Ketidakberdayaan Aaris

1815 Words

(Pov Rara) Harus rajin belajar. Belajar harus rajin. Harus belajar rajin. Belajar rajin harus— Aku menatap puas setengah puisi yang sedang aku tulis. Jika semua orang yang ikut lomba memilih membuat puisi kontemporer, aku ingin beda dari yang lain. Dan pilihanku jatuh pada puisi klasik jenis mantra, dengan tema ‘belajar, harus’. Jenis puisi ini sudah jarang dibuat dan gunakan orang lain, karena itulah akan jauh lebih menarik. “Telus tambahin apa lagi ya ....” Aku berusaha berpikir keras, tapi fokusku terbagi akan kehadiran Sandrina. Yap, ini hari pertamaku mengasuh Sandrina. Rencananya aku akan mengasuh Sandrina sembari belajar membaca puisi, tapi lagi-lagi itu hanya rencana. Semua tidak berjalan sesuai rencanaku. Aku tidak bisa menulis puisi dengan tenang, apalagi latihan baca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD