Sebuah Perjanjian

1081 Words

(POV Rara) “Tidak ....” Satu kata yang keluar dari Aaris sore kemarin, terus menghantuiku, mengingatkanku bahwa apa yang Irsyad perintahkan tidak akan berjalan lancar, semulus jalan aspal. Yang ada hanya jalan berbatu yang penuh dengan aspal panas. “Leni ... plis, kali ini bantu aku ya—“ “Kali ini ?” Alis Leni terangkat, jelas terlihat tidak terima dengan kalimatku barusan. “Hem, gak, maksud aku kali ini bantu aku lagi, ya ....” Aku buru-buru menggoresi kalimatku barusan, sebelum Leni bad mood, dan menolak mentah-mentah permintaanku, atau permohonanku. “Emang buat apa sih lo jadi pengasuh Sandrina? Lo butuh uang?” tanya Leni. Aku mendesah panjang, teringat akan perjanjianku dan Irsyad. “Celitanya panjang ....” gumamku yang sebenarnya enggan menceritakan semua kronologi kenapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD