"Ah ... ! Dia ngajak gue jalan!"teriak Qisya heboh,saat ia membaca notifikasi dari seseorang.
Dan orang yang berada di dalam Minimarket, menatap ke arah Qisya bingung.Ada juga yang senyum-senyum sendiri melihat tingkah Qisya.
'Nj*r,mereka pada liatin gue! Mau di taruh di mana muka gue?' batin Qisya yang malu sambil menunduk.
"Mbak, nih udah," ucap seroang wanita,sambil menaruh keranjangnya di meja kasir.
"Jadi, dua ratus lima puluh ribu," ucap Qisya sambil menatap layar komputer.
"Nih uangnya, kayanya ada yang mau jalan nih," ucap wanita itu memasrahkan uangnya, sambil menggoda Qisya.
"ih, ngomong apa si Ibu," ucap Qisya yang tersipu malu.
"Alah nggak usah bo'ong, Ibu juga pernah muda dulu," ucap wanita itu.
"Ini Ibu belanjaannya.Terima kasih Ibu,sudah mampir di Minimarket kami,jangan lupa buat mampir lagi ya!" ucap Qisya tersenyum ramah,sambil memasrahkan sekantong belanjaan wanita itu.
"Iya, sama-sama," ucap wanita itu,dan kemudian berjalan keluar.
Qisya mengambil ponselnya,menekan nomor yang tertera di kontaknya.
"Halo, Mia,"
"Lo harus bantuin gue!"
"Bantuin apa?"
"Boleh gak, gue tukeran shift kerja?Gue yang pagi,lo yang malem,"
"Boleh,boleh aja.Emangnya lo mau kemana?"
"Gue mau jalan sama masa depan gue!"
" Abil maksud lo?"
"Iya, pura-pura lupa lo! Boleh ya tukeran shift kerja,"
"Yaudah iya,sekarang lo udah ada disana?Dan lo juga bilang belum ke Pak bos?"
"Iya gue udah ada di Minimarket,lo tenang aja gue udah bilang kok,"
"Giliran urusan cowok aja,cepet! Yaudah gue OTW sekarang,"
"Makasih maflen aku,"
ucap Qisya menutup sambungan teleponnya.
***
Qisya berdiri di pinggir jalan,dia tengah menunggu seseorang yang menjemputnya.Kini perasaannya sangat berbunga-bunga, seperti ada musim semi yang tumbuh di hatinya.
Tin ... ! Tin ... !
Suara kelakson mobil yang berhenti di hadapan Qisya,dan seseorang yang turun dari dalam mobil tersebut.Dengan mengenakan baju formalnya.
"Maaf, lama ya nunggunya?" tanya pria itu yang berdiri dihadapan Qisya.
"Nggak kok," ucap Qisya tersenyum.
Pria itu membukakan pintu mobil untuk Qisya,Qisya pun masuk kedalam mobil itu.Dan mereka berdua pergi.
Sepuluh menit kemudian ...
Mereka sudah sampai di Restoran Mewah.Mereka berjalan menuju meja yang sudah dipesan.Setibanya disana, di atas meja sudah tersaji banyak jenis masakan yang sangat mewah dan menggugah selera.
"Kamu sudah pesan semua?" tanya Qisya.
"Iya,supaya nggak lama nunggu," ucap pria itu.
Pria itu menarik kursi untuk Qisya,dan Qisya pun menduduki kursi tersebut.
"Makasih," ucap Qisya tersenyum manis, dibalas senyuman Abil yang hangat.
Qisya tidak sabar untuk segera menyantap habis, hidangan yang ada dihadapannya.
"Aku, mau makan yang ini boleh?" tanya Qisya, sambil menunjuk hidangan yang ada di hadapan Abil.
"Boleh.Semua yang ada di atas meja ini boleh kamu habisin,yang penting pacar aku ini seneng," ucap Abil tersenyum.
Mata Qisya berbinar-binar melihat semua hidangan mewah itu,dan langsung saja dia menyantap hidangan mewah itu.Abil hanya memperhatikan Qisya yang sedang makan,sambil sesekali tersenyum.Semua yang ia miliki tidak ada apa-apanya,dibanding dengan kebahagiaan Qisya.Abil sangat mencintai wanita dihadapannya itu.
"Ayo dong kamu ikut makan," ucap Qisya yang mulutnya penuh dengan makanan.
"Kamu aja, aku udah kenyang liat kamu makan," ucap Abil.
"Sini biar aku suapin.Kamu nggak bakal kenyang kalau ngeliatin doang.Buka mulutnya aaa ... " ucap Qisya mengarahkan sendok berisi makanan,ke mulut Abil.