ingin b******a di sini

1181 Words
Door ,,, Dorr ,,, suara tembakan terdengar jelas memecah keheningan di antara devan dan bella " Suara apa itu ? " Tanya bella penasaran dan langsung turun dari pangkuan devan berlari kecil ingin membuka tirai jendela dan melihat keadaan di luar sana " Apa kebiasaan buruk mu tak bisa kau tahan sedikit saja " devan langsung menahan dan mencengkram tangan bella agar tak membuka tirai Bella hanya mengerutkan keningnya apa yang salah lagi " Lihatlah dirimu !! Kau bahkan hampir t*******g , apa kamu ingin mengundang pria lain untuk menjamah mu ??" Devan benar-benar geram akan tingkah bella " Jika kau tak mau aku mengundang pria lain maka puaskan lah aku " jawab bella dengan santai dengan senyum menggoda tentu saja yang di goda langsung kalang kabut , ularnya langsung ingin mengamuk lagi " Jalang !!!" Devan menepis tangan bella yang nakal bermain-main di d**a bidang devan yang masih toples Dengan segera bella memeluk devan dari belakang karena devan telah melangkah meninggalkan bella " Aku akan menjadi jalang mu , selama kamu menginginkan nya ," bella jujur dia siap di anggap jalang sekali pun bila itu bisa membuatnya bersama devan meski bukan untuk selamanya , bella sadar akan posisinya kini " Jika kau ingin bersamaku berhentilah menjadi jalang " jawab devan menahan semua hasrat , emosi , kecewa semua bercampur aduk Devan berhasrat karena dirinya di peluk erat oleh bella yang hampir t*******g itu tentu dia bisa merasakan dua benda kenyal itu menempel pada punggungnya , sekaligus devan emosi dan kecewa dengan ucapan bella " Apa masih mungkin ada kesempatan untuk kita bersama ??" Sanggah bella yang merasa tak ada celah untuk mereka bersama " Kenapa tidak ?? , Apa begitu sulit kah kamu menghentikan kebiasaan gila mu itu ??" " Berhenti lah bermain pria lain di luar sana , tetaplah di sisiku , aku akan memuaskan mu dengan apapun itu " akhirnya devan membalik tubuhnya dan menatap mata bella sendu . " Aku tak pernah bermain pria , aku hanya akan bertingkah liar bila bersama mu" sambung bella dan kembali memeluk devan menghirup aroma devan yang sangat menenangkan " Terserah bagaimana kamu sebelumnya tapi jika sekali lagi kamu berani menggoda pria lagi , akan ku tembak kaki kecil mu dan ku kurang kau di sini selamanya!!" Ancam devan kembali " Kapan aku menggoda pria cobak " gerutu bella kini mulai jera selalu di bilang menggoda pria oleh devan padahal jangankan menggoda di dekati pria saja bella langsung memasang tembok penghalang , dirinya bahkan di bilang wanita kutub es oleh teman-temannya karena dia terlalu dingin pada semua pria " Lihatlah dirimu berkeliaran dengan penampilan seperti ini , apa niat mu jika bukan menggoda para penjaga di rumah ini kan " tuduh devan kembali " Aku tak punya baju jadi aku pakai kemeja mu , lagian tadi aku pakai rapi kok karena di rumah ini sepi jadi aku buka saja beberapa kancingnya , memasak itu gerah tau " sungut bella dan mulai melepas pelukannya " tak punya baju katamu ?? , Apa yang ada di ruangan ganti gak cukup ?" " Mana aku tau kalau di sana ada baju-baju nya nita , kalau tau aku akan pinjam satu " hatinya kembali terasa di remas saat mengatakan itu , kenyataan kembali menampar nya " Berkeliaran mencari dapur yang jauh saja bisa tapi mencari baju yang sangat dekat tak bisa " cibir devan " Tauk ahh , aku mau mandi gerah " bella beranjak lelah rasanya berdebat dengan devan Kini berbalik devan lah y memeluk bella dari belakang sambil mengecup rambut bella " Semua yang ada di rumah ini adalah milik ku , dan termasuk kamu yang kini ada di sini , jangan pernah berpikir untuk bisa pergi dari ku , aku tak akan mengizinkan nya , dan selama kamu menjadi milik ku kamu juga bisa memiliki semua yang ku punya , termasuk semua yang ada di sini , tak ada namanya milik nita atau orang lain paham !!" Sebuah penegasan yang devan berikan bahwa dirinya adalah milik bella begitu pun sebaliknya " Apa ini akan menjadi rumah ku sebagai wanita simpanan mu ?" " Aku tak punya hubungan seperti itu , tak seperti dirimu yang memiliki banyak simpanan" " Terus apa kamu akan menjadi kan aku istri kedua mu ?" " Dengar kan aku bella linsey aku seorang devanca Miller hanya akan menikah sekali dan tak akan pernah ada mendua apalagi memiliki simpanan lagi " " Oohh jadi kamu akan menikah dengan siapa ? " Tanya bella polos " Dengan orang hutan , " apa-apaan pertanyaannya itu kesal devan " Ooohhhh" bella malah ber ooo ria " Sudah mengerti ??" Tanya devan Bella hanya mengangguk lemah , tanda mengerti " Mengerti apa ?" " Kamu akan menikah dengan orang hu tan" bella membekap mulutnya sendiri " Apa otak mu masih berfungsi eemm? Kamu kira seorang devanca benar-benar akan menikahi orang hutan ?? Bella hanya mengangkat bahunya , bella bukanya tak mengerti tapi bella hanya takut apapun keputusan devan semua sama sulitnya jika devan menikahi dirinya maka persahabatan nya akan hancur , tapi bila devan menikahi nita maka hatinya sendiri yang akan hancur Pembicaraan mereka berakhir di sana dengan pemahaman yang ambigu , Sore yang sangat indah bagi bella dan devan mereka sedang menikmati taman buatan bak taman istana yang membuat bella terus terkagum-kagum , " Sayang apa kah ini surga , rasanya aku tak ingin pergi dari sini " manja bella bersandar pada devan " Ini memang surga untuk kita , suatu saat nanti di sini akan ada anak-anak kita bermain bersama , jangan pernah punya pikiran untuk pergi karena aku tak akan mengijinkan itu " " Eemm" jawab bella sambil mengangguk Membahas soal anak membuat hati bella terasa teriris , membayangkan anaknya yang berumur 10 tahun berlari di taman ini membuat senyum cerah bella tadi berubah sendu " Kenapa eemm ? Jangan bersedih bila bersama ku " gumang devan sambil terus menciumi bella " Sayang apa di sini hanya ada kita berdua ?" Tanya bella saat dia mulai sadar bahwa pakaiannya telah tersibak ke atas dan devan terus bermain-main dengan dua b*******a bella " Tidak di sini banyak penjaga hanya saja mereka berada di pos mereka masing-masing " " Tapi kenapa seperti saat sepi sekali bahkan suara pun aku tak dengar " " Kenapa apa kamu ingin mencoba mereka ??" Tanya devan tajam " Bukan begitu aku inggin b******a di sini dengan mu bila memungkinkan " bella mengecup devan dengan agresif , bella ingin mengalihkan rasa sedihnya akan anaknya dulu , bella ingin cepat-cepat mendapatkan anak lagi dari devan " Uuungguh " lenguh panjang bella saat devan terus menghisap buah dadanya secara bergantian " Aku sudah sangat basah sayang , ayo lah kita mulai " bujuk bella karena devan seperti mempermainkan nya " Aku ingin mencicipi langsung surgamu sayang " tanpa ijin bella deva langsung melucuti bella dan membuka paha bella lebar-lebar bukanya memasukan ular nya devan malah menjilati dengan rakus inti bella " Aahh aahh jangan sayang itu jorok " bella terus ingin mendorong devan tapi malah mendesah keenakan , sensasi yang baru dia rasakan ternyata ini juga sangat nikmat
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD