Devan POV
Ini adalah hal tergila yang pernah aku lakukan , kali ini aku benar-benar nekat kabur dari pertunangan ku di detik-detik aku tukar cincin
Aku ikut pergi saat melihat gadis nakal itu meninggal kan ruang acara
" Kemana ?" Tanya nita menahan ku saat hendak turun dari panggung meninggalkan nya
" Cincin nya tertinggal di mobil " bisik ku pada nita , tentu saja aku bohong soal itu
Meski ragu tapi nita akhirnya melepaskan aku dia tau kalau barang ku tak suka di sentuh orang lain, jadi tak mungkin dia meminta orang lain untuk mengambil kan cincin nya , nita pasti tak mau mendapatkan murkaku lagi.
Akhirnya aku bisa keluar tanpa menimbulkan kecurigaan , nita pun tak mungkin menyusul ku dia pasti sibuk menunda acara sekarang ,
Seakan dewi Fortuna sedang berpihak padaku , saat ku memasuki area parkir langsung aku melihat gadis kecilku menggerutu kesal lalu berjongkok , entah apa yang membuatnya sangat frustasi begitu
Saat ku hampiri dia seperti kebingungan dan seolah melihat hantu , ku lihat sekeliling sangat yang sepi tapi dan tak melihat pria yang tadi digandeng nya, tak mau mengambil resiko gegas ku tarik gadisku menuju mobil , untung saja dia tak berontak dan manut-manut saja
Aku berniat akan mengurung gadis nakal ini di villa pribadiku , di benar-benar membuat ku gila lihatlah pakaian nya sangat menggoda sudah berapa lelaki yang dia goda dengan tubuhnya itu
Emosiku langsung membara lagi karena bibir mungil itu menyebut nama pria lain , benar-benar aku sudah tak bisa menahan hasrat ku lagi , berdampingan dengan gadis ini membuat akal sehat ku hilang , emosi, kesal dan gemas yang bercampur ini perasaan yang asing buat ku , intinya yang ku inginkan sekarang hanya melepas hasrat ku dan mengurung gadis ini hanya untukku saja sebagai hukum karena telah meninggal kan ku dulu begitu saja
Segera ku turunkan tempat duduk bella saat mobil telah berhenti di tengah jalan , jalanan ini tak akan di lewati oleh orang lain , ini jalan khusus menuju villa yang tersembunyi di balik bukit sana , apalagi ini sudah malam para pekerja ku tak akan masuk jalan hutan di jam segini , jadi aku akan bebas menerjang gadis ini
Umurku yang sudah 35 tahun dan aku baru bisa berhasrat dengan gadis ini saja , jadi akan ku puaskan dahagaku selama 10 tahun ini , ku pastikan gadis ini terus mengeram nikmat sepanjang malam di bawa kendali ku
Tak peduli kebingungan yang bella tunjukkan karena mobil berhenti di tengah hutan , aku mulai melancarkan aksiku , ku rengkuh tubuh indah ini ku kecup setiap inci wajahnya sangat indah cantik dan mulus tak bercelana segera, ku kecap bibir ranumnya , bukan kecupan lagi melainkan hisapan yang menuntun karena makin ku kecap semakin manis ku rasa dan ini akan menjadi candu buat ku
Tangan ku tak tinggal diam sudah traveling ke seluruh badan gadisku , tangan ku sampai pada dua benda kenyal dan lembut itu , tanpa kesulitan tanganku masuk menyelusup menggegam benda itu , karena gaun yang bella kenalan sangat terbuka di bagian d**a , melihat sekilas saja sudah bisa menikmati keindahan bukit kembar ini , itulah alasanku tadi menyebut bella w*************a , pasti tadi banyak mata yang menikmati pemandangan ini
" Ini telah tumbuh dengan baik ternyata " gumang ku karena dulu tak sebesar ini , aku masih sangat ingat ukuran nya dulu
Ku mainkan gundukan ini sampai ujungnya ku pelintir kecil sesukaku membuat bella menggeliat tak tenang
" Eehhh geli dev " racau bella yang membuat aku semakin gila
Ciuman ku semakin turun dan menyusuri leher jenjangnya dan memberi tanda kepemilikan di sana
Semakin ku turun dan mulai membuka gaun mini yang di kenakan bella semakin aku gila melihat tubuh polos indah bella
" Berapa pasang mata yang telah melihat tubuh polos mu eemm?" Tanyaku sambil meremas gemas pada kedua gundukan besar itu secara bersamaan
" Eehh sakit dev , " erang bella dengan wajah sendunya
" Jawab!! Berapa pria yang telah menikmati tubuhmu " aku benar-benar emosi membayangkan tubuh indah ini di jamah oleh tangan lain
Belum juga bella menjawab segera ku lucuti diriku sendiri lalu menindih tubuh bella segera ku bungkam kembali bibir indah ini , tak mau mendengar jawaban yang akan membuat aku semakin emosi
Aku terus melancarkan aksiku sampai pada inti bella , dulu aku tak sempat melihatnya hanya bisa merasakan ternyata ini benar-benar indah s**l entah berapa kali ini di masuki pria lain , emosiku tersulut kembali
Kurasa cukup bermain-main segera ku arahkan kebanggan ku yang baru saja bagun dari hibernasi nya ke inti bella
Ku pikir ini akan mudah karena ini bukan yang pertama untuk bella nyatanya sangat sulit untuk masuk, ini lubangnya yang sempit apa aku yang terlalu bodoh karena ini pengalaman pertama ku memasuki lobang , kalau yang dulu masuk tapi bella yang memasukannya
" Sakit ,, dev pelan-pelan " rintih bella saat aku berhasil menerobos masuk , nyatanya ini lebih nikmat dari yang dulu ,
" Ini bukan yang pertama kenapa masih sakit eemm ?" Tanyaku sambil terus melancarkan aksiku , rasanya tak bisa berhenti akan kenikmatan ini ,
" Punyamu ternyata tumbuh subur sudah bertambah panjang dan gemuk " jawab bella di sela-sela erangannya , sepertinya dia juga sudah sangat menikmati tak ada lagi rintihan sakit seperti tadi
" Apa belum ada yang lebih besar memasuki mu ?" Tanyaku penasaran , harusnya ini sudah longgar karena sering di masuki kenapa masih sangat sempit sama seperti waktu pertama
" Belum ada , dan hanya kamu yang bisa memasuki ku " hatiku sangat bahagia mendengar jawaban itu meskipun itu kebohongan aku akan terima
Tak ada lagi emosi seperti tadi hanya hasrat yang menggebu dan aku terus berpacu mencari kenikmatan dan kepuasan
Hampir 1 jam kami bertukar Saliva , peluh dan kenikmatan balum juga aku mendapatkan pelepasan, tubuh bella bahkan telah ku bolak balik dan berbagai gaya aku coba seperti sekarang bella ku hadapkan ke kursi paling belakang dengan posisi menungging dan ku hujam dari belakang
" Ehh dev aku gak kuat " erang bella lagi , entah ini sudah pelepasan yang ke berapa untuk bella , bahkan ini adalah pelepasan bella yang ke 2 dengan posisi seperti ini
Benar-benar gila ular piton yang hibernasi selama 10 tahun setelah bangun kini sangat kelaparan
" Biarkan aku memimpin dev " pinta bella setelah pelepasan nya tentu saja aku setuju dengan senang hati
Kini aku duduk santai dan bella yang mulai berpacu di atas pangkuan ku
" Kamu sangat cantik saat mendesah lincah seperti ini sama seperti dulu , meski Sekaran kamu jauh lebih cantik lagi " berapa kali aku mengumpat dalam hati , kenapa ular piton ini sangat pemilih mangsa , ini adalah kenikmatan tiada tata tapi aku hanya akan bisa menikmati dengan bella , bagaimana jika bukan bella apa aku harus puasa lagi , rasanya setelah malam ini aku akan benar-benar gila jika harus kembali puasa
Akhirnya aku benar-benar pelepasan setelah beberapa saat bella terus bergerak lincah di atas ku , bella sangat tau cara memuaskan ku .
Setelah pelepasan segera ku ambil celana dan ku kenakan asal , kembali duduk di depan kemudi , memacu mobilku ke arah villa , aku sudah tak tahan untuk melanjutkan babak berikutnya di villa nanti , tak akan ku biarkan bella tidur untuk malam ini.