keluarga derendra

1185 Words
" siala lo bel kita di sini sibuk ngurusin pertunangan nita lo malah asik pacaran " cercar rita " Iisss tau gitu gue gak bakal khawatir sama lo yang ngilang gitu aja , benar-benar deh " geram bumil salsa " Halo semuanya salam kenal , namaku deren calon suami bella " belum juga bella menjawab celotehan teman-teman nya deren lebih dulu memperkenalkan diri dan bahkan menyebut dirinya calon suami bella yang membuat bella melongo menatap deren " Hallo juga deren , kamu gak di paksa gomong gitu sama bella kan ? Cercar diana " Kenapa saya harus di paksa ? " Tanya deren heran sampai mengerutkan alisnya " Yah karena kita semua tau tuh cewek di sebelah kamu pasti lagi manfaatin kamu buat ngerjain kita " teran diana lagi " Iya bel lo lagi ngerjain kita ya ? Mana mungkin lo tiba-tiba aja udah punya calon suami , pacaran aja lo gak pernah " cercar rita kembali " Pasti lo bayar tuh cowok ya biar lo gak keliatan ngenes ya , soalnya kan cuma lo yang masih gak laku-laku disini " tuduh salsa kembali " Dibayar berapa sama bella ?" Kini nita yang bertanya dengan nada yang sangat serius Bella bingung harus jawab apa pada teman-temannya , jika di tanya soal bayaran memang imbalan yang akan deren terima setelah menikahi bella tak tanggung-tanggung sebuah perusahaan keluarga bella dan bahkan bisa sampai usaha bella akan jadi hak deren juga , apa itu bisa di sebut bella membayar deren ya Hahaha deren malah tertawa terbahak-bahak dengan tingkah konyol teman-teman bella , pantas saja bella masih begitu polos ternyata teman-teman nya sama polosnya pikir deren " Kenalkan kembali nama saya derendra wijaya ceo sekaligus pemilih group DW sejahtera , apa kalian pikir uang masih menjadi alasan saya bersama bella " kekeh deren kembali Sontak saja pernyataan deren membuat taman-taman bella terbelalak siapa yang tak mengenal group DW Sejahtera perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor impor terbesar saat ini di Indonesia , memang sang pemilik sangat misterius sangat jarang orang tau pemilik aslinya, Bukan hanya teman-teman nya bella pun sama terkejut nya , bella menatap deren penuh tanya dan deren hanya tersenyum sambil mengelus bahu bella seakan menenangkan bella memberi isyarat dia akan jelaskan nanti " Apa aku boleh ikut hadir di acara pertunangan mu nita ?" Tanya deren bertanya asal untuk mengalihkan pembicaraan , jujur saja dia tak tau yang mana namanya nita dan kapan acaranya " tentu saja kalian harus hadir nanti malam , kalian berhutang banyak penjelasan pada kami " cercar nita dan di anggukki oleh yang lain Setelah obrolan santai antata deren dan teman-teman bella berakhir bella langsung menyimpan handphone nya kembali Bella langsung menatap deren menjauhkan sedikit badannya guna bisa saling berhadapan dengan deren , bella inggin meminta penjelasan pada deren , baru saja bella akan bicara supirnya lebih dulu memberi tahu bahwa mereka sudah sampai di rumah keluarga deren " Apapun yang ingin kamu tau akan aku jawab nanti , tapi kita harus turun sekarang mama dan papa sudah menunggu kita " deren lebih dulu turun lalu berputar dan membukakan pintu untuk bella sungguh sangat perhatian deren ini " Ayo turun tuan putri " deren mengulurkan tangannya dan mengajak bella ke luar dari mobil Bella kembali terperangah melihat mansion mewah di depan matanya , mansion ini bahkan lebih besar dan mewah dari mansion yang bella tempati , apa ini memang mansion keluarga deren seingat bella tak semewah ini ,bella juga tak begitu ingat karena sudah sangat lama bella tak pernah berkunjung ke rumah keluarga almarhum mamanya , bahkan saat sang mama