sudah bangun tapi bukan sembuh

1238 Words
Bella linsey , wanita cantik berbakat anak konglomerat , orang bilang hidupnya sangat sempurna . Tapi bagi bella hidupnya sangat hampa , di umurnya yang sudah 28 tahun masih betah hidup sendiri , bukan karena tak laku tapi hatinya telah terisi penuh oleh satu nama . Yah nama devan selalu mengusiknya , lelaki yang iya perkosa malah mencuri hatinya . hatinya sangat terganggu setiap kali nita sahabatnya menyebut nama yang sama sebagai pujaan hatinya " bel lo kok ngelamun " tanya nita saat bella terdiam karena mendengan nama yang dia sebut tadi " gak kok gue lagi mikirin desain buat gaun lo entar " bohong bella , tak mungkin juga jujur kan *** Hari fiting baju pun tiba , bella sedang mempersiapkan gaun nita dan pasangannya nanti, saking sibuknya sampai tak menyadari kehadiran orang lain di ruangan nya . " bella " gumang devan pelan " sini dev aku kenalin sama temen ku" nita menarik tangan devan ke arah bela " bel kenalin ini devan calon tunangan aku , sayang ini bella teman baik aku dari kecil " nita mengenalkan mereka. Mata mereka terkunci pikiran mereka pun melayang jauh " devan ku ternyata benar dirimu , yang sering di ceritakan nita " lirih bella dalam hati , tatapannya mulai sendu " gadis kecil nakal ini , ya ampun apa ini " devan heran sendiri , bagaimana bisa hasratnya langsung meningkat begitu saja hanya dengan menatap matanya "sayang , kok bengong sih " seru nita , menyadarkan lamunan bella dan devan Mereka pun berpura -pura tak kenal , untuk menghindari konflik , mereka sama-sama menjaga perasaan nita . " sayang tau gak bella ini desainer ternama loh , dia biasanya cuma mendesain untuk kalangan elit saja loh" puji nita " kamu juga orang elit , kamu orang berharga setidaknya di hidupku " balas devan lembut sambil mengelus rambut nita Sungguh pemandangan yang sangat romantis bagi orang-orang dan tidak untuk bella , adegan ini malah sangat menyakitkan baginya Bella berusaha menahan air matanya , " jangan nangis bella , jangan " seru bella dalam hati " mana bajuku ? aku tak punya banyak waktu ?" tanya devan ketus kearah bella " dewi ambilkan pesanan nita , bawa kesini " seru bella pada karyawan ya "sayang buru-buru bgt ya ? " seru nita devan hanya mengangguk " ya sudah sehabis coba baju nya langsung aja balik gak papa , aku disini dulu bareng bella " devan kembali hanya mengangguk Sebenarnya devan sangat resah bila berlama di sini , dia takut tak mampu menahan hasratnya, dan malah menarik bella keperluannya. Devan pun sangat geram kenapa gadis kecilnya malah mengacuhkanya , apa dia sudah melupakan dirinya , apa hanya dirinya yang mengingat kejadian itu. " bel kami serasi kan ?" tanya nita sambil menggandeng tangan devan . " sempurna " seru bela sambil mengacungkan jempol nya Dalam hati menangis menatap kebahagian sabatnya , ini sebuah ironi Devan telah pergi , kini menyisakan bella dan nita di butik itu , " nit apa jika aku dulu tak mengugurkan kandungan ku sekarang anak ku sudah sebesar itu ? tunjuk bella kearah anak kecil berumur sekita 10tahun an . " gak usah di ungkit lagi bel , ingat itu aib yang harus lo lupain bel " yah di antata teman-teman nya Nita lah yang yang paling ngotot bella harus mengugurkan kandungan nya Padahal dulu bella berencana Mecari devan , tapi nita menentang keras , dan akhirnya mereka sepakat melakukan hal gila lagi . *** " apa dulu kamu akan bertanggung jawab bila tau aku hamil dev ? lirih bela dalam hati kini dia berada dalam pesawat menuju belahan dunia lain untuk pekerjaannya di tempat devan " dok saya sudah bisa berhasrat kembali dok " seru devan pada dokter pribadinya " selamat tuan devan anda sudah normal kembali , dan kalo boleh tau sejak kapan dan bagai mana ciri-cirinya ?" tanya dokternya devan devan menggeleng " saya belum sembuh dok " " saya hanya berhasrat pada 1 orang dok , dan orang itu adalah orang yang sama yang membuat saya trauma dok " terang devan lagi "cara orang sembuh dari traumanya beda-beda tuan , tergantung bagaimana alam bawah sadar anda merespon apa yang anda rasakan" devan hanya mengangguk kan kepalanya " jika menurut saya trauma yang anda alami terjadi karena rasa kecewa anda ketika di tinggalkan , bukan karena rasa yang menyakitkan tuan " " maksudnya dok " " maksudnya bila anda taruma karena rasa yang menyakitkan biasnya akan sembuh bila di beri tetapi rangsangan yang membuat anda merasakan se*x itu bukan hal yang menyakitkan lagi maka anda bisa sembuh , tapi kalo kasus anda ini kecewa karena di tinggal kan , maka salah satu solusinya ya anda harus menemukannya dan membuat dia ada di sisi anda , bisa jadi ini akan menjadi sebuah candu , bila tak bersamanya anda tak akan sembuh" keterangan dokter nya devan panjang lebar " jadi kunci kesembuhan saya adalah dia ?, begitu maksudnya dok " devan mempertegas lagi setelah mendapat keterangan dari dokter pribadinya devan memutuskan untuk mencari bella kembali Devan bergegas ke butik bella , apapun yang terjadi devan tidak akan melepaskan bella lagi ,bila perlu dia akan memaksa . Tempat yang devan tuju adalah butik sahabat dari calon tunangannya , tapi sayang devan kalah cepat ternyata bella kini telah terbang mengudara dengan jet pribadi nya mencoba menenangkan diri karena kehadiran devan yang tak sesuai harapanya " maaf tuan mencari siapa " seru karyawan nya bella , yang melihat david menghampiri ruang kerja bos mereka . " saya mau cari bella " seru devan " maaf tuan , nona bella tak ada di tempat , jika berkenan bisa sampaikan pada saya ada perlu apa dengan nona bella biar nanti saya yang sampaikan pada beliau " karyawan bela memang semua terlatih intuk sopan , karena kebanyakan tamu yang datang dari kalangan elit saja. " bella kemana ? " devan malah bertanya balik " nona lagi keluar negri tuan " " kapan baliknya " " saya kurang tau tuan , seperti nya sebelu pertunangan nona nita tuan" jawab karyawan nya bella Tanpa permisi devan langsung nyelonong gitu saja meninggalkan butik bella , dan kini dia menuju kantor temannya alex . *** Di kantor alex " lex gue susah menemukan gadis nakal itu " ucap devan langsung saat masuk ruang alex , bahkan tanpa ijin langsung duduk di sofa di sana . " terus gimana ?" " gimana apanya ?" " itu lo mau bangun gak ? ". dasar alex otak m***m " langsung bangun bahkan hanya dengan menatapnya saja , dia tak mengoda sama sekali , tapi aku yang langsung tergoda " jelas devan " jadi lo udah sembuh dong " alex ikut senang " belum , gue gak sembuh tapi makin parah " " kok bisa katanya udah mau bangun ?" tanya alex bingung " gue hanya bisa bangun saat melihatnya , gue bahkan mencoba mencumbu nita semalam tapi tetap gue gak bangun" devan menggeleng lemah " lo udah konsul ke dokter ? " sudah , katanya kemungkinan gue akan candu sama bella dan tidak akan bisa selain dengan bella " devan sangat bimbang sekarang " terus gimana nasib nita ? " " gue rasa nita gak akan mudah melepas gue , di tambah lagi bella adalah teman baik nita , gue takut bella malah kabur lagi dari gue " Devan sangat cemas karena filing nya tak enak , apalagi sekarang saja bella sudah mulai menghindar , dengan kabur keluar negri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD