bc

KEHIDUPAN KEMBALI

book_age12+
6
FOLLOW
1K
READ
adventure
dark
BE
HE
system
royalty/noble
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
loser
campus
medieval
rebirth/reborn
war
like
intro-logo
Blurb

Lukas, seorang pemuda 18 tahun dari dunia modern, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah mengalami patah hati yang hebat. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua yang aneh dan brutal: ia terbangun di tubuh Lycan von Eldoria, seorang bangsawan muda yang akan dieksekusi mati di sebuah kerajaan fantasi abad pertengahan.Berhasil kabur secara dramatis menggunakan pengetahuan modern dan kekuatan sihir tanah misterius yang baru ia miliki, Lukas kini menjadi buronan. Di tengah pelariannya di Hutan Eldoria yang liar, ia bertemu Elara, seorang penyihir air yang terampil namun penyendiri. Mereka membentuk aliansi yang unik: Lukas akan membagikan konsep "sains" dari dunianya, sementara Elara setuju untuk mengajarinya dasar-dasar sihir untuk bertahan hidup.Namun, perjalanan mereka segera berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Mereka menyadari bahwa Lycan bukanlah penjahat biasa, melainkan korban dari konspirasi tingkat tinggi. Kini, mereka tidak hanya diburu oleh ksatria kerajaan, tetapi juga oleh "Gagak Malam", sebuah unit pembunuh rahasia yang tak kenal ampun. Dengan serpihan ingatan Lycan yang mulai muncul, Lukas harus mengungkap kebenaran di balik masa lalu tubuhnya, mencari tahu siapa yang menjebaknya, dan mengapa mereka begitu menginginkan kematiannya.

