sisi lain

1081 Words
Sampai di villa persembunyian devan kondisi villa sangat lengang nan sepi , wajar saja villa ini hanya di huni beberapa penjaga dan saat ini sudah sangat larut para penjaga sudah ada di pos mereka masing-masing. Meski villa ini tersembunyi jangan kira tempat nya kecil dan sederhana berada di tengah-tengah hutan , villa ini adalah istana megah nan menawan , di kelilingi perbukitan dan taman yang indah menjadi tempat surganya dunia . Villa ini bukan hanya sering devan jadikan tempat pelarian namun juga menjadi tempat penyimpanan rahasia devan , yang tak banyak orang tau , selain seorang pebisnis handal devan juga memiliki sisi gelap yang sangat mengerikan . Devan mengulas senyum melihat bella terlelap polos di kursi belakang " Dasar gadis nakal" gumang devan seraya keluar dari mobil dan membuka pintu belakang membopong tubuh polos gadisnya masuk menuju kamar pribadinya . Perlahan devan merebahkan bella di ranjang king size nya , devan membelai lembut wajah cantik bella . " Bahkan saat kau terlelap pun tetap bisa menggoda ku , dasar gadis penggoda" desis devan frustasi " Bagaimana aku harus menghadapi mu ? Eemm" Jujur saja rencana awal devan hanya ingin balas dendam pada bella , namun nyatanya dia lah yang kini terbawa arus. Bella seperti nikotin yang menyesatkan semakin di sentuh semakin memabukkan Harusnya kini devan meninggal bella tapi devan malah semakin menginginkan bella "Eemmemhh " lenguh keluar dari bibir mungilnya bella dengan mata yang masih terpejam saat devan dengan nakalnya bermain-main dengan dua benda besar dan kenyal yang sangat menantang . " s**l lihatlah ular tak tahu malu ini , sangat siap melahap mangsanya lagi , " devan mengelus-elus senjatanya " Aahhhh, sakit" rintih bella langsung membuka matanya saat tanpa permisi ular piton devan talah masuk kembali dalam inti bella tanpa pemanasan " Aahhh ini sangat nikmat , eemmm sempit sekali , bella kenapa kamu menjepit nya sangat kuat " racau devan terus memompa inti bella tanpa peduli bella sedang mendelik melihat devan menggempurnya tanpa ampun bahkan tanpa membangunkannya dulu " Emm huh pelan-pelan dev sakit , " bella benar" kesakitan karena devan seperti kesetanan terus memompa bella , bagaimana tidak lubang sempit bella kembali robek setelah sekian lama , dan bekas percintaan tadi pun masih perih kini harus kembali menenangkan ular piton yang mengamuk " Iiisss nikmati saja sayang , ini sangat nikmat " devan tak mau mengurangi temponya sama sekali devan seakan bisa gila jika berhenti sekarang gairahnya sangat memuncak . Jika tadi devan mengatakan akan menggempur bella semalaman ternyata itu bukan bualan semata , nyatanya devan benar-benar melakukanya , devan samasekali tak melepas bella sampai dini hari bahkan bella sudah tak ingat beberapakali devan menghangat kan rahimnya dengan cairan cinta devan , bella sangat kelelahan sampai tak sadarkan diri melayani hasrat devan yang menggila. Bella menggeliat dari tidurnya saat cahaya yang masuk dari celah-celah korden jendela menyilaukan matanya " Euummmm" bella reflek mendesah saat merasakan sensasi geli di bawah sana , ada yang mengganjal di antara intinya tapi bukan benda keras berurat seperti semalam melainkan benda kenyal lembek meski lembek tapi tetap berada di dalam sana membuat bella malah terbakar gairah Tanpa ragu menyesap dan membuat banyak tanda merah di d**a dan leher devan " Gadis nakal " ucap devan saat melihat bella malah memancing ularnya untuk mengamuk lagi Bella hanya tersenyum dan tak berhenti dengan aksinya " Apa semalam masih kurang eemm? " Tanya devan menyeringai , dengan senyum yang tak dapat di artikan Bukan menjawab bella malah naik ke atas tubuh devan , dan benda kenyal tadi telah mengeras kembali " Kau tau 10 tahun aku menginginkan ini , apa dahagaku akan hilang dengan semalam ? " Goda bella di sela-sela aksinya yang makin menjadi , Devan tak mau kalan die terus menyesap dan meremas due benda favorit kini " Aahhh siit yaahhh terus sayang eeemmm " devan terus mendesah " Aku akan keluar lagi dev ", desah bella sudah tak tahan akan kenikmatan ini " Bersama sayang " Devan meremas b****g bella membantu memompa bella dari bawah " Eeemmm yahh terus sayang " " Aaahhkkk devan " bella mencakar d**a bidang devan mengejang merasakan k*****s yang luar bisa Devan pun tak kalah keras meremas b****g bella disaat bersama mereka mendapatkan pelepasan Tanpa melepas penyatuan mereka bella kembali merebahkan diri di d**a bidang devan Dua insan yang sedang di mabuk asmara ini kembali terlelap setelah mendapatkan kepuasan lagi dan lagi *** Jika bella dan devan sedang mabuk asmara dan menggila akan hasrat mereka tapi sebaliknya yang di rasakan kedua pasangan yang mereka tinggalkan semalam Nita mengamuk sejadi-jadinya bahkan para pelayan tak ada yang berani mendaki kamar nona muda mereka Sejak semalam nita terus membanting semua barang yang ada Ini sudah biasa bagi para pelayan di rumah mewah ini , nona muda mereka memang sering mengamuk bila apa yang di inginkan tak di penuhi . Dan orang tua nita bahkan membiarkan saja semuanya , karena nita tak akan menyakiti dirinya sendiri nita sangat mencintai dirinya sendiri " Pa nita belum berhenti mengamuk dari semalam ? " Tanya kakak sulung nita yang baru saja datang bersama keluarga kecilnya , setelah kehebohan semalam seluruh keluarga nita sudah menduga semua ini Pria paruh baya yang masih terlihat gagah di usia senjanya hanya mengangkat bahunya tanda tak acuh Akhirnya tak ada pembahasan tentang nita kembali , di ruang keluarga berkumpul semua anggota kelurga bercengkrama hangat , meski suara bantingan barang dan suara teriakan histeris masih jelas terdengar dari arah kamar nita tapi semuanya malah tak acuh Tak ada satupun dari anggota keluarga ini yang mencoba menenangkan nita , karena bagi mereka itu percuma , nita akan semakin menjadi bila di dekati , maka mereka memilih diam dan membiarkan nita tenang dengan sendirinya Tapi jangan salah amukan nita seperti orang gila ini hanya di ketahui oleh penghuni rumah ini saja , ada sebuah peraturan yang melarang membahas tentang kegilaan nita ini di dalam atau di luar rumah Ini bentuk upaya untuk menjaga citra nita di luaran sana Lain dengan nita yang mengamuk seperti orang gila deren yang merasa kehilangan juga karena calon istrinya menghilang juga semalam Berusaha mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari bella " Jika kalian tak menemukan istriku hari ini juga kalian tau akibatnya bukan ? " Wajah tampan deren yang kalem berubah suram Suara dingin dan menusuk membuat semua yang ada di ruangan itu menegang seketika Mereka tau betul tuanya kini benar-benar dalam mode iblis nya Sedikit saja mereka melakukan kesalahan bisa di pastikan timah panas dari pistol yang sedang di genggaman oleh tuanya akan bersarang di kepala mereka
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD