(Pov Rara) “Dia pasti gak jajan karena gak punya uang,” gumamku sedih melihat Irsyad yang malah tidur di jam istirahat. Di saat semua orang mengisi perutnya untuk memperoleh energi, untuk kembali menyambung pelajaran yang akan berlangsung selama lima jam lamanya. “Apa perutnya gak pedih ya? Dia ada asam lambung gak? Apa jangan-jangan dia bukan tidul, tapi pingsan ?” Aku menggeleng-geleng pelan. Itu tidak mungkin, dia tadi barusan mengerjap karena ada nyamuk. “Sehalusnya dia bawa bekal, kayak aku ...” gumamku lagi, sembari mengeluarkan bekal makanan dari dalam tas. Karena uang jajan yang sudah habis, mumy menyarankan aku untuk selalu membawa bekal ke sekolah. Hari ini, mumy membawakan roti isi daging mayones. “Aku kasih ke Ilsyad aja.” Ide tiba-tiba muncul di otak kecilku, yang langsu

