(POV Irsyad) Lagi, lagi dan lagi ! Gue sudah bosan mengatakan ini, tapi hanya kata inilah yang cocok untuk menggambarkan seorang Rara. Dia menyebalkan. Dua kali menyebalkan hari ini. Setelah membuat kepalaku menjadi ring basket dadakan, dilanjut teriakannya membuatku tersungkur di lantai dan sekarang, gadis itu malah pingsan. “Dari kecil Rara emang gak bisa liat darah. Kalo liat darah dia pasti pingsan,” tutur bang Gino setelah semua hiruk pikuk menyebalkan membawa Rara ke puskesmas terdekat. “Dek ....” Bang Gino langsung berdiri begitu melihat Rara—adiknya mengusap pelan matanya, merubah posisi dari tidur menjadi duduk. Kali ini gue memilih berjalan di belakang bang Gino, mengantisipasi kalo ada hal-hal buruk yang terjadi seperti tadi. Bisa saja dia tiba-tiba melompat dari ranjang,

