Bella membanting pintu kamar nya , suasana hati bella sangat kacau Sekaran , rasa laparnya telah menguap tergantikan rasa sesak di d**a nya .
Niat hati lari dari Indonesia jauh ke sini ingin menenangkan pikiran , namun bukan keterangan yang bella dapat kan tetapi masalah yang lebih pelik .
Kemana sekarang bella harus mengadu hati yang gundah nan sepi , sendiri tanpa tempat bersandar , keluarga tempatnya pulang tak memberinya kenyamanan hanya tuntutan untuk bella agar patuh , sahabat terdekatnya yang menjadi sandaran selama ini malah menjadi penyebab utama keresahan nya kini .
Bella meraih kertas kecil bergambar hitam putih tanpa warna yang lain dari dalam dompetnya , bella mengusap gambar USG anaknya 10 tahun yang lalu , air mata tak dapat terbendung lagi , bella ter isak mengingat anak yang dulu terpaksa dia lepas karena kondisi yang tak mendukung
"Maafin mama nak , mama tak sanggup menepati janji mama ke kamu sayang " bella benar-benar hancur kala mengingat hari tersakit yang bella alami.
10 tahun yang lalu
Bella bingung harus senang atau sedih kala mengetahui bahwa dirinya hamil , jujur bella sangat menginginkan anak ini , setidaknya bella punya alasan untuk mencari devan nya lelaki yang telah mencuri hati nya, namun ketika semua teman-teman nya tau tentu dia tak dapat dukungan .
Bella bimbang haruskah bella bertahan saat tak mendapat dukungan dari teman-teman nya , apa bisa bella lari keluarganya mencari dukungan setau bella keluarga nya sangat bebas, bella pikir tak akan masalah bila dia hamil di luar nikah toh papa bella adalah orang bule yang tak menganggap harus nikah dulu baru boleh punya anak seperti budaya di Indonesia ,.
" Ma bisa bella bicara?" Bella nekat menghampiri sang mama yang sedang memasak di dapur, meski banyak ada pelayan namun untuk makan suami dan anaknya mamanya bella selalu turun tangan sendiri untuk memasaknya
" Bicaralah baby , mama mendengarkan " timpal sang mama tanpa menoleh ke arah bella
" Ini penting ma, bisa kita duduk dulu ? Bella mau ngomong serius ma "
" Katakan saja apa mau mu baby, apapun itu akan mama belikan , uang papamu sangat banyak sayang" kekeh sang mama yang mengira bella menginginkan sesuatu ,
" Apa bella boleh melakukan apapun yang bella mau ma ? Dan mama akan mendukung bella "
" Apapun sayang , kamu adalah tuan putri di rumah ini , apa yang tak bisa kami berikan untuk putri satu-satunya di keluarga smith ini " selalu seperti itu bella terlalu di manja keluarga bella terlalu arogan karena memiliki banyak uang.
" Apa bella boleh punya anak ?"
" Tentu boleh jika nanti kamu telah dewasa dan menikah " sahut sang mama masih sangat santai
" Apa bella harus menikah dulu baru boleh punya anak?" Sambung bella lagi
Mama bella mematikan kompor nya guna mendengarkan apa yang akan di utarakan bella , dia sudah mulai merasa ada yang janggal , kenapa anaknya yang masih SMA sudah menanyakan soal anak ,
" Kenapa menanyakan hal yang konyol begitu ?"
" Sebenarnya bella ,,, lagi ,,eemm" bella masih bingung bagaimana cara menyampaikan kondisi nya sekarang
" Lagi apa bella , jangan macam-macam kamu ya , keluarga kita memang bebas tapi kita tinggal di Indonesia dan mama gak mau nama besar keluarga kita tercoreng karena ulah nakal mu " mama bella mulai khawatir jikalau anaknya yang polos ini tiba-tiba memberinya kejutan yang sangat mama bella tak ingin kan
" Bella akan pindah keluar negeri , atau kemanapun yang mama mau , tapi tolong berikan bella bersama anak ini ma " bella langsung bicara tegas dia inggin sang mama mau mendukung bella
Duarr. ,,, Bak di sambar petir di siang bolong mama bella benar-benar tak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi anak perempuan nya putri satu-satunya yang dia miliki yang dia jaga dia manjakan sedari kecil yah putri kecilnya yang polos dan lugu kenapa bisa seperti ini
" Bella ,,,, ka, ,,kamu ,, aakkk" mama bella menahan sesak di d**a nya dan mulai tak sadarkan diri di depan Bella
Segera bella memeluk tubuh mama nya yang telah lemas di lantai dapur
" Maa bangun mama banggun "
" Tolong siapapun bantu bella mama pingsan " segera semua pelayan dan penjaga berdatangan masuk semua ke dapur , yang tadinya semua orang bella usir keluar agar bella leluasa bicara dengan mamanya , siapa yang menyangka akan seperti ini
" Nyonya kenapa non "
" Kita bawa ke rumah saki langsung non ? "
" Iya kita langsung ke rumah sakit saja , nanti bella hubungi papa dan kakak " seru bella
Bella tak menyangka perbuatan nekatnya kini malah membuat sang mama dalam kondisi kritis , mamanya yang sangat sehat selama ini kini tiba-tiba kena serangan jantung karena ulah nya
" Kenapa mama bisa seperti ini tiba-tiba bel ?" Tanya papanya sangat lembut tak ada nada emosi di sana ,
Bella hanya munduk tak berani menatap mata papanya , bella tau papanya sangat khawatir dia sangat mencintai mama dan keluarga nya , bella sangat takut bila dia jujur sekarang dia akan mendapat amukan papanya yang sangat kejam bila sedang marah
Apa yang kini harus bella lakukan , saat bella masih bingung akan nasib anaknya berita buruk kembali menimpanya sang mama benar-benar pergi untuk selamanya , pergi kepangkuan tuhan karma ulahnya
Bella terpukul dialah penyebab kematian mamanya jika saja dia tak berbuat hal gila mamanya pasti masih sehat dan berada di tengah-tengah keluarganya kini.
Bella hanya menatap nanar kehancuran keluarganya kepergian sang mama bukan hanya sebuah pukulan terhadap bella tapi papanya dan kakak yang sangat bella sayangi sama hancurnya karena kepergian mamanya .
Hampir sebulan bella mengurung diri di kamar semenjak kembali dari rumah sakit setelah mamanya dinyatakan meninggal dunia bahkan bella tak menghadiri acara pemakaman mamanya dia hanya berdiam diri di kamar ,
papa dan kakaknya yang sama hancurnya seperti bella karena kepergian sang mama ratu dalam rumah ini dan juga nyawa dalam rumah ini seakan tak menyadari keadaan bella mereka mencari ketenangan sendiri-sendiri
Papanya telah pergi ke Amerika tepat sehari setelah pemakaman mamanya dan tak kembali lagi, yang katanya tak sanggup tetap tinggal di Indonesia kenangan bersama istri tercinta membuat semakin hancur bila tetap di Indonesia .
Sedangkan sang kakak mulai menghibur diri dengan berpesta tak kenal waktu mencari pelarian dari rasa sedihnya
Terus bagaimana dengan bella dan anak nya jika dia pertahankan dia akan membuat keluarganya makin hancur bella takut kehilangan papa dan kakaknya mereka pasti akan meninggalkan bella seperti mama yang pergi saat tau keadaan bella
Tapi jika bella menyerah akan anaknya bella tak sanggup membunuh satu nyawa lagi , dia telah membunuh mamanya sendiri apa bella harus membunuh darah Dangi nya juga, tidak bella tak akan sanggup untuk hidup lagi billa kehilangan anaknya dia sangat mencintai anak ini
Bella bertekad akan memperjuangkan anaknya meski akan dia sembunyikan dari keluarganya dulu , tapi bella butuh bantuan teman-teman nya bella tak mungkin melakukan semuanya sendiri
Bella akan memohon pada teman-temannya bila perlu bella akan berlutut di hadapan mereka untuk membantunya kali ini saja