masih ada bella sudah tak pernah berkunjung lebih sering bella menerima kunjungan " Seingat ku bukan ini rumah om seno " akhirnya bella bertanya juga karena sudah tak tahan dengan rasa penasaran nya " Iya bukan ini rumah ku maksudnya akan menjadi rumah kita nanti " " Kenapa jadi rumah kita?" " Karena setelah kita menikah kita akan tinggal di sini , niatnya sih mau ngajak kamu tinggal di sini dari sekarang agar aku bisa jaga kamu langsung" " Hah??? Maksudnya ?" Bella benar-benar tak mengerti dengan ucapan deren " Sudah kita bahas nanti " deren tersenyum dan mengucek rambut bella gemas , melihat ekspresi bella yang bingung sangat lucu di mata deren , biasanya hanya wajah dingin dan sinis yang bella perlihatkan pada deren jadi ekspresi bella sekarang sangat menghibur bagi deren. Masuk kedalam rumah deren bella benar-benar di sambut oleh keluarga deren sangat kontras dengan sikap bella , bella yang masih enggan berhadapan dengan keluarga ini tapi keluarga deren malah sebaliknya sangat ramah pada bella Dari baru masuk tadi siang bella ke rumah ini sampai sekarang sudah hampir petang bella di sibukkan dengan celotehan mamanya deren dan adik-adiknya deren , meski bella masih terkesan cuek tapi keluarga ini tak patah semangat mendekati bella , sampai-sampai bella hampir lupa akan acara pertunangan nita , deren pun entah kemana menghilang setelah acara makan siang tadi " Tante deren mana ?" Bella pun memberanikan diri menanyakan deren , bukan karena kangen pada pria tampan itu tapi bella hendak meminta deren menemaninya ke butik mengambil gaun seragam untuk dirinya yang sudah sempat bella siapkan sebelum berangkat ke Amerika kemarin " cieee kakak bella udah kangen aja sama calon suami , baru aja di tingkat bentar " celoteh diva adik bungku deren " Div jangan gitu nanti bella malu ," sambung disya saudara kembar diva " Sebentar tante panggilan kan ya " tante ratna pun beranjak meninggalkan bella dan dua anak kembar tante ratna " harap maklum ya bel , kak deren emang terlalu gila kerja , seperti sekarang lagi ada calon istrinya malah masih aja berkutat di ruang kerjanya " terang disya yang pindah duduk ke sebelah bella " Iya tuh pantes aja gak laku-laku udah tua juga" " Tapi kan sekarang mimpinya akan terwujud nih tuan putri tercinta nya kini sudah siap di nikahi " Terus saja dua saudara kembar ini saling canda membahas deren dan bella tapi bella tak berucap sepatah kata pun , masih sibuk mencerna semua obrolan tadi , terlalu banyak misteri dalam diri deren yang bella tak tau . " Kalian pasti menggosipkan kakak ya ? " Tanya deren pada adiknya , lantas berjalan ke arah bella bukanya duduk di sebelah bella deren malah berjongkok di depan bella dan memegang tangan bella dan dagu bersandar pada paha bella " Apa kamu mulai merindukan ku eemm?" Tanya deren yang mendongak keatas , bella yang reflek menunduk menghadap deren membuat wajah mereka sangat dekat bahkan hidung mereka sampai bersentuhan Cup. Dengan cepat deren mengecup bibir bella sekilas , bella yang dicium tiba-tiba langsung berdiri melepas kan genggaman deren dan deren pun terjatuh kelantai karena bella yang berdiri tiba-tiba " Maaf " deren meraih tangan bella yang akan beranjak pergi Bella hanya menatap tangan deren yang mencekal tangannya membuat deren langsung melepas genggaman nya " Aku akan ke acara pertunangan nita " hanya itu yang keluar dari bibir bella , " Aku akan menemanimu " balas deren yang hanya di balas anggukan oleh bella Tak ada percakapan yang lain lagi , suasana kembali tegang karena kini bella lagi-lagi bersikap dingin pada deren
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD