Tekat Bella sudah bulat dia akan menemui teman geng gesrek nya teman yang mendukung rencananya dulu kini bella pun akan memaksa mereka untuk membantunya lagi kali ini.
" Hallo lo di mana din?" Bella menelfon diana
" Hallo sayang ku , bagaikan kondisi mu sekarang ? Apa sudah mulai tenang ? Gue masih di sekolah"
"Bisa ke rumah gue nanti ?"
" Pasti gue dan yang lainya langsung otw rumah lo kelar jam sekolah "
" Makasih din , gue lagi butuh dukungan dari kalian"
" Gak usah bilang makasih gitu , kita semua teman kita akan selalu saling dukung , kita belum nemuin lo belakangan ini karena kita mau ngasih waktu lo buat tenang dulu ,"
" Oky gue tunggu kalian sepulang sekolah , "
" Babay sayang tunggu kami ya " diana memutus sambungan telfonnya
Bella mondar-mandir di dalam kamarnya jam sudah menunjukkan jam 3 sore kenapa teman-teman nya belum ada yang datang , padahal diana sudah janji akan langsung ke sini selepas pulang sekolah ,
Jarak antara sekolah dan rumah bella tak terlalu jauh sedangkan sekolah telah usai sekitar jam 1 siang ,
Antara takut tegang dan bimbang membuat waktu serasa lebih lama berlalu , segala pikiran buruk pun melintas ,apa teman-teman nya benar-benar telah meninggal kan nya karena kondisi bella , dan masih banyak prasangka buruk yang bella pikir kan
" Bella sayang kami datang membawa makanan kesukaan lo " riang diana membuka pintu kamar bella
" Lo pasti belum makan "
" Ya ampun bella Lo kenapa jadi kurus gini "
" Kemana bella primadona sekolah kita yang dulu , karang udah kayak zombie "
Bella hanya menangis menatap kedatangan teman-teman , tangis haru ternyata pikirannya salah teman-teman nya masih sangat peduli dengan dirinya
" Udah jangan nangis dong " serentak para anggota geng gesrek itu memeluk bella erat
Mereka emang agak gesrek tapi mereka tulus saling menyayangi , bahkan jika salah satu ada yang terluka maka yang lain akan ikut merasakan nya ,
" Kita kesini bukan buat liat lo nangis bel" sambung nita
" Iya kita udah kasih waktu lo telang sampai sebulan lamanya , emang lo belum puas nangis di kamar selama itu "
" Gue tau kehilangan lo sangat berat tapi masa depan lo masih panjang bel lo gak bisa berhenti di sini sekarang " nita mulai memberi bella wejangan selalu nita yang paling dewasa di sini
" Iya nih kita makan dulu yuk , baru kita lanjut ceritanya lagi , dan lo harus makan yang banyak bel lo kan gak makan buat lo sendiri tuh ada anak di perut lo " tunjuk rita pada perut bella yang masih terlihat rata pada kandungannya yang sudah menginjak 12 minggu
Sehabis rita menyingung tentang kehamilan bella suasana berubah jadi tegang , mereka semua tau tentang kehamilan bella tapi belum ada yang berani memikirkan nasib dari sang bayi kecuali nita yang paling tegas di sini
" Gak usah mikirin itu bayi ta , sebentar lagi juga bakal mati " pernyataan nita yang tegas dan dingin sontak membuat yang lain merinding bagaimana bisa nita bisa mengucapkan kata-kata mengerikan seperti itu dengan sangat santai nya
" Maksud lo apa ? Bayi mana yang akan mati nit ?" Sontak saja bella menjerit histeris sampai melempar semua makanan yang ada di meja , bella menatap nita dengan tatapan sengit
" Bayi lo lah , emang siapa di sini yang hamil selai lo " nita menatap bella tak kalah sengit , nita bukanya tak sayang pada bella dia sangat menyayangi bella hanya saja bagi nita menggunakan kandungan bella adalah hal yang terbaik untuk saat ini
" Udah nit udah , gak gini caranya " salsa memegangi nita agar tak membuat kondisi makin kacau , bella sudah sangat tertekan jika begini caranya takutnya bella akan terguncang
" Bella sayang tenang yuk kita ngomong baik-baik ya " diana memeluk tubuh bella
" Gak usah drama lo bel , jangan berlaga seperti lo korban di sini bel , gue udah bilang dan gue udah ingetin lo berulang kali tapi apa ? lo ngeyel kan ? Lo bahkan kabur dari rumah sakit saat tante gue mau nanganin lo " nita sangat jengkel saat bella malah kabur dari rumah sakit dulu, saat dia dan yang lainya memaksa bella mencegah kehamilan ini karena ulah bella juga yang nekat tak pakai pengaman saat melakukan aksi gilanya
" Jika saja lo gak ngelakuin hal gila itu bel , andai saja lo mau gue ajak buat mencegah kehamilan lo bel , ini semua gak akan terjadi , ini adalah buah dari kekeras kepalan lo sendiri bel ";nita menunjuk bella dengan sangat berapi api
Tubuh bella lemas dan jatuh kelantai , jujur bella akui ini semua karena kesalahannya sendiri , dia hanya menyusahkan teman-teman nya dan semua orang di sekitar nya tapi bella juga tak mau jadi seperti ini , bella mau memperbaiki dirinya kini , dia tak mau ada yang di korbankan lagi seperti mamanya termasuk bella tak mau mengorbankan anaknya juga anggap saja bella egois
" Tapi gue harus apa sekarang " suara bella melemah dia duduk lemah di lantai sedangkan nita masih berdiri tegak di depan bella den masih dengan tatapan yang sama
" Lo pikir gue masih peduli ?" Saut nita ketus dan memalingkan wajahnya dia juga tidak tega sebenarnya melihat sahabatnya seperti ini , tapi kali ini dia harus tegas ini untuk kebaikan bella juga
" Please gue mohon ini untuk yang terakhir kalinya tolong kalian bantu gue " bella benar-benar memelas
" Oky gua bantu lo buat gugurin kandungan lo , sekarang dan aman " seru nita
Yang lain menoleh pada nita , mereka pikir nita akan mengurungkan niatnya mengugurkan kandungan bella setelah melihat bella memelas seperti itu
" Gak nit kali ini saja , aku mohon jangan anak ku , aku tak mau membunuh lagi , gue mohon selamatkan gue dan anak ini " bella ter isak bahkan terus memohon di hadapan teman-temannya , jika saja dia sanggup melakukan nya sendiri dia akan pergi menghilang dan membawa anaknya , tapi semua tak segampang itu, kecuali teman-teman nya yang bisa menyembunyikan bella tanpa membuat keluarganya curiga , bella takut bila iya nekat pergi bersama anaknya keluarganya akan kembali terkena musibah
" Pilihan di tangan lo bel , keluarga lo atau anak lo itu aja " tegas nita
" Gue mohon tolong sembunyikan gue selama berapa bulan saja buat melahirkan anak ini , setelahnya gue akan urus sisanya , jika kalian membantu keluarga gue dan yang lain tak akan curiga " bella kembali terus saja memohon
" lo pikir papa dan kakak lo mudah di kecoh? Lo mau pertaruhkan nyawa papa dan kakak lo lagi , atau lo mau pertaruhkan kita teman-teman lo ? Lo gak mikir gimana kalau keluarga lo tau bisa saja papa atau kakak lo nyusul mama lo juga , atau bila kami bantu lo dan ketauan lo gak mikir gimana keluarga gue atau keluarga temen lo yang lain akan murka pada kita ? Lo mau kita yang nanggung akibat dari ke egois lo ini ?" Nita berucap panjang lebar
" Tapi jika gue nurutin lo bukan nya gue lebih egois lagi nit ? Gue harus korban in darah daging gue sendiri , apa gue masih bisa di panggil manusia bila gue melakukan itu ? Apa gak cukup gue udah membunuh mama gue sendiri karena kesalahan gue kini gue harus membunuh lagi gitu yang lo mau nit ?" Suara bella bergetar kala dia menyadari sifat keras kepalanya selama ini
membuat dia berada dalam dilema dan kehancuran berkepanjangan