•SPS5.Vanno Usil•

1302 Words
Siswa/siswi SMA Pelita Bangsa dibuat heboh karena dua Most wanted sekolah bisa berjalan bersama kekelas dengan Amanda dan Dira. Dan yang bikin heboh adalah baru kali ini Amanda dan Devanno akur. Biasanya setiap bertemu seperti kucing dengan tikus. Siswa maupun siswi yang melihat tengah berbisik-bisik membicarakan mereka. Amanda yang melihat pun menjadi risih. "Dir tuh orang-orang ngeliatin kita matanya sampek mau copot ya. "bisik Manda. "Udah biarin aja pasti mereka iri liat kita bisa jalan kekelas bareng Devanno sama Alan. "ucap Dira. "Apa yang harus diiriin coba? "tanya Amanda. "Ya iyalah mereka iri liat kita bisa jalan sama Most wanted dan gitu juga mereka anak pemilik sekolah sama donatur tetap disekolah ini."jawab Dira. "Aneh emang orang kek begitu bisa-bisanya mereka suka. "ucap Manda. "Jangan terlalu benci Nda nanti bisa jadi cinta loh. "ejek Dira. "Bodo ah Dir dari tadi ngomong itu mulu, apa gak bosen sih lo."kesal Manda. "Woy kalian berdua jalannya lambat banget sih kek siput. "teriak Alan. "Biarin dong terserah kita kan yang jalan kita. "jawab Manda. "Iyain deh daripada panjang nanti urusannya. "ucap Alan. Amanda dan Dira pun bergegas menuju kelas untuk mengambil tas dan pergi ke ruang ganti. Sesampainya dikelas semua siswi kelas XII MIPA 3 sudah menenteng tasnya untuk bergegas pergi ke ruang ganti. Memang di SMA Pelita Bangsa disediakan ruang ganti. "Manda,Dira bareng yuk ke ruang gantinya. "ajak salah satu siswi. "Yok lah. "jawab Dira. Siswi yang tadi memanggil Manda dan Dira adalah Angel. Siswi yang serba tau tentang gosip sekolahan. Angel memang akrab dengan Manda dan Dira sejak kelas sepuluh. Amanda, Dira, dan Angel berjalan bersama menuju ruang ganti. Dua puluh menit kemudian... "Selesai juga gantinya, yok kekelas keburu ditungguin sama anak-anak lain. "ajak Dira. "Bentar-bentar pakek sundblok dulu biar gak hitam nanti kulitnya. "ucap Angel. "Buset dah neng repot amat sih lo. "ucap Manda. "Kan biar kulit tetap terjaga."jawab Angel dengan cengiran. "Terserah lo deh,tapi cepetan. "ucap Dira. "Iya-iya."jawab Angel. Selesai memakai pelembab kulit,mereka bertiga bergegas menuju kekelas. Sesampainya dikelas mereka menaruh tas dan cepat-cepat menuju lapangan. "Huftt...untung aja Pak Budi belum dateng. "ucap Manda. "Masih untung kita,kalau dah datang ya salahin Angel. "jawab Dira sambil terkekeh. "Lah kok jadi gua yang salah? "jawab Angel. "Lah kan lo dadannya lama banget kek mau ke pernikahan orang aja. "ucap Dira sambil cengengesan. "Udah diem noh liat Pak Budi dah mau kesini. "lerai Manda. Angel dan Dira pun berhenti beradu mulut setelah diperingati Manda. Kalau mereka masih saja berlanjut beradu mulut bisa kena hukuman lari muterin lapangan. "Selamat siang anak-anak."sapa Pak Budi. "Siang pak. "kompak siswa/siswi kelas XII MIPA 3. Pak Budi adalah guru yang paling muda di SMA pelita Bangsa. Pak Budi disukai banyak guru-guru dan siswi-siswinya. Sebab Pak Budi guru olahraga yang paling kekar, tampan, dan tepatnya lagi dia masih sendiri. Guru-guru perempuan pun banyak yang menyukainya apalagi siswi/siswinya.Bagaimana tidak Pak Budi tidak disukai banyak orang.Dia orangnya ramah, suka menolong, dan suka berbagi. Lanjut ketopik... "Kalian sudah pemanasan belum? "tanya Pak Budi. "Belum pak. "kompak siswa/siswi kelas XII MIPA 3. "Kenapa tidak pemanasan? Saya sudah bilang berapa kali sebelum saya datang harusnya kalian sudah pemanasan dan kita langsung bisa lanjut ke materi. "ucap Pak Budi. Seluruh siswa/siswi kelas XII MIPA 3 menunduk karena terkena omelan Pak Budi. "Kalian ini sudah besar harusnya sudah tau sebelum saya datang harusnya sudah pemanasan terlebih dahulu. "sambung Pak Budi. "Maaf pak. "kompak satu kelas. "Besok-besok jangan diulangi lagi,ini kesempatan yang terkahir,kalian sudah berkali-kali seperti ini, jika diulangi lagi satu kelas tidak akan pelajaran olahraga dan lari keliling lapangan seratus kali. "ucap Pak Budi. Seluruh siswa/siswi kelas XII MIPA 3 dibuat melongo karena ucapan Pak Budi. Keliling lapangan seratus kali? Lima kali aja udah ngos-ngosan apalagi seratus kali. "Seksi olahraga mana?"tanya Pak Budi. "Saya pak. "jawab Aldi sambil mengacungkan tangan. "Pimpin pemanasan saya tinggal dulu mau ngambil buku nilai yang ketinggalan. "perintah Pak Budi. "Baik pak. "jawab Aldi. Dua puluh menit berlalu... "Sudah selesai pemanasan? "tanya Pak Budi. "Sudah pak. "kompak sekelas. "Hari ini materi kita adalah bola basket."ucap Pak Budi. Lima belas menit berlalu untuk menerangkan materi.... "Devanno, Amanda tolong ambilkan dua bola basket di ruang olahraga ya. "perintah Pak Budi. Amanda tak bisa menolak sebab tadi Pak Budi habis mengomel. Devanno santai-santai saja tetapi tidak dengan Amanda. "Amanda kamu ikhlas tidak mengambilkan bola? Kalau tidak ikhlas biar temanmu saja yang menggantikan tapi nilai sikapmu akan saya kasi nilai C. "ucap Pak Budi akibat melihat muka Amanda yang ditekuk. "Ikhlas kok pak. "jawab Amanda. "Oh yasudah cepat ambil bolanya,ruang olahraga tadi sudah saya buka pintunya. "ucap Pak Budi. Nih guru nyebelin banget sih,istigfar Nda jangan gibahin guru dosa.Batin Amanda. Vanno dan Manda berjalan menuju ruang olahraga untuk mengambil bola basket. "Nda lo sakit? Muka lo kok ditekuk kek begitu. "tanya Vanno. Amanda tak menggubris perkataan Vanno. Nih satu orang kenapa lagi,gak ada hujan gak ada petir tiba-tiba kok jadi datar. Eh kenapa gua mikirin si Manda sih. Batin Vanno. Devanno dan Manda sudah sampai di depan ruang olahraga. "Ayok masuk. "ajak Devanno. "Ayok,lo duluan ntar gua nyusul. "ucap Amanda. "Takut ya lo. "ucap Devanno. "Lo sehariii aja gak bikin gua kesel bisa gak sih. "kesal Amanda. "Enggak."jawab Devanno. "Emang gak ada kerjaan lain yang bermanfaat gitu daripada bikin gua kesel. "ucap Amanda. "Ohh sayangnya tidak ada."jawab Devanno. "Trus maksut lo apaan bikin gua kesel?"tanya Amanda. "Karenaaa gua suka kalau liat muka lo kesel. "jawab Devanno sambil mencubit kedua pipi Amanda. "Ihh sakit tau. "ucap Amanda sambil melepaskan cubitan tangan Devanno. Kenapa nyaman banget ya kalau gua di deket Devanno apa jangan-jangan gua suka. Dih amit-amit lah. Batin Amanda. Nih kenapa lagi sama jantung kok rasanya adem ayem dideketnya Amanda.Apa jangan-jangan gua suka ya. Ah bodo lah. Batin Devanno. Amanda pun cepat-cepat melepaskan cubitan Vanno.Pipinya sakit sekali akibat dicubit Devanno. "Sakit tau. "kesal Amanda. "Mana yang sakit. "tanya Devanno. "Dua-duanya lah. "jawab Amanda. Entah mengapa tangan Devanno bergerak untuk mengusap kedua pipi Amanda. Jantung Devanno dan Manda berpacu lebih cepat seperti pacuan kuda. Entah rasa apa yang timbul diantara mereka. Devanno yang tersadar pun buru-buru mengalihkan kedua tangannya dari pipi Amanda. Namun sialnya pipi Amanda berubah menjadi merah seperti tomat. "Nda pipi lo merah banget kek tomat. "ucap Vanno sambil terkekeh. "Apaan sih lo ayo cepetan masuk. "ajak Amanda. Amanda yang berusaha menutupi pipinya yang merah tetapi gagal sebab Vanno selalu menggodanya. "Cieee blushing ihhh jadi pengen cubit lagi boleh gak? "tanya Devanno lebay. "Lebay banget sih lo ayo cepetan masuk keburu ditungguin Pak Budi sama yang lain. "ucap Amanda. "Siap bu boss. "jawab Devanno. Mereka berdua pun masuk ke dalam ruang olahraga. Gelap, berdebu itulah yang dirasakan Amanda. "Cepetan cari bolanya. "perintah Devanno. "Iya ini juga lagi dicari. "jawab Amanda. Tiba-tiba pintu ruang olahraga tertutup karena hembusan angin. Pintu olahraga memang agak rusak. Setiap tertutup sendiri pasti susah dibukanya alias macet. "Van pintunya nutup gimana nihh bisa kebuka gak?"panik Amanda. "Lo diem dulu jangan panik biar gua coba buka. "ucap Devanno. Sudah berkali-kali Devanno membukanya tapi nihil pintu masih tetap terkunci. Dan bodohnya tadi kunci yang menggantung di pintu tidak diambil. "Van gimana nih masa ya kita kekunci di ruang olahraga? "panik Amanda. Tiba-tiba ada tikus melintas dikaki Amanda. Amanda pun berteriak histeris sampai menangis. "VANNOOO ADA TIKUSSSS HUAAA TAKUTTTT. "teriak Amanda. "Shutt...jangan teriak-teriak. "ucap Vanno sambil menutup mulut Manda dengan telunjuknya. "Gua takut hiks."ucap Manda sambil sesenggukan. "Jangan nangis ada gua disini. "jawab Vanno sambil merengkuh tubuh mungil Amanda. "Gua akan jagain lo semampu gua okeyy jangan takut ada gua disini. "sambung Vanno. Entaah mengapa bibir Vanno tiba-tiba mengucapkan kata-kata seperti itu. Manda masih saja sesenggukan dipelukan Devanno. Gua tadi bilang apaan kok bisa ceplas-ceplos sihh.Batin Devanno. "Sekarang kita teriak minta tolong okeyy siapa tau ada yang lewat."ucap Vanno sambil menenangkan Manda. Amanda pun mengangguk. Amanda pun mulai tersadar jika dia sedang dipelukan Vanno. "Maaf gua khilaf."ucap Manda. "Gak papa santai aja. "jawab Vanno santai. Next▶
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD