Door ,,, Dorr ,,, suara tembakan terdengar jelas memecah keheningan di antara devan dan bella
" Suara apa itu ? " Tanya bella penasaran dan langsung turun dari pangkuan devan berlari kecil ingin membuka tirai jendela dan melihat keadaan di luar sana
" Apa kebiasaan buruk mu tak bisa kau tahan sedikit saja " devan langsung menahan dan mencengkram tangan bella agar tak membuka tirai
Bella hanya mengerutkan keningnya apa yang salah lagi
" Lihatlah dirimu !! Kau bahkan hampir t*******g , apa kamu ingin mengundang pria lain untuk menjamah mu ??" Devan benar-benar geram akan tingkah bella
" Jika kau tak mau aku mengundang pria lain maka puaskan lah aku " jawab bella dengan santai dengan senyum menggoda tentu saja yang di goda langsung kalang kabut , ularnya langsung ingin mengamuk lagi
" Jalang !!!" Devan menepis tangan bella yang nakal bermain-main di d**a bidang devan yang masih toples
Dengan segera bella memeluk devan dari belakang karena devan telah melangkah meninggalkan bella
" Aku akan menjadi jalang mu , selama kamu menginginkan nya ," bella jujur dia siap di anggap jalang sekali pun bila itu bisa membuatnya bersama devan meski bukan untuk selamanya , bella sadar akan posisinya kini
" Jika kau ingin bersamaku berhentilah menjadi jalang " jawab devan menahan semua hasrat , emosi , kecewa semua bercampur aduk
Devan berhasrat karena dirinya di peluk erat oleh bella yang hampir t*******g itu tentu dia bisa merasakan dua benda kenyal itu menempel pada punggungnya , sekaligus devan emosi dan kecewa dengan ucapan bella
" Apa masih mungkin ada kesempatan untuk kita bersama ??" Sanggah bella yang merasa tak ada celah untuk mereka bersama
" Kenapa tidak ?? , Apa begitu sulit kah kamu menghentikan kebiasaan gila mu itu ??"
" Berhenti lah bermain pria lain di luar sana , tetaplah di sisiku , aku akan memuaskan mu dengan apapun itu " akhirnya devan membalik tubuhnya dan menatap mata bella sendu .
" Aku tak pernah bermain pria , aku hanya akan bertingkah liar bila bersama mu" sambung bella dan kembali memeluk devan menghirup aroma devan yang sangat menenangkan
" Terserah bagaimana kamu sebelumnya tapi jika sekali lagi kamu berani menggoda pria lagi , akan ku tembak kaki kecil mu dan ku kurang kau di sini selamanya!!" Ancam devan kembali
" Kapan aku menggoda pria cobak " gerutu bella kini mulai jera selalu di bilang menggoda pria oleh devan padahal jangankan menggoda di dekati pria saja bella langsung memasang tembok penghalang , dirinya bahkan di bilang wanita kutub es oleh teman-temannya karena dia terlalu dingin pada semua pria
" Lihatlah dirimu berkeliaran dengan penampilan seperti ini , apa niat mu jika bukan menggoda para penjaga di rumah ini kan " tuduh devan kembali
" Aku tak punya baju jadi aku pakai kemeja mu , lagian tadi aku pakai rapi kok karena di rumah ini sepi jadi aku buka saja beberapa kancingnya , memasak itu gerah tau " sungut bella dan mulai melepas pelukannya
" tak punya baju katamu ?? , Apa yang ada di ruangan ganti gak cukup ?"
