sadarkah dirimu telah di perkosa

1150 Words
Devan masih mengelus rambut bella , entak mengapa dia sangat menikmati kondisi ini , meski entah mengapa dia sangat mengantuk , apa dia senyaman itu di peluk gadis ini ,. Yah gadis bodoh yang menyerahkan kecucia nya pada devan , " Kenapa ? " Tanya devan pada bella yang masih nyaman tertidur di dadanya dan masih tak melepas penyatuan mereka , " Apanya? " " Menyerahkan dirimu ?" Tanya devan lagi di sisa-sisa kesadarannya " Sadarkah kamu kalau aku memper***sa mu " jawab bella entah di dengar apa tidak oleh devan ,. karena kini devan sudah terlelap karena obay tidur yang di beri bella dalam air dalam botol tadi Bella memandangi wajah devan sangat tampan jika bisa inggin rasanya dia membawa devan pulang dan menyimpannya untuk dirinya sendiri . perlahan bella merapikan baju devan , dan mulai melepas penyatuan mereka ,. Sangat sakit rasanya nyeri ngilu di bawah sana , bella masih duduk di sebelah devan dan merapikan celana devan juga , sebelum pergi tak lupa bella mengecup devan kembali . Saat bella keluar dari mobil dengan kondisi tertatih susah sekali rasanya melangkah , ini lebih sakit dari yang bella bayangkan ,. Teman- teman belah sudah menunggu di belakang sana , melihat bella keluar langsun mereka menghampiri belle . " Gimana bel sukses gak ? " Tanya diana , dan yang lain setia mendengarkan " Sempurna" senyum bella mengembang " Sakit gak bel ? Kok jalan lo kayak gitu " " Sakit banget awalnya seperti sobek rasanya , tapi kelamaan jadi nikmat , sampai aku tak ada niat berhenti " " Pantes aja kita tunggu sampek 2 jam baru keluar " sungut teman temannya Bala hanya nyengir aja " Ini udah jam 11 malam gak papa ni kita tinggal dia di sini sendiri tar kalo ada begal gimana ?" Tanya bela yang perhatian sama korbannya,. Yang lain menggeleng ini gak ada dalam rincian rencana mereka , "Bel lo telfon aja beberapa bodyguard mu suruh awasi mobil itu beres kan" ini si nita selalu paling bijak dalam menyelesaikan masalah " Terus lo mau pulang dalam kondisi gini bel ? " Tanya salsa " Iya ni kondisi lo lagi kacau bgt isi tu leher merah-merah lagi gua yakin spek dalem pasti banyak merah merah nya " sungut diana Bella hanya nyengir aja tanda mengiyakan kata temanya itu Bella akhirnya tidur di apartemen rita dengan semua teman temannya , sudah sering mereka ngumpul di sana , jadi para orang tua mereka masing-masing tak pernah khawatir atau curiga , karena mereka adalah anak-anak yang polos bila di rumah . Tak ada yang akan menyangka kelakuan mereka seliar ini. Mereka pulang dengan hati gembira rencana mereka sukses , tapi mereka tak tau kalau tadi bella lupa pakai pengaman , bagian terpenting malah bella lupakan. **** Devan terbangun di dalam mobil dengan kepala berat , sepertinya kadar obat yang di berikan bella terlalu tinggi , hingga membuat devan benar benar tertidur dalam mobil semalaman , dan baru tersadar saat matahari sudah tinggi , suara mobil di luar sana yang sudah ramai baru menyadarkan dirinya kalau dia masih dalam mobil. Devan melihat keadaan dirinya sangat kacau , bayangan kejadian semalam terlintas di kepalanya , bagaimana dia bisa b******a dalam mobil dengan gadis kecil pula. Dahinya devan mengkerut saat dia ingat kata terakhir yang bella ucapkan. "Sadarkah kamu kalau aku memperkosa mu" bola mata devan langsung membulat bagai mana mungkin dirinya ternyata korban disini , harga dirinya benar-benar terluka . Ditempat lain , dimana tempat bella dan kawan-kawan nya berada , sedang gaduh mencari solusi karena kecerobohan bella semalam . " Bel gimana kamu bisa lupa pengaman sih " sungut diana " Semalem gak sampek keluar di dalam kan bel?" Sambung salsa lagi mulai panik " Namanya aja lupa mau gimana lagi" sambung bella acuh tak ada ketakutan di sana , seakan sengaja melakukanya " Bella lo ikut gue sekarang !!" Seru nita tegas dan menarik tangan bella " Lo mau bawa gue kena? , Jangan tarik-tari gue masih susah jalan ini " bela berusaha melepas genggaman nita " Bella gue tau apa yang ada dalam otak kecil lo ini " nita menunjuk kepala bella " Gue juga tau lo pengen kan kalo terjadi sesuatu , biar ada alasan lo nyari cowok kemarin kan ?? , Cukup ya bel lo ngancurin diri lo sendiri , lo pikir kalo lo hamil lo bakal di nikahin sama cowok itu hah?? , Belum tentu bel !! , Bisa aja dia bukan cowok baik-baik kalo dia cowok b******k lo gak hanya buat diri lo menderita tapi juga anak lo ingat itu bella " nita berteriak penuh emosi ke arah bella Bella dan yang lainya hanya terdiam mendengarkan nita . " Dan lagi kita ini masih sma bella , kalo lo hamil lo mau putus sekolah , lo mau orang tua lo murka ? , Lo siap di usir dari rumah , mau jadi gembel lo?" Ucap nita lagi Bella hanya menggeleng kan kepalanya , bella mulai membayangkan semua resiko yang di jelaskan nita tadi bila dia nekat meneruskan hal gila ini . Jujur saja bella telah jatuh hati pada sosok devan , bella inggin mencari devan lagi tapi jika yang di katakan nita itu benar maka itu kan benar-benar menghancurkan dirinya . " Terus kita mau kemana ?" Tanya bela pada nita "Lo ikut aja , kita ke rumah sakit gue , di sana ada tante kinan dokter kandungan , dia pasti punya solusinya " ujar nita " Tapi gimana kalo orang tua bella tau kalo kita membawa bella ke dokter kandungan " balas diana " Tenang aja tante gue bisa jaga rahasia , makanya kita lakukan di rumah sakit gue , orang-orang gak akan curiga kita ke sana" Semuanya akhirnya setuju dengan usulan nita. " Ayo kita berangkat sekarang sebelum semuanya terlambat " diana mengajak semua temannya Kembali ke tempat devan berada , dia tak kalah kacau kondisinya seperti bella. Devan membuat seisi rumahnya heboh , bagai mana tidak devan pulang dalam keadaan kacau baju kemeja yang terbuka dan kusut , seperti bukan dirinya saja , devan biasanya selalu terlihat rapi kini malah sangat kusut . " Darimana kamu dev " tanya sang mama Devan malah tak menjawab langsung saja melewati mamanya dan berpapasan dengan sang papa . " Akhirnya anak mu dewasa ma " seru sang papa " Anak ku sudah 25 tahun tentu saja sudah dewasa " sahut mamanya tak mengerti maksud suaminya " maksud papa tu devan pasti abis bermalam dengan kekasihnya , tu leher sampai ke dadanya full isi tanda merah " ucap papanya acuh Malah membuat sang mama syok dan langsung menghampiri devan yang hendak masuk ke kamarnya . "Dev tunggu !!" Seru sang mama Otomatis membuat devan menghentikan langkahnya , " Apalagi sih ma? devan capek banget mau mandi langsung istirahat , jangan ganggu devan dulu hari ini ya ma " devan langsung membuka pintu kamar hendak masuk lagi- lagi tangannya di tahan sang mama
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD