*** Semenjak Asta berpamitan pulang ke Jakarta, Valeria merasa hidupnya kembali tenang. Tidak ada kepanikan atau kekhawatiran, hatinya benar-benar lega sehingga interaksinya dan Tanaya pun kembali terasa bebas. Tidak ada yang berbeda, aktivitas Valeria masih sama yaitu; merawat Tanaya juga mengurus rumah. Sore menjelang malam, dia menyiapkan makanan lalu ketika malam datang, Valeria dan Tanaya menikmati makan bersama seperti biasanya. "Mima, besok Yaya sekolah kaya biasa, kan?" Di tengah kegiatan Valeria mencuci piring, pertanyaan tersebut diberikan oleh Tanaya sambil mendekati dirinya di depan wastafel. "Sekolah dong, Sayang. Kenapa enggak sekolah?" tanya Valeria, disertai senyuman yang membuat kecantikannya terpancar. "Yaya takut mima masih marah sama kejadian tadi siang," ucap Tan