chap-preview
Free preview
SEBUAH AWAL YANG KELABU, SEBUAH AKHIR YANG BARU
Langit Jakarta sore itu warnanya seperti luka memar, semburat jingga dan ungu yang muram. Dari jendela apartemennya di lantai delapan belas, Lukas menatap pemandangan itu tanpa benar-benar melihat. Pandangannya kosong, sama kosongnya seperti hatinya. Gelas di meja sampingnya menjadi saksi bisu atas keputusan terakhir yang baru saja ia telan. Delapan belas tahun. Usia di mana seharusnya semua kemungkinan terbentang, tapi baginya, dunia sudah menarik tirainya. Rasa dingin mulai merayap dari ujung jari, napasnya terasa berat di d**a. Setiap tarikannya adalah perjuangan. Kegelapan yang ia harapkan datang menyambutnya, terasa lembut dan membebaskan. Ia tersenyum tipis. Akhirnya, rasa sakit ini akan berakhir. Kegelapan itu pun menelannya utuh, menghapus gemerlap lampu kota, kenangan pahit, dan dunia yang telah mengkhianatinya. Namun... kegelapan itu tidak bertahan lama. Kesadarannya direnggut kembali oleh sengatan rasa sakit yang brutal, seolah jutaan semut api sedang menggerogoti setiap senti kulitnya. Matanya masih terpejam rapat, namun indra lainnya diserbu tanpa ampun. Ada suara—bukan suara lalu lintas, melainkan raungan ribuan orang yang penuh amarah. Ada bau—bukan bau pendingin ruangan, melainkan campuran keringat, besi berkarat, dan sesuatu yang busuk. Dengan susah payah, Lukas memaksa kelopak matanya terbuka. Hal pertama yang menyambutnya bukanlah langit-langit kamarnya, melainkan lautan wajah asing yang dipenuhi kebencian. Mereka berteriak, meludah, menunjuk ke arahnya. Ia berada di tengah alun-alun yang dikelilingi bangunan batu kuno, di bawah langit biru yang begitu cerah hingga terasa menyakitkan. Kepanikan mulai mencekik lehernya saat ia menyadari posisinya. Tubuhnya terikat pada tiang kayu yang kasar dan kokoh. Pergelangan tangannya terbelenggu rantai besi yang dingin dan menyakitkan. Dan di depannya, berdiri seorang pria raksasa bertudung hitam, memegang kapak dua sisi yang berkilauan mengerikan di bawah terik matahari. Seorang algojo. "Ini... mimpi buruk apa lagi?" bisiknya. Suara yang keluar serak dan berat, sama sekali bukan suaranya. Lukas: "T-Tunggu! Di mana ini?! Kalian siapa?!" Teriakannya tenggelam dalam cemoohan kerumunan. Sesuatu yang lembek dan basah menghantam pipinya. Tomat busuk. Rasa asam dan jijik membuatnya ingin muntah. Seorang ksatria berzirah perak dengan lambang singa di dadanya, yang berdiri di barisan depan kerumunan, berteriak dengan suara menggelegar. Ksatria: "Mencoba mengulur waktu, tikus kecil? Keadilan takkan menunggu!" Seorang pria tua dengan jubah mewah dan wajah angkuh melangkah maju ke podium kecil. Wajahnya dingin, matanya menatap Lukas seolah ia adalah serangga. Pria Berjubah (Kanselir Valerius): "Rakyat Kerajaan Eldoria! Saksikanlah hari ini bagaimana pengkhianatan dibalas! Pemuda di hadapan kalian, Lycan von Eldoria—" Nama itu asing, tapi entah kenapa terasa bergema di dalam tengkoraknya. Lycan. Kanselir Valerius: "—telah terbukti bersalah atas kejahatan k**i! Membunuh penjaga istana, mencuri pusaka suci, dan mencoba melarikan diri dari keadilan! Atas nama Raja, ia dihukum... MATI!" Raungan persetujuan membahana dari kerumunan. Membunuh? Mencuri? Otak Lukas berputar. Ia bahkan tidak pernah berkelahi seumur hidupnya. Ini gila! Ini benar-benar gila! Lukas: (berteriak sekuat tenaga, suaranya pecah karena panik) "KALIAN SALAH ORANG! AKU BAHKAN TIDAK TAHU SIAPA ITU LYCAN!" Tawalah yang menyambut teriakannya. Mereka menganggapnya bualan terakhir seorang pengecut. Jantungnya berdebar begitu kencang seolah akan meledak. Ironi ini begitu kejam hingga terasa lucu. Ia baru saja mati untuk lari dari rasa sakit, dan sekarang ia akan mati lagi dengan cara yang jauh lebih brutal? Algojo itu mengangkat kapaknya tinggi-tinggi. Bilah bajanya yang masif tampak menyerap cahaya matahari, siap memadamkan kehidupan barunya yang bahkan belum sempat ia mulai. Napas Lukas tercekat di tenggorokan. Tidak. Tidak. Aku tidak mau mati. Tidak lagi. Tidak seperti ini! Tiba-tiba, di tengah keputusasaan absolut itu, sesuatu yang hangat menyala di inti dadanya. Sebuah suara, bukan dari luar, melainkan berbisik langsung di dalam benaknya. Suara Misterius: "Putra dua dunia... takdirmu belum usai. Gunakan kekuatan yang baru terbangun dalam dirimu." Kapak sang algojo mulai turun. Lukas bisa merasakan embusan angin yang diciptakannya. Ia memejamkan mata dan menarik tangannya dengan segenap kekuatan yang ia miliki, sebuah tindakan refleks yang sia-sia. KREEEKK... TANG! Suara logam yang mengerang dan patah terdengar nyaring, membungkam riuh kerumunan. Kapak itu menghantam tiang kayu di belakangnya dengan bunyi BLAM! yang memekakkan telinga, hanya beberapa senti dari lehernya. Keheningan total menyelimuti alun-alun. Lukas membuka matanya. Ia menatap kedua tangannya yang kini bebas, masih terbelenggu oleh rantai yang telah putus dari tiangnya. Semua orang melongo. Sang algojo, Kanselir Valerius, ksatria berzirah perak—semuanya menatapnya dengan ekspresi tak percaya. Lukas sendiri sama terkejutnya. Bagaimana mungkin ia bisa— Tepat di depan matanya, sebuah panel transparan berwarna biru muda muncul, melayang di udara seolah hanya ia yang bisa melihatnya. Tulisannya bercahaya lembut. Ini... seperti antarmuka game? [SELAMAT DATANG DI DUNIA ARCADIA, TUAN BARU LYCAN VON ELDORIA!] [ANALISIS TUBUH BARU SELESAI!] NAMA: Lycan von Eldoria (Jiwa: Lukas) TITEL: Terpidana Mati, Reinkarnator STATISTIK DASAR: * KEKUATAN: 15 * KETANGKASAN: 12 * INTELIGENSI: 20 * ...dan seterusnya. Lukas berkedip, mencoba memahami apa yang ia lihat. Statistik? Reinkarnator? Kekuatannya tiga kali lipat dari manusia normal? Jadi, bukan hanya keajaiban. Ia benar-benar memiliki kekuatan baru. Kanselir Valerius: (akhirnya pulih dari keterkejutannya, wajahnya memerah karena marah dan malu) "A-APA YANG KALIAN TUNGGU?! DIA MENGGUNAKAN SIHIR HITAM! TANGKAP DIA! SEKARANG JUGA!" Para ksatria yang tadinya terpaku kini tersadar dan menghunus pedang mereka, membentuk formasi untuk mengepungnya. Ksatria Utama: "Menyerah, Lycan! Jangan membuat ini lebih sulit!" Lukas menatap rantai yang menjuntai dari pergelangan tangannya. s*****a darurat? Mungkin. Ia melihat sekeliling, otaknya yang dipenuhi pengetahuan dari ribuan film dan game berputar cepat. Lari adalah satu-satunya pilihan. Dengan senyum sinis yang terasa asing di wajah barunya, ia melompat ke atas sebuah patung naga kecil di dekatnya. Lukas: (berteriak ke arah para ksatria yang kebingungan) "Kalian ingin aku mati, kan? Baiklah! Tapi aku akan melakukannya dengan caraku!" Sebelum ada yang sempat bereaksi, ia mengayunkan salah satu rantainya seperti laso, melemparkannya ke arah tiang bendera di seberang alun-alun. Rantai itu melilit dengan sempurna. Ksatria Utama: "DIA GILA!" Lukas: "Sampai jumpa!" Dengan teriakan yang lebih terdengar seperti tawa gila, ia melompat dari patung, mengayunkan tubuhnya melintasi kepala kerumunan yang ternganga. Angin menerpa wajahnya, adrenalin memompa jantungnya. Ini adalah sensasi paling hidup yang pernah ia rasakan. Ia mendarat dengan kasar namun selamat di atas sebuah gerobak penuh jerami yang diparkir di dekat gerbang kota. Tanpa jeda, ia melompat turun dan berlari sekuat tenaga. Kanselir Valerius: "TUTUP GERBANGNYA, BODOH!" Gerbang besi raksasa mulai turun dengan derit yang memekakkan. Tapi Lukas sudah terlalu dekat. Dengan sisa tenaganya, ia melakukan sliding tackle ala pemain bola, meluncur di bawah gerbang yang hampir tertutup dan berhasil lolos, hanya beberapa detik sebelum gerbang itu menghantam tanah dengan bunyi GEDEBUK! yang final. Ia kini berada di luar tembok kota. Hutan lebat terbentang di hadapannya, menjanjikan perlindungan sekaligus bahaya. Napasnya terengah-engah, tubuhnya sakit semua, tapi ia tertawa. Tawa yang tulus dan sedikit gila. Panel biru itu muncul sekali lagi di benaknya. [STATUS DIPERBARUI!] TITEL: Terpidana Mati, Reinkarnator, Buronan Kerajaan! Lukas: (menyeringai, menatap ke arah hutan) "Buronan kerajaan, ya? Baiklah, dunia baru. Mari kita lihat apa lagi yang kau punya." Petualangan gilanya baru saja dimulai.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
54.1K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.8K
bc

Trapped in My Future Boss

read
3.4K
bc

Menyala Istri Sah!

read
4.4K
bc

Putri Zhou, Permaisuri Ajaib.

read
8.9K
bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
20.2K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
7.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook