beri aku hadiah kak

1138 Words
Didalam restoran tadi , devanca Miller seorang ceo muda yang terkenal sangat dingin dan sangat kejam tak sadar bahwa dirinya telah menjadi target gila dari seorang gadis sma bernama bella Umur Devan yang masih muda tak menyurutkan wibawanya , bermata tajam dan tegas selalu di takuti oleh rekan-rekan bisnisnya ,. Devan sagat piawai dalam mengelola perusahaan di umurnya yang masih sangat muda Devan bahkan sudah menjabat sebagai ceo semenjak 6tahun lalau di umurnya yang baru 19 tahun, Devan memang sangat jenius bahkan pada saat itu devan berdebat dengan papanya karena sebuah proyek sampai akhirnya devan menang dan papanya menyerahkan kursi ceo pada putra semata wayangnya yang tak lain adalah devan sendiri. Memang benar tidak ada manusia yang sempurna devan sangat tampa kaya raya dan pintar , tapi dia tetap memiliki kekurangan hatinya sangat dingin . Bahkan tak pernah sekalipun tersentuh oleh perempuan mana pun , kalau di tanya dia norman tentu dia normal , dia masih punya hasrat tapi tak ada niat menyalurkannya,. Karena dalam hidupnya hanya kerja dan kerja dia terkena Workaholic akut . Seperti malam ini saja , saat malam minggu begini biasanya orang-orang muda sepantarannya akan berkencan, tapi dia masih saja kerja dan bertemu dengan rekan kerjanya sampai malam , padahal ini adalah sabtu harusnya para pekerja libur , tapi dak ada hari libur dalam kalender devan . Devan sangat lelah hari ini di tambah lagi dia harus mengemudi sendiri sekarang karena supirnya libur , (supir aja libur dia malah gak libur ini bos kerajinan amat sih ) , Dengan malas devan menuju mobilnya dia akan pulang ke apartemen saja lebih dekat pikirnya " Ma aku tak pulang sekarang , jangan menunggu aku ma ," suara devan menelfon mamanya , satu-satunya wanita dalam hidupnya Devan bergegas mengemudi setelah mematikan saluran telfonnya, saat hendak menaruh handphone nya tak sengaja dia menabrak orang " Yah tuhan , kenapa bisa nabrak sih " kesal devan dan turun dari mobil , benar saja depan mobil devan sudah ada bella yang pura-pura lemah di sana , " Kamu gak papa kan dik ?" Tanya devan sambil mengangkat tubuh bella " Gak ada yang luka kan ?" Tanya devan kembali Bukanya menjawab bella malah memeluk devan kencang , dan langsung menangis kencang , Devan yang mendengar tangisan bella yang tiba-tiba pun langsung ikut panik " Kaka tolong bella ya , bella takut " ujar bela sambil menangis , ( ini anak gendeng udah mulai beraksi ), Devan mengangguk dan membawa bella kedalam mobilnya , bella bersorak dalam hati sejauh ini rencananya berhasil , " Kak anterin bella pulang ya ? , Bella takut kak " " Di mana rumah mu ? , Sebelum ku antar pulang kita ke rumah sakit dulu ya , takutnya kamu ada luka dalam " jawab devan dengan wajah datar dan kaku , sok cuek " Jangan kak bella takut rumah sakit , bella gak papa kok, gak ada luka juga " tentu saja bela tak mau rencananya gagal "Yakin langsung pulang? , Saya gak mau ada yang nuntut saya karena tak bertanggung jawab " sambung devan ,. " yang ada kamu kali yang akan nyari aku buat tanggungjawab he' tawa bella dalam hati Kini bella dan devan telah menuju lokasi yang sudah di siapkan bella , tepat di jalanan sepi yang sangat gelap , jarang ada yang melewati jalanan ini kala malam . Tiba-tiba mobil devan oleng karena ban mobil devan pecah secara bersamaan , tentu saja ini ulah bella dan kawan-kawan,. " Kenapa