" Mana aku tau kalau di sana ada baju-baju nya nita , kalau tau aku akan pinjam satu " hatinya kembali terasa di remas saat mengatakan itu , kenyataan kembali menampar nya
" Berkeliaran mencari dapur yang jauh saja bisa tapi mencari baju yang sangat dekat tak bisa " cibir devan
" Tauk ahh , aku mau mandi gerah " bella beranjak lelah rasanya berdebat dengan devan
Kini berbalik devan lah y memeluk bella dari belakang sambil mengecup rambut bella
" Semua yang ada di rumah ini adalah milik ku , dan termasuk kamu yang kini ada di sini , jangan pernah berpikir untuk bisa pergi dari ku , aku tak akan mengizinkan nya , dan selama kamu menjadi milik ku kamu juga bisa memiliki semua yang ku punya , termasuk semua yang ada di sini , tak ada namanya milik nita atau orang lain paham !!" Sebuah penegasan yang devan berikan bahwa dirinya adalah milik bella begitu pun sebaliknya
" Apa ini akan menjadi rumah ku sebagai wanita simpanan mu ?"
" Aku tak punya hubungan seperti itu , tak seperti dirimu yang memiliki banyak simpanan"
" Terus apa kamu akan menjadi kan aku istri kedua mu ?"
" Dengar kan aku bella linsey aku seorang devanca Miller hanya akan menikah sekali dan tak akan pernah ada mendua apalagi memiliki simpanan lagi "
" Oohh jadi kamu akan menikah dengan siapa ? " Tanya bella polos
" Dengan orang hutan , " apa-apaan pertanyaannya itu kesal devan
" Ooohhhh" bella malah ber ooo ria
" Sudah mengerti ??" Tanya devan
Bella hanya mengangguk lemah , tanda mengerti
" Mengerti apa ?"
" Kamu akan menikah dengan orang hu tan" bella membekap mulutnya sendiri
" Apa otak mu masih berfungsi eemm? Kamu kira seorang devanca benar-benar akan menikahi orang hutan ??
Bella hanya mengangkat bahunya , bella bukanya tak mengerti tapi bella hanya takut apapun keputusan devan semua sama sulitnya jika devan menikahi dirinya maka persahabatan nya akan hancur , tapi bila devan menikahi nita maka hatinya sendiri yang akan hancur
Pembicaraan mereka berakhir di sana dengan pemahaman yang ambigu ,
Sore yang sangat indah bagi bella dan devan mereka sedang menikmati taman buatan bak taman istana yang membuat bella terus terkagum-kagum ,
" Sayang apa kah ini surga , rasanya aku tak ingin pergi dari sini " manja bella bersandar pada devan
" Ini memang surga untuk kita , suatu saat nanti di sini akan ada anak-anak kita bermain bersama , jangan pernah punya pikiran untuk pergi karena aku tak akan mengijinkan itu "
" Eemm" jawab bella sambil mengangguk
Membahas soal anak membuat hati bella terasa teriris , membayangkan anaknya yang berumur 10 tahun berlari di taman ini membuat senyum cerah bella tadi berubah sendu
" Kenapa eemm ? Jangan bersedih bila bersama ku " gumang devan sambil terus menciumi bella
" Sayang apa di sini hanya ada kita berdua ?" Tanya bella saat dia mulai sadar bahwa pakaiannya telah tersibak ke atas dan devan terus bermain-main dengan dua b*******a bella
" Tidak di sini banyak penjaga hanya saja mereka berada di pos mereka masing-masing "
" Tapi kenapa seperti saat sepi sekali bahkan suara pun aku tak dengar "
" Kenapa apa kamu ingin mencoba mereka ??" Tanya devan tajam
" Bukan begitu aku inggin b******a di sini dengan mu bila memungkinkan " bella mengecup devan dengan agresif , bella ingin mengalihkan rasa sedihnya akan anaknya dulu , bella ingin cepat-cepat mendapatkan anak lagi dari devan
" Uuungguh " lenguh panjang bella saat devan terus menghisap buah dadanya secara bergantian
" Aku sudah sangat basah sayang , ayo lah kita mulai " bujuk bella karena devan seperti mempermainkan nya
" Aku ingin mencicipi langsung surgamu sayang " tanpa ijin bella deva langsung melucuti bella dan membuka paha bella lebar-lebar bukanya memasukan ular nya devan malah menjilati dengan rakus inti bella
" Aahh aahh jangan sayang itu jorok " bella terus ingin mendorong devan tapi malah mendesah keenakan , sensasi yang baru dia rasakan ternyata ini juga sangat nikmat