Di salah satu hotel termegah miliki keluarga Miller tengah di selenggarakan pesta pertunangan sang pewaris , pesta yang sangat mewah dan di hadiri pula oleh orang-orang terpandang di negri ini , hanya orang-orang elite yang bisa masuk di pesta ini .
Jika pestanya sangat megah dan meriah namun sang pewaris malah merasa kan kekosongan di dalam hatinya .
Yah devanca Miller terpaksa harus melanjutkan pertunangan ini , meski dia merasa sangat tak nyaman , bila saja bukan sang papa yang menghubunginya tadi pagi dia tak akan keluar dari persembunyiannya
Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam dan acara tukar cincin akan segera di adakan , bahkan para host sudah mulai naik ke panggung menghentikan hiburan penyambutan sejenak
Semua sangat bahagia akan pertunangan ini , tak terkecuali nita dokter cantik ini tak henti-hentinya tersenyum kebahagiaan hari ini tak bisa di utarakan oleh kata-kata tangannya terus bergelayut manja di legan devan seakan tak mau melepas kan nya
Sedangkan devan sendiri yang memasang wajah dingin nan datarnya dari tadi kini berubah suram rahangnya mengeras tangan nya mengepalkan kuat , amarah langsung membara saat mata elang nya melihat gadis nakalnya hadir dengan balutan gaun yang lumayan terbuka rambutnya yang di tata keatas menyisakan beberapa helaian di depan membuat leher jenjang yang mulus itu terekspos di nikmati oleh banyak mata membuat devan tak suka .
Di tambah dengan langkah anggun gadisnya mengandeng tangan pria tampan di sebelahnya , belum lagi tatapan memuja dari pria yang bella gandeng benar-benar membuat devan tak tahan , ingin sekali devan langsung menarik bella dan mengurung nya
Mata elang devan terus mengintai pergerakan bella , tanpa peduli host telah memanggil dirinya dan nita untuk naik ke atas panggung ,
Sedangkan bella yang belum rela melepas devan menahan sesak di dadanya , bella sempat menatap devan sekilas yang menatap dirinya tajam entah mengapa tatapan itu membuat hati bella makin terenyuh bukan takut melainkan tersirat rindu di sana , itu yang bella rasakan
Bella tak mau menangis di acara ini apalagi di sebelah deren , pasti menjadi tanda tanya mengapa dirinya menangis di acara membahagiakan sahabatnya sendiri
Saat host mulai memangil devan dan nita keatas panggung bella memilih pergi agar tak melihat langsung acara tukar cincin itu , jujur bella benar-benar tak sanggup
Meski kini bella mengandeng pria setampan deren nyatanya tak berpengaruh apa-apa bagi bella , ketampanan dan kelembutan deren tak sanggup menyentuh hati bella tetap hanya seorang devanca yang menduduki tahta di hati bella selama 10 tahun ini dan belum pernah tergantikan
Bella yang tadi bilang akan ke toilet pada deren malah lari ke arah parkir , pikirannya kalut , hatinya hancur ternyata dia tak sekuat itu untuk melihat pertunangan orang yang di cintai nya
Sampai di parkir bella baru sadar bahwa dirinya tak membawa mobil , dia kesini bersama deren tentu saja kunci mobil di pegang deren
" Bella bodoh kenapa sih lo malah ke sini sih ?? Harusnya lo langsung ke lobby aja " bella yang merasa frustasi langsung berjongkok memeluk lututnya dan menunduk menyembunyikan wajahnya di antara lengannya sambil menangis tertahan
Bella ingin pergi dari sini secepatnya namun hati pikiran dan raganya sudah sangat lelah .
Perjalanan dari Amerika ke Indonesia sudah sangat melelahkan di tambah harus menemani keluarga deren seharian hinga kini harus menghadapi kenyataan yang menyakitkan membuat bella sudah tak ada tenaga lagi , rasanya untuk berjalan ke arah lobby pun sangat berat
" Kenapa sih nasib gue gini banget " lirih bella
" Kenapa nasib mu ??" Suara berat seorang laki-laki terdengar , dan bella merasa tak asing dengan suara itu
Bella pun mendongak melihat siapa yang berdiri di sebelah nya , bella langsung mengucek matanya benarkan yang dia liat sekarang
" Tidak mungkin " ucap bella pelan sambil menggelengkan kepalanya , tak mungkin juga devan yang asli ada di sebelah nya , pasti kini dia lagi memasang cincin untuk nita di dalam
" Apa yang tak mungkin ?" Tanya devan yang mampu mendengar ucapan bella tadi meski hanya bisikan kecil tapi karena tempat yang sepi membuat devan masih dapat mendengarnya
" Kamu??" Belum juga bella melanjutkan ucapannya devan lebih dulu menarik tangan bella agar mengikutinya
Bella yang di tarik devan tak berontak sama sekali malah menurut seperti sapi yang di cucuk hidung nya sampai-sampai bella tak sadar bahwa dirinya di masukkan kedalam mobil devan
Mobil devan telah jauh meninggalkan hotel tempat acara pertunangan tadi tapi bella masih saja belum sadar kalau dirinya di bawa lari oleh devan malah asik menatap devan entah apa yang di pikiran gadis t***l ini , otak cerdas bella pasti langsung menguap kalau sudah berhadapan dengan devan
" Apa memang hobi mu menggoda lelaki? " Tanya devan memecah keheningan
" Hah ? " Bella tak mengerti maksud ucapan devan
" Pakaian mu !" Tunjuk devan dengan dagunya ,
" Ada apa dengan pakaian ku ?" Pikir bella dan melihat penampilan sendiri
" Kayaknya baik-baik saja tak ada yang salah dengan gaun ku" pikir bella kembali , bella masih mencari-cari kesalahan dalam penampilan nya , gaun yang dia kenakan sekarang adalah hasil rancangannya sendiri dan mengunakan bahan yang sangat berkualitas jadi tak mungkin ada kesalahan pada gaunnya , sampai devan kembali bertanya
" Siapa dia ? " Kembali devan menanyakan sesuatu yang ambigu , pertanyaan yang setengah-setengah
" Siapa ?"
" Yang bersamamu di pesta tadi ? "
" Oohhh deren " jawab bella
" Jangan sebut namanya !! Apa hubungan kalian ?" Tanya devan sambil mengeram seakan menahan emosi , devan benar-benar sudah gila bahkan mendengar bella menyebut nama pria lain saja bisa membuat devan emosi
" Eh eemm sepupu bukan maksudnya calon suami ku " bella sampai bingung harus menjawab apa
" Jadi sekarang kamu bahkan menggoda sepupu mu sendiri heh ?" Sinis devan
" Hah? Menggoda ? "
" Iya kamu kan w*************a , lihatlah bajumu seperti kekurangan bahan begitu , kamu ini desainer tapi baju mu sangat kacau " cercar devan
" Apa kamu tergoda ?" Bukanya tersinggung dengan ucapan devan yang terkesan merendahkan bella tapi bella malah menggoda devan balik
Seketika devan bungkam , di tanya tergoda, tentu saja devan sangat tergoda
" Kamu ini pria impoten devan , kenapa kamu langsung on true saat melihat leher jenjang dan d**a putih mulus itu " gerutu devan dalam hati sambil melirik sekilas bella
" s**l" devan kembali mengeram dan mencekal kuat kemudiannya menahan sesuatu yang sesak di bawah sana
" Jangan senyum-senyum tak jelas begitu ! Kau benar-benar ingin menggoda ku ?? Atau kamu ingin mengulang kejadian 10tahun yang lalu?"
Deg
jantung bella terpacu cepat mukanya merah padam menahan malu saat devan mengungkit kejadian gila itu
" Kenapa diam? Atau kamu mau mengulangnya di dalam mobil juga ? Oky akan aku kabulkan " perkataan devan tak main-main devan benar-benaeb menghentikan mobilnya di tengah jalan sepi nan gelap seperti jalan di tengah hutan
Tentu saja ini jalan di tengah hutan karena devan niat membawa bella ke villa pribadinya di balik bukit jadi mereka harus melewati hutan yang lebat