kak ?'' seru bela pura-pura khawatir " Tunggu di sini saya cek dulu " saut devan keluar dari mobilnya Saat devan keluar langsung bella mengambil handphone devan dan mematikannya, jangan sampai devan meminta bantuan dan memangil orang ke sini jadi bella udah antisipasi duluan , Benar saja baru saja bella menaruh headphone devan sang pemilih suah membuka pintu dan mengambil headphone nya " s**l pakai acara mati lagi " kesal devan dan masuk dalam mobil, " Pinjam handphone mu " ucap devan lagi "Aku gak bawa kak ," jawab bella asal mana mai dia memberi headphone nya " Terus gimana ini , kita terjebak di sini " Ucap devan menghela nafas panjang s**l sekali nasibnya hari ini maunya cepat pulang istirahat malah terjebak di sini. Lamunan devan buyar saat tanpa aba-aba bella malah naik kepangkuan devan , devan mengerutkan keningnya " Apa-apaan gadis ini " pikir devan dalam hati " Kak bella takut " lirih bela sambil mengalungkan tangannya di leher devan Sesaat mata mereka terkunci , saling memmperhatikan satu sama lain , "Cantik " pekik devan ,. Bella yang mendengar pujian itu tersenyum , dan langsung mencium devan meski masih amatir karena ini yang pertama bagi keduanya ,. Tapi sungguh keduanya menikmatinya , bahkan devan sampai memegang tengkuk bella untuk memperdalam ciuman mereka ,. Bela terus melancarkan aksinya , bermodalkan pelajaran singkatnya dari vidio-vidio dewasa yang iya tonton berapa kali ,. Saking asiknya devan dan terlena oleh kelakuan bella membuat dia tak sadar bahwa di bawah sana sudah di buka oleh bella , dan isinya mencuat keluar ,. Bella sempat kaget saat menyentuh langsung benda itu , " sepertinya yang ku tonton di vidio tak sebesar dan sepanjang ini deh " pikir bella tapi tangannya tak berhenti mengelus-elus , yang membuat sang empunya semakin terlena. Bella langsung saja berusaha menyatukan diri mereka , ini agak susah karena ini yang pertama untuk bella , " Sakit sekali " pekik bella saat benda yang di dudukinya masuk sangat dalam membelah intinya yang sempit , membuat dirinya merasa intinya koyak ter sobak , " Apa yang kamu lakukan humm" devan mengeram merasakan kenikmatan yang teramat , ini pengalaman pertamanya tak pernah dia sangka akan senikmat ini . " Beri bella hadiah ya kak " kini bela mulai membiasakan dirinya dan melanjutkan aksinya " Apapun itu " saut devan yang sudah tak bisa berpikir jernih karen ulah bella "Kakak bella lelah " manja bela yang masih lincah di atas pangkuan devan , Bella sudah merasakan puncak 2x , tapi devan sepertinya belum mencapai , dan jujur bella pun masih menginginkan nya , hingga dia terus melanjutkan aksinya " Turunlah biar aku yang memimpin " sura devan serak , bella menggeleng " Biar aku tuntaskan sampai selesai kak " sambung bella " Heem panggil aku devan " bella mengangguk tanda setuju ,. Aksi bella berlanjut hingga 30 menit kemudian devan mengeram bersama bella pun sampai titik maksimal nya . Bella tak melepas kan penyatuan mereka , masih bersandar di d**a bidang devan yang masih polos , tak lupa bella mengambil botol air yang iya bawa di dalam tasnya ,. " Ini minum dev " bela menyodorkan botol air itu " Kamu tak minum sayang " menyerahkan kembali botol itu setelah di teguk nya hinga tersisa setengah , bella menggeleng " Habiskan dev kamu pasti sangat haus " devan tersenyum dan menghabiskan air yang di berikan bella
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD