Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Rafael terus memikirkan kondisi Alexa di sana. Saat mobil yang ditumpanginya berada di dekat tempat kejadian, sangat ramai dan berisik, semua orang heboh dengan api besar dari rumah sakit. Rafael membuka pintu mobilnya bahkan sebelum mobil itu benar-benar berhenti. Rafael kalang kabut seperti orang gila dengan mata yang melihat ke kanan ke kiri tanpa henti, melihat ke sekelilingnya. "Sial! Aku tidak menyangka akan separah ini." Rafael menggigit bibir dalamnya cukup keras sampai mulutnya terasa seperti besi berkarat. Rafael mengendurkan dasi yang ia kenakan, rasanya tubuhnya panas meskipun dia tidak berada di dalam kobaran api itu. Rafael berdecak frustasi tidak bisa membayangkan apa yang terjadi di dalam, dan bagaimana keadaan Alexa. Alexa dan A

