maaf lo juga kalik Lan. "ucap Vanno. "Iya-iya gua juga minta maaf. "ucap Alan. "Hmm..."jawab Manda dengan deheman. "Noh giliran Manda yang bilang aja langsung mingkem. "ucap Dira. "Takut kalok kucing garong ngamuk lagi."ucap Alan. Manda yang dikatain pun hanya masa bodo daripada nanti urusannya panjang. Beberapa menit kemudian... Pesanan Vanno dan Alan pun datang diantar oleh bu kantin. "Ini den pesananya. "ucap bu kantin pedagang mie ayam. " "Makasih bu."kompak Vanno dan Alan. "Sama-sama den,ibu permisi dulu ya. "ucap bu kantin. "Ok bu. "jawab Vanno dan Alan kompak. Mie ayam dan es teh manis yang Alan pesan sudah datang. Saatnya mereka menyantapnya. Sebelum disantap mereka memberi saos dan sambal terlebih dahulu agar rasanya lebih nikmat. Selang beberapa menit... Makanan mereka berempat sudah habis. "Huhh kenyangnya. "ucap Alan. "Ya iyalah kenyang lo kasih makanan kok. "ucap Dira. "Hehehehehee. "cengiran Alan. Kringgg... Bel masuk kelas pun berbunyi menandakan jam pelajaran selanjutnya dimulai. "Masuk kelas yuk habis ini kita jam olahraga. "ajak Vanno. "Yok lah kekelas bareng jarang loh kita kek begini biasanya juga berantem mulu. "jawab Alan. "Yok lah. "ucap Dira. Manda pun hanya nurut saja. Memang Manda dari tadi diam.Hari ini mood Manda benar-benar anjlok. Dan yang tambah bikin kesel Vanno duduk disampingnya tadi. Benar-benar hari ini Manda rasanya ingin melarikan diri. Next▶
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD