*** Setelah mengobrol dengan Katya, Asta memilih untuk kembali ke unit apartemennya. Tak memiliki pekerjaan, yang dia lakukan di sana hanyalah bersantai sambil menikmati tontonan di televisi. Ditemani snack yang dibeli di supermarket terdekat, Asta menaikkan kedua kakinya ke atas meja. Meskipun kedua mata tertuju pada layar besar di depannya, pikiran dia justru dipenuhi obrolan dengan Katya beberapa waktu lalu. "Tepat enggak ya keputusan yang aku ambil?" tanya Asta pada dirinya sendiri. "Ide Katya sebenarnya bisa mempercepat semua, tapi aku takut rencana itu mengganggu psikis Yaya. Penculikan bukan hal sepele buat anak kecil. Itu hal yang menakutkan." Tulus perduli pada Tanaya, Asta menolak usulan Katya untuk merealisasikan ide menculik sang putri, kemudian mensabotasenya agar bisa men

