Chapter 19

1014 Words

*** "Kenapa? Sakit?" Alih-alih meminta maaf atau merasa bersalah setelah mendaratkan tamparan di pipi kiri Asta, pertanyaan tersebut justru Valeria lontarkan dengan raut wajah yang terlihat menantang. Tidak dilanda senang, haru, apalagi bahagia usai diberi mawar dan coklat oleh Asta, Valeria justru merasa emosi karena tindakan pria itu sekarang membuatnya bernostalgia pada beberapa kejadian perih di masa lalu. Tentang semua sikap buruk Asta dan semacamnya, semua merputar layaknya kaset kusut—membuat emosional Valeria tak terkendali, karena sikap Asta dulu padanya sejahat itu. "Menurut kamu?" tanya Asta yang juga sedikit emosi setelah niat baiknya dihadiri tamparan. "Ya sakitlah. Ditampar di pipi, siapa yang enggak sakit? Mana tamparan kamu kencang banget lagi." "Baru ditampar kaya gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD