salah paham

1122 Words
Tak ada penjelasan yang logis jika itu berhubungan dengar rasa , perasaan itu seutuhnya di atur oleh hati dan jika kamu ingin penjelasan kenap dan mengapa itu akan sangat sulit Devan dan bella dua insan yang terikat akan perasaan mereka akan semakin bingung jika mereka mencari jawaban dengan logikanya Devan terus mengelus rambut bella dan menghujaninya dengan kecupan di seluruh wajahnya , Cup,, Devan mencium lama jejak air mata bella seakan dia ingin menyedot semua kesedihan bella " Maaf " sekali lagi devan membisikkan kata itu di telinga bella Bella hanya menggeleng dia bukan ingin kata maaf dari devan tapi dia sakit karena devan terluka " Kenapa bisa begini ?" Tanya bella menggenggam tangan devan yang terluka Bella berdiri ingin mencari tempat obat dan mengobati tangan devan " Mau kemana ? Jagan pergi !" Lirih devan ada kekhawatiran dalam sorot mata devan Dirinya takut bella akan pergi devan merasa bersalah telah membuat gadisnya menangis , entah kenapa air mata bella telah menjadi kelemahanya kini " Apa ada tempat p3k di sini ? Lukamu harus di obati dev " bella menatap devan sendu Devan mengangguk dan menunjukkan sebuah pintu, tapi bukan pintu kamar mandi atau pintu keluar itu adalah pintu kamar penyimpanan baju , tanpa tanya bella pun masuk ke sana Mata bella berbinar saat melihat deretan dress dan baju wanita branded di sana tak lupa segala aksesoris nya sepatu dan juga tas yang tertata rapi di sana , meski bella tak kekurangan apapun tapi sebagai wanita sosialita barang-barang yang ada di ruangan ini adalah barang pavoritnya " Oh ya kotak obat " bella menepuk dahinya sendiri saat dia tersadar kembali apa tujuannya masuk ruangan ini Devan masih terpaku menatap pintu dimana bella tadi masuki , pandanganya tak teralihkan seakan bella akan menghilang di sana Bella kembali dengan kotak obat dan langsung duduk di sisi devan membersihkan dan mengobati luka-luka devan " Kenapa menangis lagi eehmm?" Tanya devan lembut sambil menghapus air mata bella " Ini pasti sangat sakit " bella kembali terisak " Kenapa bisa kayak gini sih ? , Tadi masih baik-baik aja kan ? " Pertanyaan bella bertubi-tubi " Aku lagi ngetes kekuatan dingding kamar mandi" jawab devan asal , karna dia juga masih bingung kenapa dia bisa se emosi tadi " Hhaahh?" Sempat bingung dengan jawaban devan yang rada-rada itu " Nih udah selesai " kesal bella langsung melepas tangan devan yang tadi di obati "Aduhhh sakit sayang " canda devan dia tau bella sedang kesal padanya " Apa kita kedokter saja ya ? Kita kerumah sakit aja ya , , kayaknya perlu di eemmmm", Devan gemas dan langsung membungkam bibir mungil bella yang terus saja mengoceh , " Eehhhh , sudah dev eeehhh" desah bella saat devan kembali nakal meremas-remas d**a bella di sela-sela ciuman panas mereka " Sudah dev kita harus kerumah sakit dulu " tolak bella sambil mendorong d**a devan pelan " Eeehh, suuudaahh dev " bella kembali di buat mendesah oleh devan yang bukanya berhenti devan malah kini menyesap d**a bella setelah melepas ciuman di bibir bella " Sudah dev , atau aku akan pergi " ancam bella karna sejujurnya bella takut akan kembali terhanyut dalam permainan devan " Aauuuuu " pekik bella saat tak segan-segan devan mengigit gemas ujung d**a bella " Jangan coba-coba pergi tanpa seijin ku !!" Kembali wajah devan berubah suram menatap bella tajam Tatapan devan yang sangat menusuk seakan mampu membunuh siapapun malah tak membuat bella takut sedikit pun bella malah menggenggam tangan devan yang terluka meniup dan mengecupnya " Jangan terluka lagi , karena aku lah yang akan merasa skitnya " gumang bella lirih Perasaan devan menghangat mendengar kan ungkapan bella , perasaan asing yang tak dapat devan artikan Bella tak mau menayakan lagi penyebab luka di tangan devan , dan bella yakin tangan devan sudah tak sakit lagi buktinya tadi masih bisa meremas dadanya dengan begitu keras , percuma saja rasanya rasa kehawatira bella " Ku harap kamu meyukainya , " ungkap bella saat menaruh makanan di meja depan sofa tempat devan duduk Devan ikut berdiri hendak mengambil cangkir kopi segera di hentikan bella " Kopinya sudah dingin , minum jusnya saja , nanti setelah makan akan ku buatkan ulang" Dengan patuh devan kembali duduk di sofa , saat bella hendak ikut duduk untuk makan devan malah menarik bella agar duduk di pangkuan nya " Suapi aku sayang" ugkap devan Sabil melingkar kan tanganya di pinggang bella " Mau makan yang mana ?" Tunjuk bella pada makanan nya " Apapun akan ku makan , aku sangat lapar ," bukan hanya bella ternyata yang kelaparan devan pu sama laparnya, Setelah derama yang panjang akhirnya mereka makan dengan lahap dan mesranya tanpa ada obrolan saat mereka makan , mereka fokus mengisi kembali energi yang terkuras habis akibat pergulatan panjang " Masakanmu enak sayang " puji devan " Aku akan memasakkan mu setiap hari bila kamu mau " jawab bella " Tak perlu sayang , aku tak mau kamu kelelahan, aku lebih suka memakan mu setiap hari langsung di banding masakan mu " Cupp cuup bella menghujani wajah devan dengan kecupan , bella sangat gemas dengan jawaban devan " Bagaimana caramu memakan ku setiap hari ? Apa kamu akan terus mengurung ku di tengah hutan ini selamanya ? " Tanya bella asal " Apa kamu keberatan ? " Pancing devan sambil terus menatap mataa bella yang masih tetap anteng di pangkuanya nya Bella menggeleng " dimana pun itu asal bersamamu aku akan bersedia tinggal" mungkin ini akan di kira gombalan atau salah satu trik bella untuk mengodanya tapi bagi bella itu adalah sebuah kejujuran " Apa kamu menjanjikan ini juga pada setiap lelakimu ? " " Tentu aku akan memberi janji akan bersama untuk lelaki ku " jawab bella ambigu " Berapa banyak pria yang kamu anggap lelaki mu ?" Tanya devan dengan nada yang mulai berat " Kenapa apa kamu mau mendaftar??" Lagi-lagi bella mengoda devan " Aku tak sudi berbagi " jawab devan tegas " Lelaki ku hanya ada satu tapi,,,," bella menjeda ucapanya " dari dulu memang cuma satu tapi tak tau kedepanya nanti " maksud bella dari dulu hanya devan yang dia anggap lelaki nya , namun tak tau kedepanya karena semuanya sangat rumit devan jelas-jelas adalah tunangan sahabat nya sampai kapan dia akan sanggup jadi wanita simpanan seperti sekarang mungki jika dia lelah dia akan mencari pria lain untuk menjadi lelakinya Tapi devan mengartikan lain , devan pikir bella hanya mempermainkanya menjadi kanya salah satu koleksi nya namu tetap tak akan mampu menggeser posisi pria yang semalam di gandeng bella Dalam konsidi masih berpelukan mereka malah hanyut dalam pemikiran masing-masing . Mereka sedekat ini , hati mereka satu tapi kenapa mereka merasa sangat jauh ketakutan yang berlebihan , saling meng inginkan tapi malah menjadi saling menyakiti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD